Home » Berita » KEKERASAN DI TUBUH TNI: KRISIS BUDAYA YANG MENUNTUT REFORMASI MENYELURUH

KEKERASAN DI TUBUH TNI: KRISIS BUDAYA YANG MENUNTUT REFORMASI MENYELURUH

Admin 07 Aug 2025 853

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Advertisement
ADVERTISEMENT

Nusa Tenggara Timur, VokalPublika.com — Tragedi kekerasan yang terjadi dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), terlebih yang sampai merenggut nyawa prajurit, bukan sekadar insiden individual. Fenomena ini mencerminkan krisis budaya dan sistemik dalam institusi militer yang selama ini luput dari sorotan publik secara menyeluruh.

Peristiwa tragis yang menimpa Prada Lucky Chepril Saputra Namo, salah satu prajurit muda yang diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh seniornya di Batalyon TP 834, Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo pada Rabu, 6 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kekerasan masih menjadi bagian dari praktik pembinaan di lingkungan militer.

Kematian Prada Lucky bukan hanya mencoreng kehormatan seragam TNI, tapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap institusi pertahanan negara. Kekerasan dalam dunia militer modern seharusnya tidak lagi dijadikan metode pembinaan. Disiplin seharusnya dibangun melalui kesadaran profesional, tanggung jawab moral, dan keteladanan dari para pemimpin, bukan melalui rasa takut atau praktik brutal yang mewariskan trauma.

Budaya Kekerasan yang Terstruktur

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam praktik pendidikan dan pembinaan militer, pendekatan kekerasan kerap dijadikan dalih untuk membentuk karakter dan loyalitas. Pandangan bahwa prajurit harus “ditempa” secara keras justru menjebak institusi dalam siklus kekerasan yang sulit diputus.

Baca juga:  MUSYAWARAH DAERAH V DHARMA WANITA PERSATUAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Budaya ini tidak hanya melahirkan individu-individu yang menyimpan trauma, tetapi juga menciptakan potensi untuk munculnya kekerasan lanjutan kepada generasi berikutnya. Kekerasan yang dilegalkan sebagai bentuk pembinaan melanggengkan pola struktural yang bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia dan prinsip negara hukum.

Ketertutupan dan Lemahnya Pengawasan

Salah satu akar dari berulangnya kekerasan di lingkungan TNI adalah sifat institusi yang tertutup terhadap pengawasan publik. Struktur komando yang hierarkis sering kali menempatkan korban dalam posisi sulit untuk melapor. Ketakutan terhadap stigma, pembalasan, hingga dianggap tidak loyal, membuat banyak kasus tidak terungkap.

Mekanisme pengawasan internal juga dinilai belum efektif. Bahkan dalam banyak kasus, perwira pembina justru menjadi pelaku. Lemahnya kontrol internal dan minimnya keterlibatan pihak eksternal memperparah kondisi ini.

Dampak Sosial dan Ancaman Profesionalisme

Dampak dari kekerasan di tubuh TNI tidak hanya dirasakan oleh korban dan keluarganya, tetapi juga menciptakan luka sosial yang dalam. Kepercayaan publik terhadap TNI sebagai penjaga kedaulatan negara bisa tergerus bila prajurit sendiri tidak merasa aman dalam institusinya.

Baca juga:  Framing Jahat Terhadap Budi Arie, PROJO: Hentikan Fitnah Murahan!

Lebih dari itu, kohesi internal dalam tubuh militer juga rentan melemah. Loyalitas sejati tak akan tumbuh di lingkungan yang dibangun dengan ketakutan. Dalam jangka panjang, budaya kekerasan dapat menghambat profesionalisme dan memperlebar jarak antara militer dengan masyarakat sipil.

Agenda Reformasi TNI: Langkah Strategis

Untuk memutus siklus kekerasan dan membangun budaya militer yang modern dan profesional, diperlukan langkah-langkah reformasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Berikut beberapa poin strategis:

  1. Reformasi Kurikulum dan Sistem Pembinaan
    Evaluasi kurikulum pendidikan militer di semua jenjang harus dilakukan. Pendekatan kekerasan fisik harus digantikan dengan metode pembinaan berbasis etika militer, psikologi kepemimpinan, serta pelatihan nilai dan integritas.
  2. Penguatan Mekanisme Pengawasan dan Pelaporan
    Dibutuhkan unit pengawasan independen di dalam tubuh TNI yang memiliki kewenangan penuh dalam menerima dan menindaklanjuti laporan kekerasan. Mekanisme ini harus menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor.
  3. Transparansi dan Akuntabilitas Hukum
    Setiap tindak kekerasan yang menyebabkan cedera atau kematian harus diproses secara transparan melalui peradilan militer dan, bila perlu, peradilan umum. TNI harus membuka diri terhadap pengawasan Komnas HAM dan lembaga independen lainnya.
  4. Keterlibatan Masyarakat Sipil dan Pemerintah
    Proses reformasi harus melibatkan elemen masyarakat sipil untuk menjamin akuntabilitas serta membangun kepercayaan publik. Kolaborasi ini penting untuk memastikan TNI tetap dalam koridor konstitusi dan nilai-nilai demokrasi.
  5. Perhatian terhadap Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Prajurit
    Banyak kekerasan dipicu oleh tekanan psikologis dan rendahnya kesejahteraan. TNI perlu menyediakan layanan konseling, pemeriksaan kesehatan mental, serta pelatihan pengelolaan stres dan emosi bagi prajurit.
Baca juga:  MEDIASI GAGAL TERHADAP GUGATAN OBYEK TANAH SENILAI 5 MILYAR RUPIAH DI KEC. TAROKAN

Penutup: Momentum Perubahan

Tragedi yang menimpa Prada Lucky harus menjadi titik balik bagi TNI. Sudah saatnya budaya kekerasan tidak lagi dinormalisasi atas nama disiplin. Reformasi menyeluruh bukan hanya untuk menjaga nama baik institusi, tetapi demi memastikan prajurit sebagai aset bangsa mendapatkan perlindungan, penghormatan, dan pembinaan yang beradab.

Militer yang kuat adalah militer yang profesional, menjunjung tinggi hak asasi, dan mendapatkan kepercayaan dari rakyatnya. TNI harus melangkah lebih jauh untuk menjadi institusi yang tidak hanya ditakuti, tetapi juga dihormati.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
​Rilis Resmi Pemcam Pemalang: 47 Bakal Calon Siap Bertarung di Pilkades Serentak 2026

Alwi Assagaf

13 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kecamatan Pemalang mulai memasuki tahapan pendaftaran bakal calon. Sejumlah desa telah memiliki beberapa nama yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa. ADVERTISEMENT Berdasarkan rilis resmi dari Pemerintah Kecamatan Pemalang diumumkan, Desa Banjarmulya memiliki empat bakal calon, yakni Daristo, Supardi, M. Abdul …

Pilkades 2026: Risyanto Siap Membawa Perubahan Untuk Sewaka Lebih Maju

Alwi Assagaf

13 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, mulai menghangat. Salah satu figur menonjol yang resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Kepala Desa (Bakal Kades) adalah Risyanto. ADVERTISEMENT ​Langkah putra daerah ini didasari komitmen kuat untuk mengabdi di tanah kelahiran. Berbekal rekam jejak kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengalaman pengayoman di …

Janji Politik Terganjal Distribusi, Sejumlah Ambulans Desa Mangkrak di Dinpermasdes Pemalang

Alwi Assagaf

13 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Sejumlah unit armada mobil ambulans bantuan untuk pemerintah desa (pemdes) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang terpantau terparkir lama dan belum disalurkan di halaman Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Pemalang. ADVERTISEMENT ​Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (13/8/2026), deretan kendaraan operasional layanan kesehatan masyarakat tersebut tampak mangkrak tanpa ada kepastian …

Kawal Pilkades PAW Desa Blendung, Pemcam Ulujami Tekankan Panitia Taat Regulasi

Alwi Assagaf

12 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami mengawal ketat persiapan Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Blendung. Tahapan awal dimulai melalui pembentukan panitia pemilihan dalam Musyawarah Desa (Musdes) di balai desa setempat, Kamis (10/9/2026). ADVERTISEMENT ​Kegiatan tersebut dipimpin oleh jajaran Pemcam dan Forkopimca Ulujami, serta dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa …

Bangunan Lama RSUD Kepulauan Meranti, Mulai Retak Disana-Sini, Plafon Bocor, Pengelola Mengeluh Tidak Ditanggapi.

Redaksi

11 Sep 2026

Kepulauan Meranti, vokalpublika.com Keberadaan RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, yang terletak dan berlokasi di Dorak, sekitar Kantor Bupati dan Gedung DPRD serta dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti berdiri sendiri dan memisahkan diri dari Kabupaten Induk Bengkalis, kondisi bangunan saat ini sudah mulai sangat menguatirkan karena termakan usia, keretakan bangunan RSUD …

TNI-AD 1403 Palopo Turun Tertibkan Dugaan Tambang Ilegal di Bajo, Sejumlah Alat dan Perlengkapan Diminta Diamankan

Redaksi

11 Sep 2026

LUWU, vokalpublika.com— Sejumlah personel Kodim 1403 Kota Palopo turun langsung melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di sejumlah lokasi wilayah Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kamis, 10 September 2026. ADVERTISEMENT Penertiban tersebut dilakukan setelah personel TNI-AD menemukan masih adanya aktivitas dan sejumlah pekerja yang berada di lokasi pertambangan yang sebelumnya telah beberapa …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x