Home » Berita » KABUT ASAP MENCEKAM KALBAR, FBN BENGKAYANG SERUKAN GOTONG ROYONG DAN EVALUASI TOTAL PENANGANAN KARHUTLA

KABUT ASAP MENCEKAM KALBAR, FBN BENGKAYANG SERUKAN GOTONG ROYONG DAN EVALUASI TOTAL PENANGANAN KARHUTLA

Redaksi 04 Sep 2026 43

BENGKAYANG, KALBAR,vokalpublika.com— Kamis, 3 September 2026 — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, kualitas udara, kesehatan warga, hingga aktivitas pendidikan yang di sejumlah wilayah harus dihentikan sementara.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Situasi ini mendapat perhatian serius dari Ketua Forum Bela Negara (FBN) DPD Kabupaten Bengkayang sekaligus praktisi hukum, Barudin, S.H., CPM. Ia menyerukan agar seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tidak terjebak pada saling menyalahkan, tetapi segera memperkuat koordinasi, gotong royong, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan Karhutla.

Menurut Barudin, Karhutla merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan tidak hanya pada saat api telah membesar, tetapi melalui sistem pencegahan dan mitigasi yang terukur sejak sebelum memasuki periode rawan.

«“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Jangan saling menyalahkan. Semua pihak harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan,” ujar Barudin.»

PENANGANAN HARUS TERINTEGRASI

Barudin menilai pengerahan kekuatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat Karhutla. Penanganan di lapangan membutuhkan keterlibatan TNI-Polri, BNPB, pemerintah daerah, instansi teknis, pemadam kebakaran, relawan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat di wilayah terdampak.

Baca juga:  Kementerian ESDM Hentikan Sementara Operasi PT GAG Nikel di Raja Ampat

Sinergi tersebut, menurutnya, harus dibangun secara berjenjang mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat desa.

Selain unsur pemerintahan dan aparat, masyarakat sipil juga memiliki peran strategis. Relawan, mahasiswa, tenaga kesehatan, organisasi lingkungan, insan pers, serta lembaga sosial dapat berkontribusi dalam penyebaran informasi, edukasi, distribusi masker, bantuan logistik, maupun pemantauan kondisi masyarakat.

«“Negara tidak bisa bekerja sendiri. Begitu juga masyarakat tidak bisa berjalan sendiri. Karhutla harus dihadapi sebagai persoalan bersama,” tegasnya.»

JANGAN HANYA PADAMKAN API, PERKUAT PENCEGAHAN

FBN Bengkayang menilai pola penanganan Karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman titik api. Pemerintah perlu memastikan sistem pencegahan berjalan lebih awal, terutama memasuki periode yang secara klimatologis rawan kebakaran.

Kesiapsiagaan, pemetaan wilayah rawan, patroli, deteksi dini, edukasi masyarakat, pengawasan aktivitas pembukaan lahan, serta kesiapan personel dan peralatan harus dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana asap berskala luas.

Barudin juga mendorong evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan. Evaluasi tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat kelemahan koordinasi, keterlambatan respons, keterbatasan sarana-prasarana, maupun persoalan lain yang menyebabkan kebakaran berkembang dan berdampak luas terhadap masyarakat.

TIGA PILAR LANGKAH STRATEGIS

FBN Bengkayang menawarkan tiga langkah utama yang perlu diperkuat dalam penanganan Karhutla.

Baca juga:  Dua Pelajar Tersesat Saat Mendaki Gunung Jantan, Selamat Setelah Dievakuasi

Pertama, gotong royong darurat. Seluruh kekuatan pemerintah, aparat keamanan, relawan dan masyarakat harus berada dalam satu pola koordinasi yang jelas. Prioritas utama adalah pemadaman titik api, perlindungan masyarakat, pelayanan kesehatan, distribusi masker dan bantuan bagi warga terdampak.

Kedua, evaluasi dan penegakan hukum. Setelah kondisi darurat terkendali, pemerintah bersama aparat penegak hukum perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan transparan. Apabila ditemukan dugaan pembakaran yang disengaja maupun pelanggaran ketentuan lingkungan, proses hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

«“Evaluasi jangan hanya berhenti pada laporan administratif. Harus dilihat apa yang menjadi penyebab, di mana titik lemahnya, siapa yang bertanggung jawab apabila memang ditemukan pelanggaran, dan bagaimana memastikan kejadian serupa tidak berulang,” kata Barudin.»

Ketiga, pencegahan jangka panjang. Pemerintah perlu menyusun strategi permanen melalui penguatan regulasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, sistem peringatan dini, pengawasan wilayah rawan, serta peningkatan kapasitas personel dan sarana penanggulangan Karhutla.

IKHTIAR FISIK DAN SPIRITUAL

Di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat, Barudin juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual.

Doa bersama dan kearifan lokal, menurutnya, dapat menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk menghadapi bencana, namun tetap harus berjalan beriringan dengan langkah teknis dan ilmiah dalam penanganan Karhutla.

Baca juga:  Paripurna DPRD Kota Bekasi Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

«“Kita ikhtiar secara maksimal di lapangan, sekaligus memperkuat doa. Mudah-mudahan hujan segera turun dan kondisi udara kembali normal,” ujarnya.»

KESELAMATAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PRIORITAS

FBN Bengkayang menegaskan bahwa persoalan Karhutla bukan sekadar persoalan api dan lahan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan publik, pendidikan, ekonomi, transportasi, serta kualitas lingkungan hidup.

Karena itu, Barudin meminta seluruh pihak mengedepankan kepentingan masyarakat dan menghindari narasi yang dapat memperkeruh situasi.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla tidak cukup diukur dari berapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga dari seberapa cepat masyarakat terlindungi, seberapa efektif pencegahan dilakukan, dan seberapa serius pemerintah menutup celah agar bencana asap tidak kembali berulang.

“Kita harus bergerak bersama hari ini dan melakukan evaluasi untuk hari esok. Jangan sampai setiap tahun masyarakat kembali menjadi korban kabut asap karena kita hanya sibuk memadamkan api setelah bencana terjadi,” pungkas Barudin.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
​Pasien Meninggal Pasca-Cesar, Plt Direktur RSUD dr. Ashari Pemalang Lakukan Pendalaman Internal

Alwi Assagaf

04 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Dugaan malapraktik menimpa Kartika Sani (39), warga Desa Sokowangi, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Pasien meninggal dunia di RSI Al-Ikhlas Pemalang pada Kamis (13/8/2026) usai mengalami pembesaran perut dan sesak napas pasca-operasi patek (cesar) di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. ADVERTISEMENT ​Merespons peristiwa ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. M. Ashari Pemalang, …

Pinjaman Rp200 Miliar Tanpa Restu DPRD Tuai Sorotan Pemkab Pemalang Hentikan Proyek Strategis, Plt Bupati: Sedang Konsultasi

Alwi Assagaf

03 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Sejumlah proyek pembangunan strategis di Kabupaten Pemalang terhenti sementara di tengah sorotan tajam terkait pinjaman daerah yang mencapai ratusan miliar rupiah. Langkah penghentian ini diklaim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi anggaran. ADVERTISEMENT ​Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, H. Nurkholes, mengonfirmasi bahwa penundaan beberapa kegiatan strategis, termasuk pembangunan RSUD …

​Dugaan Malapraktik di Pemalang: Keluarga Kecewa RSUD Tak Buka Riwayat Komplikasi Pasien dan Akses Ambulans

Alwi Assagaf

03 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Dugaan malapraktik menimpa Kartika Sani (39), warga Desa Sokowangi, Kecamatan Taman, Pemalang. Pasien meninggal dunia di RSI Al-Ikhlas Pemalang pada Kamis (13/8/2026) usai mengalami pembesaran perut dan sesak napas pasca tindakan operasi cesar di RSUD dr. Ashari. ADVERTISEMENT ​Suami almarhumah, Munawar, menceritakan bahwa istrinya menjalani operasi cesar pada Rabu (5/8/2026) dan diperbolehkan …

Gegabah! Tanpa Persetujuan DPRD, Pemkab Pemalang Hutang Rp55 Miliar ke PT SMI, Kundhi: Berpotensi Memicu Konsekuensi Hukum Serius

Alwi Assagaf

03 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang didesak untuk meninjau ulang dan membatalkan pinjaman daerah senilai Rp55 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Pinjaman kepada BUMN di bawah Kementerian Keuangan tersebut ditengarai cacat prosedur karena dilakukan tanpa alur pembahasan dan persetujuan DPRD Pemalang. ADVERTISEMENT ​Anggota Komisi A DPRD Pemalang, Heru Kundhimiarso, menyatakan bahwa secara …

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Polres Pemalang Sambangi Kejari di Hari Jadi Kejaksaan Ke-81

Alwi Assagaf

03 Sep 2026

Pemalang,Vokalpublika.com — Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pemalang memberikan kejutan dengan menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang. Kunjungan silaturahmi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Ke-81, Kamis 3 September 2026. ADVERTISEMENT ​Kehadiran jajaran Polres Pemalang tersebut diwakili oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pemalang, AKP Wildan, yang hadir menyampaikan apresiasi …

Kawal Pilkades Serentak, Pemerintah Kecamatan Pemalang Minta Para Pendukung Balon Kades Turut Jaga Kondusivitas

Alwi Assagaf

03 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Pemalang mengimbau bakal calon kepala desa (balon kades) beserta pendukungnya untuk menjaga kerukunan selama tahapan Pilkades Bojongnangka berlangsung. ADVERTISEMENT Imbauan ini disampaikan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pemalang, Legiman, saat memantau pendaftaran salah satu balon kades, H. Nurinto, Kamis (3/9/2026). Pendaftaran H. Nurinto tersebut diiringi sekitar 800 pendukung menuju lokasi pendaftaran. Monitoring …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x