Home » Hukum » Eks Stafsus Nadiem Diperiksa 13 Jam oleh Kejagung Terkait Pengadaan Laptop Rp 9,9 Triliun

Eks Stafsus Nadiem Diperiksa 13 Jam oleh Kejagung Terkait Pengadaan Laptop Rp 9,9 Triliun

admin 11 Jun 2025 204

Jakarta, vokalpublika.com – Fiona Handayani, mantan staf khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, menjalani pemeriksaan intensif oleh tim Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung selama lebih dari 13 jam pada Selasa (10/6). Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan laptop berbasis Chromebook senilai hampir Rp 10 triliun.

Fiona tiba di Gedung Bundar Kejagung pada pagi hari dan baru meninggalkan lokasi pemeriksaan sekitar pukul 22.55 WIB. Saat keluar, Fiona enggan memberikan keterangan kepada media. Penjelasan hanya disampaikan oleh kuasa hukumnya, Indra Sihombing.

“Pemeriksaan belum selesai. Klien kami akan kembali pada Jumat depan untuk melanjutkan proses klarifikasi terkait tupoksinya selama menjabat,” ujar Indra kepada wartawan, Selasa malam (10/6/2025), dikutip dari Kompas.com.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Fiona serta dugaan keterlibatannya dalam memberi masukan teknis dalam proyek pengadaan yang kini tengah disorot. Kejagung tengah mengusut indikasi adanya persekongkolan dalam proses kajian teknis, di mana pemilihan perangkat berbasis Chromebook dianggap menyimpang dari rekomendasi awal yang cenderung mengarah ke sistem Windows.

Baca juga:  Diduga Ilegal: Aktivitas Galian C di Desa Sidomukti-Weleri Meresahkan, Menganggu Aktivitas Belajar Santri, Berpotensi Merusak Lingkungan, Pelaku Usaha Seakan Kebal Hukum!

“Penyidik sedang menelusuri siapa yang memberi justifikasi teknis atas pemilihan Chromebook. Dugaan kami, terjadi pembelokan rekomendasi,” kata seorang sumber internal Kejagung seperti dilansir Kompas.com, Rabu (11/6/2025).

Proyek pengadaan ini menjadi sorotan karena nilai anggarannya mencapai Rp 9,982 triliun, namun diduga tidak berjalan efektif, terutama karena keterbatasan akses internet di berbagai wilayah penerima. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan, namun Kejagung telah mencekal sejumlah pihak dan menggeledah rumah para mantan stafsus, termasuk Fiona, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief.

Baca juga:  Warga Disuruh Kerja ke Luar Negeri, Tapi WNA Justru Bekerja di Sini

Kejagung masih menghitung potensi kerugian negara dalam proyek ini, sambil terus mendalami keterlibatan pihak-pihak lain yang ikut dalam proses pengambilan keputusan teknis.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Diduga KPLP Lapas Kotabumi Lakukan Pemerasan, Eks Napi Ungkap Praktik Setoran Jutaan Rupiah

Redaksi

10 Apr 2026

Kotabumi, vokalpublika.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotabumi dihebohkan oleh dugaan praktik pemerasan yang diduga dilakukan oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP). Isu ini mencuat setelah seorang mantan narapidana membongkar pengalaman pahitnya selama menjalani masa hukuman. Mantan narapidana yang telah bebas pada 9 April 2026 tersebut mengaku menjalani hukuman selama empat tahun di Lapas Kotabumi. Ia menyadari …

Kapolda Jatim Satukan Aremania – Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

Redaksi

08 Apr 2026

SURABAYA, vokalpublika.com– Upaya rekonsiliasi suporter di Jawa Timur terus diperkuat. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mempertemukan perwakilan Aremania dan Bonek dalam audiensi di Mapolda Jatim, Rabu (8/4/2026), guna memastikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya berlangsung aman dan damai. Audiensi ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kondusivitas …

Kritik Pengamat Hukum: Gagal Bayar BMT di Pekalongan Antara Kerentanan Regulasi dan Urgensi Kehadiran Negara

Alwi Assagaf

06 Apr 2026

PEKALONGAN, Vokalpublika.com – Fenomena gagal bayar yang melanda Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Mitra Ummat di Kota Pekalongan menjelang Idul Fitri memicu sorotan tajam dari praktisi hukum. David Santosa, S.E., S.H., seorang pengamat hukum, menilai krisis ini bukan sekadar kegagalan manajerial, melainkan potret kerentanan sistemik koperasi di Indonesia. ​David menjelaskan bahwa secara legal, BMT beroperasi …

Dari Rest Area ke Pendopo: Jejak Rp11,4 Miliar di Balik Proyek Bekasi

Redaksi

06 Apr 2026

Bekasi, vokalpublika.com -Uang itu berpindah tangan di banyak tempat: dari sudut restoran cepat saji, parkiran pusat belanja, hingga rest area di ruas tol. Jumlahnya tak kecil—Rp11,4 miliar. Jaksa menyebutnya sebagai ongkos untuk “mengondisikan” proyek. Di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, nama Sarjan muncul sebagai simpul penting. Ia bukan sekadar kontraktor. Dalam dakwaan, ia …

Bekasi Terseret! Rumah Ono Surono Digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi, Dugaan Aliran Dana Korupsi Terkuak

Redaksi

03 Apr 2026

Jakarta, vokalpublika.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, di Indramayu. Penggeledahan ini menjadi sorotan publik karena merupakan kali kedua dilakukan, setelah sebelumnya tim penyidik juga menyasar rumah yang bersangkutan di Bandung. Langkah berulang ini menandakan bahwa penyidikan tidak berhenti pada satu titik. KPK diduga tengah mengurai benang …

Kesalahpahaman Kades Sirangkang Vs Leasing Sepakat Damai, Laporan Resmi Dicabut

Alwi Assagaf

02 Apr 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Perselisihan antara Kepala Desa Sirangkang, Wardi, dengan karyawan FIF yang sempat viral di media sosial berakhir melalui jalur damai. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri konflik secara kekeluargaan setelah menempuh proses mediasi pada Kamis, 2 April 2026. ​Kuasa hukum Richard Simbolon, S.H., M.H., menyatakan bahwa perdamaian ini didasari kesadaran bersama untuk saling memaafkan. …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x