Home » Berita » Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Alwi Assagaf 04 Feb 2026 241

PEMALANG, Vokalpublika.com – Program perbaikan drainase kota yang digadang-gadang sebagai solusi banjir di Kabupaten Pemalang kini justru menuai sorotan tajam. Proyek pemasangan saluran beton (U-Ditch) yang dikerjakan serentak di berbagai titik kota dinilai “asal jadi” dan tidak berbasis kajian teknis yang matang.

Andi Rustono aktivis senior yang juga selaku Ketua Presidium Gunung Slamet menyebut, polemik utama muncul terkait spesifikasi teknis ukuran U-Ditch yang dipasang. Alih-alih memperlebar kapasitas tampung air, proyek ini justru mempersempit penampang saluran yang sudah ada.

Menurutnya, “Upgrade” yang Justru “Downgrade” Berdasarkan pantauan di lapangan, rata-rata proyek drainase ini menggunakan U-Ditch berukuran lebar 90 cm (U-90). Padahal, di beberapa lokasi strategis, lebar saluran eksisting (saluran lama) mencapai rata-rata 130 cm. Kondisi ironis ini terlihat jelas di salah satu titik vital, yakni Jalan Pemuda, Pemalang. Di lokasi tersebut, saluran air yang semula lebar kini dipaksa menyempit karena penanaman U-Ditch yang ukurannya jauh lebih kecil dari lubang galian lama

Baca juga:  Wihadi Wiyanto dorong penindakan tegas terhadap rokok ilegal

“Program perbaikan saluran jual U Ditch (Saluran Beton) serentak di kota pemalang dengan berbagai ukuran rata-rata – U 90, tidak mampu menampung air atau mengalirkan ke saluran pembuangan, karena apa? U 90 menjadikan saluran asal jadi, lebih sempit dari saluran semula yang rata-rata 130 cm, contoh di jl. Pemuda. Logikanya di mana? Kita ingin bebas banjir, tapi salurannya malah dipersempit dari 130 cm jadi 90 cm. Ini bukan normalisasi, tapi penyumbatan terstruktur,” ujar Andi Rustono, Rabu 4 Februari 2026 kepada awak media vokalpublika.com.

Penyempitan dimensi saluran ini dikhawatirkan akan berdampak fatal saat curah hujan tinggi. Kapasitas U-90 dinilai tidak akan mampu menampung debit air kiriman, apalagi untuk mengalirkannya ke saluran pembuangan utama. Alih-alih lancar, air diprediksi akan meluap ke jalan raya dan permukiman karena adanya efek bottleneck (leher botol) akibat volume saluran yang mengecil drastis. Kebijakan Tanpa Survei dan Kajian?Kritik pedas pun mengalir terkait perencanaan proyek. Pemasangan serentak dengan ukuran yang “dipukul rata” (U-90) di berbagai lokasi menunjukkan indikasi kuat bahwa kebijakan ini diambil tanpa melalui kajian teknis hidrologi dan survei masalah yang komprehensif di tiap titik.

Baca juga:  8 Ribu P3K Bekasi Kolaps, Walikota Tri Adhianto Dinilai Abai

Masyarakat menilai Pemerintah Daerah terkesan memaksakan proyek fisik tanpa melihat kebutuhan riil di lapangan. Karakteristik debit air di tiap jalan berbeda, namun penanganannya disamaratakan dengan spesifikasi yang lebih rendah dari kondisi semula

Dalam penurunan spesifikasi teknis (dari lebar 130 cm menjadi U-90) memicu kecurigaan masyarakat akan adanya praktik korupsi. Proyek yang terkesan “asal-asalan” ini dinilai hanya berorientasi pada penyerapan anggaran tanpa mempedulikan fungsi dan kualitas.

“Kebijakan yang tidak berbasis kajian teknis dan survey masalah. Asal-asalan saja, itu jadi kecurigaan masyarakat ada indikasi korupsi. Apakah ini sekadar proyek ‘bagi-bagi kue’ tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi warga Pemalang?” pungkas Andi Rustono.

Baca juga:  Komitmen Tuntas: Gunungsitoli Raih DBH 2025 dari Sumut, Wujudkan Agenda Daerah

Publik mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk segera turun tangan mengaudit perencanaan serta pelaksanaan proyek ini sebelum kerugian negara dan dampak sosial akibat banjir semakin besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait. (Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Puluhan Lobang di Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Pemalang Akhirnya Ditambal

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Setelah sebelumnya dikeluhkan karena banyaknya lubang yang mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas, Jalan Perintis Kemerdekaan di Kabupaten Pemalang akhirnya mulai mendapatkan penanganan. Pada Sabtu sore (14/2/2026), proses penambalan terlihat dilakukan di sejumlah titik yang sebelumnya dilaporkan rusak. Pantauan di lapangan menunjukkan material tambal telah diaplikasikan pada bagian-bagian jalan yang berlubang. Beberapa …

Proyek Talud Bankeu Provinsi Jateng di Tegalsuruh Pekalongan Disorot, Diduga Tak Sesuai Spek

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pekalongan, Vokalpublika.com — Proyek pembangunan talud di Desa Tegalsuruh, RT 02 dan RT 03 RW 02, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. Talud yang dibangun untuk menahan tekanan tanah tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis (spek) sebagaimana tercantum dalam papan informasi proyek. Berdasarkan papan informasi di lokasi, volume pekerjaan tercatat sepanjang …

Jalan Pemkab Perintis Kemerdekaan Masih Banyak Lubang Penambalan Belum Merata

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan di Pemalang masih memprihatinkan. Pantauan media Vokalpublika.com Sabtu (14/2/2026), menunjukkan meski beberapa titik telah ditambal dan diberi cat putih sebagai tanda, sebagian besar jalan masih rusak. Lubang yang cukup dalam terlihat di beberapa titik dan berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas. Kondisi ini masih terjadi hingga berita ini diterbitkan. …

Tim Sapu Lobang UPJI DPU Pemalang Tambal Jalan Slamet Riyadi: Tambal Jalan Sebelum Renggut Korban

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Langkah konkret ini terlihat dari aktivitas Tim Sapu Lobang Unit Pengelola Jalan dan Jembatan (UPJI) yang bergerak cepat melakukan perbaikan jalan rusak.Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada hari ini, Tim Sapu Lobang tampak sedang sibuk …

PC LAZISNU Kota Probolinggo Berikan Bantuan Kepada Pemuda Penderita Tumor Ganas

Redaksi

14 Feb 2026

Probolinggo,-vokalpublika.comLembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), yaitu lembaga yang dibentuk oleh Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari warga NU dan masyarakat umum. Tujuan Lazisnu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, Abdul Karim Zain Pimpinan Cabang Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul …

Dugaan Pungli Mencuat: Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja Disorot, Dugaan Pungutan Ganda Bebani Pedagang Kecil

Alwi Assagaf

14 Feb 2026

BUKATEJA – Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan pungutan ganda yang dinilai memberatkan pedagang. Selain retribusi resmi dari pemerintah daerah, pedagang juga mengaku masih dikenai iuran tambahan oleh paguyuban, memunculkan pertanyaan serius soal transparansi, legalitas, dan akuntabilitas pengelolaan dana di pasar tersebut. Sejumlah pedagang menyebut setiap hari harus membayar dua jenis …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x