Home » Berita » Transparansi Dana Desa Terancam: Kades Caritas Sogawunasi Diduga Gelapkan Bantuan untuk Warga

Transparansi Dana Desa Terancam: Kades Caritas Sogawunasi Diduga Gelapkan Bantuan untuk Warga

Redaksi 28 Jul 2025 2.108

Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), program pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur desa tidak pernah direalisasikan sebagaimana mestinya.

“Nama kami tercantum dalam daftar penerima bantuan, tetapi bantuan tidak pernah kami terima. Jalan desa tetap rusak, dan air bersih pun tidak tersedia,” ujar warga berinisial AG melalui pesan WhatsApp. Ia juga menyatakan bahwa tidak pernah ada transparansi terkait pengelolaan keuangan desa, termasuk tidak adanya laporan pertanggungjawaban yang disampaikan ke publik.

Baca juga:  Perkuat Sinergitas Melalui Piramida Kapolres Probolinggo Ajak Awak media

Lebih lanjut, warga menyoroti penggunaan rumah pribadi kepala desa sebagai kantor desa, yang dinilai melanggar aturan pengelolaan aset desa. Sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemanfaatan aset desa, termasuk penggunaan bangunan, harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak boleh dilakukan secara sepihak.

Selain itu, masyarakat merasa tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa, padahal prinsip partisipasi warga merupakan elemen wajib dalam pengelolaan Dana Desa.

Atas berbagai temuan tersebut, warga mendesak aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan Negeri Nias Selatan dan Kepolisian, untuk segera melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan Dana Desa di Caritas Sogawunasi. Mereka juga meminta Inspektorat Kabupaten Nias Selatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) segera turun tangan untuk mengevaluasi realisasi program serta kinerja pemerintah desa setempat.

Baca juga:  Pernyataan KONi Menyesatkan Publik, Exco Askab PSSI Pemalang : Semangat Kami Masih Menyala Untuk Kebangkitan PSIP

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Faona Lala Giawa belum memberikan pernyataan resmi atas tudingan yang beredar. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh tim wartawan pun belum membuahkan hasil.

Kasus ini meninggalkan banyak pertanyaan dan mengecewakan di tengah masyarakat. Dana Desa yang seharusnya menjadi alat untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga desa justru diduga disalahgunakan. Warga berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat memproses sesuai hukum, serta berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(wakaperwilsumut)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Puluhan Lobang di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Pemalang Akhirnya Ditambal

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Setelah sebelumnya dikeluhkan karena banyaknya lubang yang mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas, Jalan Perintis Kemerdekaan di Kabupaten Pemalang akhirnya mulai mendapatkan penanganan. Pada Sabtu sore (14/2/2026), proses penambalan terlihat dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya dilaporkan rusak. Pantauan di lapangan menunjukkan material tambal telah diaplikasikan pada bagian-bagian jalan yang berlubang. Beberapa …

Proyek Talud Bankeu Provinsi Jateng di Tegalsuruh Pekalongan Disorot, Diduga Tak Sesuai Spek

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pekalongan, Vokalpublika.com — Proyek pembangunan talud di Desa Tegalsuruh, RT 02 dan RT 03 RW 02, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Talud yang dibangun untuk menahan tekanan tanah tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (spek) sebagaimana tercantum dalam papan informasi proyek. Berdasarkan papan informasi di lokasi, volume pekerjaan tercatat sepanjang …

Jalan Pemkab Perintis Kemerdekaan Masih Banyak Lubang Penambalan Belum Merata

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Pemalang masih memprihatinkan. Pantauan media Vokalpublika.com Sabtu (14/2/2026), menunjukkan meski beberapa titik telah ditambal dan diberi cat putih sebagai tanda, sebagian besar jalan masih rusak. Lubang yang cukup dalam terlihat di beberapa titik dan berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas. Kondisi ini masih terjadi hingga berita ini diterbitkan. …

Tim Sapu Lobang UPJI DPU Pemalang Tambal Jalan Slamet Riyadi: Tambal Jalan Sebelum Renggut Korban

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Langkah konkret ini terlihat dari aktivitas Tim Sapu Lobang Unit Pengelola Jalan dan Jembatan (UPJI) yang bergerak cepat melakukan perbaikan jalan rusak.Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada hari ini, Tim Sapu Lobang tampak sedang sibuk …

PC LAZISNU Kota Probolinggo Berikan Bantuan Kepada Pemuda Penderita Tumor Ganas

Redaksi

14 Feb 2026

Probolinggo,-vokalpublika.comLembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), yaitu lembaga yang dibentuk oleh Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari warga NU dan masyarakat umum. Tujuan Lazisnu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, Abdul Karim Zain Pimpinan Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul …

Dugaan Pungli Mencuat: Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja Disorot, Dugaan Pungutan Ganda Bebani Pedagang Kecil

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

BUKATEJA – Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan pungutan ganda yang dinilai memberatkan pedagang. Selain retribusi resmi dari pemerintah daerah, pedagang juga mengaku masih dikenai iuran tambahan oleh paguyuban, memunculkan pertanyaan serius soal transparansi, legalitas, dan akuntabilitas pengelolaan dana di pasar tersebut. Sejumlah pedagang menyebut setiap hari harus membayar dua jenis …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x