- UncategorizedKantor Pertanahan Dairi Evaluasi Layanan Pengukuran Terjadwal, Pastikan Proses Pelayanan Lebih Tertib dan Transparan
- UncategorizedSekjen ATR/BPN Dorong Satu Visi untuk Perkuat Transformasi Layanan Pertanahan
- UncategorizedWamen Ossy Dorong RUU Reforma Agraria Jadi Instrumen Keadilan Sosial dan Pengentasan Ketimpangan
- UncategorizedKantor Pertanahan Dairi Libatkan Aparat Desa Tingkatkan Kualitas Data Bidang Tanah KW4, KW5, dan KW6
- BeritaKABUT ASAP MENCEKAM KALBAR, FBN BENGKAYANG SERUKAN GOTONG ROYONG DAN EVALUASI TOTAL PENANGANAN KARHUTLA
- BeritaPinjaman Rp200 Miliar Tanpa Restu DPRD Tuai Sorotan Pemkab Pemalang Hentikan Proyek Strategis, Plt Bupati: Sedang Konsultasi

KABUT ASAP MENCEKAM KALBAR, FBN BENGKAYANG SERUKAN GOTONG ROYONG DAN EVALUASI TOTAL PENANGANAN KARHUTLA
BENGKAYANG, KALBAR,vokalpublika.com— Kamis, 3 September 2026 — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, kualitas udara, kesehatan warga, hingga aktivitas pendidikan yang di sejumlah wilayah harus dihentikan sementara.
Situasi ini mendapat perhatian serius dari Ketua Forum Bela Negara (FBN) DPD Kabupaten Bengkayang sekaligus praktisi hukum, Barudin, S.H., CPM. Ia menyerukan agar seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tidak terjebak pada saling menyalahkan, tetapi segera memperkuat koordinasi, gotong royong, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan Karhutla.
Menurut Barudin, Karhutla merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan tidak hanya pada saat api telah membesar, tetapi melalui sistem pencegahan dan mitigasi yang terukur sejak sebelum memasuki periode rawan.
«“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Jangan saling menyalahkan. Semua pihak harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan,” ujar Barudin.»
PENANGANAN HARUS TERINTEGRASI
Barudin menilai pengerahan kekuatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat Karhutla. Penanganan di lapangan membutuhkan keterlibatan TNI-Polri, BNPB, pemerintah daerah, instansi teknis, pemadam kebakaran, relawan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat di wilayah terdampak.
Sinergi tersebut, menurutnya, harus dibangun secara berjenjang mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat desa.
Selain unsur pemerintahan dan aparat, masyarakat sipil juga memiliki peran strategis. Relawan, mahasiswa, tenaga kesehatan, organisasi lingkungan, insan pers, serta lembaga sosial dapat berkontribusi dalam penyebaran informasi, edukasi, distribusi masker, bantuan logistik, maupun pemantauan kondisi masyarakat.
«“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Begitu juga masyarakat tidak bisa berjalan sendiri. Karhutla harus dihadapi sebagai persoalan bersama,” tegasnya.»
JANGAN HANYA PADAMKAN API, PERKUAT PENCEGAHAN
FBN Bengkayang menilai pola penanganan Karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman titik api. Pemerintah perlu memastikan sistem pencegahan berjalan lebih awal, terutama memasuki periode yang secara klimatologis rawan kebakaran.
Kesiapsiagaan, pemetaan wilayah rawan, patroli, deteksi dini, edukasi masyarakat, pengawasan aktivitas pembukaan lahan, serta kesiapan personel dan peralatan harus dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana asap berskala luas.
Barudin juga mendorong evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat kelemahan koordinasi, keterlambatan respons, keterbatasan sarana-prasarana, maupun persoalan lain yang menyebabkan kebakaran berkembang dan berdampak luas terhadap masyarakat.
TIGA PILAR LANGKAH STRATEGIS
FBN Bengkayang menawarkan tiga langkah utama yang perlu diperkuat dalam penanganan Karhutla.
Pertama, gotong royong darurat. Seluruh kekuatan pemerintah, aparat keamanan, relawan dan masyarakat harus berada dalam satu pola koordinasi yang jelas. Prioritas utama adalah pemadaman titik api, perlindungan masyarakat, pelayanan kesehatan, distribusi masker dan bantuan bagi warga terdampak.
Kedua, evaluasi dan penegakan hukum. Setelah kondisi darurat terkendali, pemerintah bersama aparat penegak hukum perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan transparan. Apabila ditemukan dugaan pembakaran yang disengaja maupun pelanggaran ketentuan lingkungan, proses hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
«“Evaluasi jangan hanya berhenti pada laporan administratif. Harus dilihat apa yang menjadi penyebab, di mana titik lemahnya, siapa yang bertanggung jawab apabila memang ditemukan pelanggaran, dan bagaimana memastikan kejadian serupa tidak berulang,” kata Barudin.»
Ketiga, pencegahan jangka panjang. Pemerintah perlu menyusun strategi permanen melalui penguatan regulasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sistem peringatan dini, pengawasan wilayah rawan, serta peningkatan kapasitas personel dan sarana penanggulangan Karhutla.
IKHTIAR FISIK DAN SPIRITUAL
Di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat, Barudin juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual.
Doa bersama dan kearifan lokal, menurutnya, dapat menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk menghadapi bencana, namun tetap harus berjalan beriringan dengan langkah teknis dan ilmiah dalam penanganan Karhutla.
«“Kita ikhtiar secara maksimal di lapangan, sekaligus memperkuat doa. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi udara kembali normal,” ujarnya.»
KESELAMATAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PRIORITAS
FBN Bengkayang menegaskan bahwa persoalan Karhutla bukan sekadar persoalan api dan lahan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan publik, pendidikan, ekonomi, transportasi, serta kualitas lingkungan hidup.
Karena itu, Barudin meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan masyarakat dan menghindari narasi yang dapat memperkeruh situasi.
Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak cukup diukur dari berapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga dari seberapa cepat masyarakat terlindungi, seberapa efektif pencegahan dilakukan, dan seberapa serius pemerintah menutup celah agar bencana asap tidak kembali berulang.
“Kita harus bergerak bersama hari ini dan melakukan evaluasi untuk hari esok. Jangan sampai setiap tahun masyarakat kembali menjadi korban kabut asap karena kita hanya sibuk memadamkan api setelah bencana terjadi,” pungkas Barudin.
FIFA World Cup 2026
Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat
48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com — Sejumlah proyek pembangunan strategis di Kabupaten Pemalang terhenti sementara di tengah sorotan tajam terkait pinjaman daerah yang mencapai ratusan miliar rupiah. Langkah penghentian ini diklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi anggaran. ADVERTISEMENT Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, H. Nurkholes, mengonfirmasi bahwa penundaan beberapa kegiatan strategis, termasuk pembangunan RSUD …
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com — Dugaan malapraktik menimpa Kartika Sani (39), warga Desa Sokowangi, Kecamatan Taman, Pemalang. Pasien meninggal dunia di RSI Al-Ikhlas Pemalang pada Kamis (13/8/2026) usai mengalami pembesaran perut dan sesak napas pasca tindakan operasi cesar di RSUD dr. Ashari. ADVERTISEMENT Suami almarhumah, Munawar, menceritakan bahwa istrinya menjalani operasi cesar pada Rabu (5/8/2026) dan diperbolehkan …
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang didesak untuk meninjau ulang dan membatalkan pinjaman daerah senilai Rp55 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pinjaman kepada BUMN di bawah Kementerian Keuangan tersebut ditengarai cacat prosedur karena dilakukan tanpa alur pembahasan dan persetujuan DPRD Pemalang. ADVERTISEMENT Anggota Komisi A DPRD Pemalang, Heru Kundhimiarso, menyatakan bahwa secara …
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang,Vokalpublika.com — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pemalang memberikan kejutan dengan menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang. Kunjungan silaturahmi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Ke-81, Kamis 3 September 2026. ADVERTISEMENT Kehadiran jajaran Polres Pemalang tersebut diwakili oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pemalang, AKP Wildan, yang hadir menyampaikan apresiasi …
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Pemalang mengimbau bakal calon kepala desa (balon kades) beserta pendukungnya untuk menjaga kerukunan selama tahapan Pilkades Bojongnangka berlangsung. ADVERTISEMENT Imbauan ini disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pemalang, Legiman, saat memantau pendaftaran salah satu balon kades, H. Nurinto, Kamis (3/9/2026). Pendaftaran H. Nurinto tersebut diiringi sekitar 800 pendukung menuju lokasi pendaftaran. Monitoring …
Alwi Assagaf
03 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com – Komandan Kodim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo menghadiri kegiatan Panen Raya Padi bersama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026). ADVERTISEMENT Kehadiran jajaran Kodim 0711/Pemalang ini mempertegas komitmen TNI dalam mengawal ketahanan pangan nasional di wilayah daerah.Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf Edy Wibowo …
17 Sep 2025 5.577 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. ADVERTISEMENT Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu …
07 Oct 2025 4.469 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.836 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. ADVERTISEMENT Perkara kecelakaan maut …
05 Aug 2025 3.671 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. ADVERTISEMENT Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi …
22 May 2025 3.174 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. ADVERTISEMENT Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat …
14 May 2025 3.128 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. ADVERTISEMENT Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga …
28 Jul 2025 2.552 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. ADVERTISEMENT Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai …