Home » Berita » Pedagang Alun-alun Pemalang Keluhkan Fasilitas Kurang Layak: Drainase Sumbat dan Tidak Rapi

Pedagang Alun-alun Pemalang Keluhkan Fasilitas Kurang Layak: Drainase Sumbat dan Tidak Rapi

Alwi Assagaf 28 Jan 2026 35

Pemalang, Vokalpublika.com – Pedagang di kawasan Komplek Alun-alun Pemalang terus menjalankan aktivitas ekonomi harian meski masih menghadapi persoalan teknis yang berulang, terutama terkait kelancaran saluran air dan kerapian lapak usaha saat musim hujan.

Salah satu pedagang minuman, Ujang, menyampaikan bahwa usaha kecil yang dijalankan sejak belasan tahun lalu tetap bertahan berkat ramainya pengunjung Alun-alun Pemalang pada waktu tertentu. Namun, kondisi cuaca kerap memengaruhi pendapatan harian.

“Kalau ramai pengunjung, penghasilan ikut naik. Tapi kalau hujan turun, pengunjung berkurang dan otomatis pendapatan menurun. Saat cuaca panas, hasil jualan biasanya lebih baik,” ujar Ujang saat ditemui wartawan, Rabu (28/1/2026).

Baca juga:  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 4-6 Desember 2025

Menurut penuturan Ujang, penataan pedagang di kawasan tersebut relatif tertib. Meski begitu, saluran drainase masih menjadi persoalan yang sering muncul saat curah hujan tinggi. Air hujan kerap tidak mengalir maksimal akibat penyumbatan.

“Kalau hujan deras, air sering tertahan. Pedagang biasanya membersihkan sendiri supaya aliran air bisa kembali lancar,” kata Ujang.

Selain persoalan drainase, kondisi fisik lapak juga memerlukan perhatian. Beberapa lapak disebut masih memiliki atap yang kurang rapi dan mengalami kebocoran ringan. Upaya perbaikan sementara sering dilakukan secara mandiri demi kenyamanan pengunjung.

“Kalau ada atap bocor, biasanya langsung diperbaiki sendiri. Tujuannya supaya pembeli tetap nyaman saat duduk atau minum,” tambahnya.

Baca juga:  Mbah Maimoen Zubair Raih Penghargaan Adiluhung, Taj Yasin: Semasa Hidupnya Beliau Sangat Peduli Akan Keutuhan Bangsa

Aktivitas perdagangan di kawasan Alun-alun Pemalang berlangsung hampir sepanjang hari. Jam operasional pedagang umumnya dimulai sejak pagi hingga malam hari. Distribusi barang dagangan sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.

“Jualan dari pagi sampai malam. Alhamdulillah pasokan barang lancar,” ungkap Ujang.

Ke depan, para pedagang berharap adanya peningkatan fasilitas penunjang, khususnya perbaikan drainase agar tidak mudah tersumbat. Penambahan penerangan juga dinilai penting guna menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus mempercantik kawasan saat malam hari.

“Kalau saluran air lancar dan lampu ditambah, pengunjung pasti lebih nyaman. Kawasan juga terlihat lebih rapi,” ujarnya.

Baca juga:  Gagal Curi Motor di Kebalen Wetan, Warga Pegirian Ditangkap Polisi

Selain penerangan, perhatian terhadap penutup besi drainase yang mulai mengalami kerusakan juga dinilai mendesak. Pasokan air bersih turut menjadi kebutuhan utama pedagang agar aktivitas usaha tidak terganggu.

“Air sangat dibutuhkan pedagang. Harapannya pasokan air bisa stabil setiap hari,” pungkas Ujang.

Sampai berita ini disajikan, belum terdapat pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai rencana pembenahan infrastruktur di kawasan Komplek Alun-alun Pemalang. (Slamet Febriansyah)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Pensiunan Pegawai BPN di Pemalang Diduga Jadi Calo Sertifikat Tanah, Tarif “Langit” Capai Puluhan Juta Cekik Warga

Alwi Assagaf

04 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dugaan praktik percaloan dalam pengurusan sertifikat tanah kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada keterlibatan sejumlah oknum pensiunan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga memanfaatkan sisa pengaruh dan koneksi “orang dalam” untuk mematok tarif pengurusan sertifikat hingga puluhan kali lipat dari biaya resmi. Berdasarkan penelusuran di lapangan, SR …

Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Alwi Assagaf

04 Feb 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Program perbaikan drainase kota yang digadang-gadang sebagai solusi banjir di Kabupaten Pemalang kini justru menuai sorotan tajam. Proyek pemasangan saluran beton (U-Ditch) yang dikerjakan serentak di berbagai titik kota dinilai “asal jadi” dan tidak berbasis kajian teknis yang matang. Andi Rustono aktivis senior yang juga selaku Ketua Presidium Gunung Slamet menyebut, polemik …

Darurat Sampah Pemalang”Liang Kubur” Semakin Sempit, Akankah Penanganan Semakin Sulit?

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Selasa 3 Februari 2026, Kabupaten Pemalang tengah menghadapi fase paling kritis dalam sejarah pengelolaan sampahnya. Frasa “liang kubur sampah semakin sempit” bukan sekadar metafora, melainkan realitas fisik di TPA Pesalakan (Pegongsoran) yang telah melampaui daya tampung (overload). Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, dinamika penanganan sampah di Pemalang diwarnai oleh penutupan paksa …

Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kapolres Nganjuk Apresiasi Dedikasi Anggota Polri

Redaksi

03 Feb 2026

Nganjuk, vokalpublika.com– Polres Nganjuk menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Anggota Polri Periode 1 Februari 2026 di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk, Selasa (03/02/2026) pagi. Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, S.E., M.H., mewakili Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa …

Soal Banjir Rendam Kota dan Kawasan City Walk, Andi Rustono Ketua Presidium Gunung Slamet: Jangan Menyalahkan Alam dan Tuhan, Ini Kinerja Buruk Pemkab Pemalang

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Menyoroti isu klasik dalam pembangunan kota: estetika vs fungsi. Andi Rustono selaku Ketua Presidium Gunung Slamet atau Aktivis Pemerhati Lingkungan, melontarkan kritik tajam mengenai ketiadaan drainase di kawasan City Walk Pemalang mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap perencanaan infrastruktur yang dianggap kurang matang. ​Akar Masalah kawasan yang dirancang sebagai pusat keramaian dan keindahan kota …

Di Musrenbang Pemalang, DPRD Semprot DPU Dinilai Tak Becus Atasi Banjir Akibat Buruknya Drainase dan Pendangkalan Sungai

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pemalang ini menunjukkan langkah krusial dalam menyusun skala prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Camat Pemalang, Danramil 01/Pemalang, Kapolsek Pemalang, Kepala Desa, Lurah, hingga anggota DPRD Dapil 1, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan. Kehadiran mereka menandakan adanya kolaborasi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x