Home » Berita » Darurat Sampah Pemalang”Liang Kubur” Semakin Sempit, Akankah Penanganan Semakin Sulit?

Darurat Sampah Pemalang”Liang Kubur” Semakin Sempit, Akankah Penanganan Semakin Sulit?

Alwi Assagaf 03 Feb 2026 323

Pemalang, Vokalpublika.com – Selasa 3 Februari 2026, Kabupaten Pemalang tengah menghadapi fase paling kritis dalam sejarah pengelolaan sampahnya. Frasa “liang kubur sampah semakin sempit” bukan sekadar metafora, melainkan realitas fisik di TPA Pesalakan (Pegongsoran) yang telah melampaui daya tampung (overload). Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, dinamika penanganan sampah di Pemalang diwarnai oleh penutupan paksa oleh warga, protes simbolik, hingga upaya desentralisasi yang berjalan lambat.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Laporan ini mengulas apakah penanganan sampah akan semakin sulit ke depannya, mengingat resistensi sosial yang menguat dan ketersediaan lahan yang menipis.

Realitas “Liang Kubur” yang Kritis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah “liang kubur” bagi sampah kota. Di Pemalang, lahan untuk mengubur sampah yang berlokasi di Desa Surajaya ini nyaris tidak lagi mampu menampung “jenazah” sampah harian yang mencapai sekitar kurang lebih puluhan bahkan hingga ratusan ton.

Kondisi TPA Pesalakan: Sejak pertengahan 2023 hingga 2025, TPA ini berulang kali ditutup paksa oleh warga setempat karena bau menyengat, longsoran sampah, dan pencemaran air lindi, hingga ancaman kesehatan bagi warga sekitar. Meski sempat dibuka kembali dengan janji rehabilitasi, kapasitas fisiknya sudah tidak memadai.

Baca juga:  Golkar Bergejolak! Istana Disebut Restui Munaslub Ganti Bahlil, Nusron Menguat Jadi Calon Ketua Umum

Upaya pemerintah daerah untuk membuka lahan TPA sementara atau tempat penampungan di lokasi lain (seperti wacana di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang) kerap menemui jalan buntu akibat penolakan keras warga.

Bukan tanpa alasan, penolakan warga disejumlah tempat untuk TPA lantaran warga trauma dengan pengelolaan TPA yang dianggap masih menggunakan sistem open dumping (tumpuk terbuka) alih-alih sanitary landfill yang dijanjikan.

Kemudian pada Desember 2024 (Kado Sampah): Puncak kemarahan warga terjadi saat ulang tahun Bupati, di mana massa mengirimkan “kado” berupa dua truk sampah yang ditumpahkan di depan Pendopo Kabupaten Pemalang kala itu. Ini adalah simbol hilangnya kepercayaan publik terhadap janji penanganan sampah.

Mei 2025 (Pelantikan di TPA)

Dalam langkah yang kontroversial namun simbolis, Pemkab melantik ratusan CPNS di tengah gunungan sampah TPA Pesalakan. Tujuannya untuk menunjukkan “wajah asli” beban kerja yang harus diselesaikan, namun juga mengonfirmasi bahwa gunungan sampah tersebut masih menjadi masalah utama yang belum terurai.

Baca juga:  Menteri PUPR Akui Pengelolaan Anggaran Infrastruktur Masih Tidak Efisien

Menyadari TPA terpusat tak lagi layak, Pemkab Pemalang mulai mengubah strategi pada 2025. Desentralisasi (TPST Desa): Mendorong setiap desa atau kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sendiri, seperti yang dirintis di TPST Surajaya. Tujuannya agar sampah selesai di tingkat desa. Membagi wilayah pengelolaan sampah menjadi beberapa zona untuk mengurangi beban pengangkutan jarak jauh ke satu titik pusat.

Pemalang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi di area perkotaan. Mencari lahan luas yang jauh dari pemukiman (sesuai aturan TPA) namun aksesnya mudah, kini hampir mustahil. “Liang kubur” baru sulit digali karena tidak ada tanah yang “tak bertuan” atau sepi penduduk.

Darurat sampah di Pemalang bukan lagi sekadar masalah teknis pengangkutan, melainkan masalah sosial-politik.Jika Pemkab hanya fokus mencari “lubang baru” untuk membuang sampah, penanganan akan semakin sulit dan konflik horizontal antar warga (desa penerima sampah vs desa pengirim) bisa meledak. Satu-satunya cara mencegah kesulitan yang lebih parah adalah memaksa pengurangan sampah di hulu secara radikal dan membuktikan keberhasilan satu percontohan TPST modern yang benar-benar tidak berbau. Pemerintah harus “membeli” kembali kepercayaan rakyat dengan bukti kerja teknologi, bukan sekadar janji perluasan lahan.

Baca juga:  Hadir Langsung di TPI Mojo, Camat Waluyo Apresiasi Gotong Royong Nelayan dalam Larung Sesaji

Menanggapi kondisi yang ada. Heru Kundhimiarso Anggota DPRD Kabupaten Pemalang mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang untuk segera mencarikan lahan pengganti.

“Kami minta DLH Pemalang harus segera mungkin mencarikan lahan pengganti tempat pembuangan sementara di Surajaya yang sudah habis masa kontraknya,” tegas politisi PKB yang akrab disapa Kundhi usai mengikuti Musrenbang di Kecamatan Pemalang.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Dukung Penegakan Hukum Adil di Setokok, Ketua GRIB JAYA Kepri: Tanggung Jawab PT. MIG PERKASA INDUSTRI Mutlak — Keluarga Almarhum Mohon Bantuan

Redaksi

20 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa pertikaian yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan 2 Barelang, Batam.Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara adil dan tanpa pandang bulu. ADVERTISEMENT “Kami sepenuhnya mendukung sikap dan langkah penanganan hukum …

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran

Redaksi

20 Sep 2026

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran ADVERTISEMENT SEMARANG, GMOCT 20 September 2026 – Penolakan rencana pengeboran panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo terus menguat. Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. bersama Rumah Solusi nya …

​Dorong Fasilitas Publik Batang, Rizal Bawazier Boyong CSR BNI ke Lapangan Cokronegoro Limpung​

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

BATANG, Vokalpublika.com — Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, memfasilitasi pembangunan fasilitas olahraga berupa jogging track sepanjang 400 meter di Lapangan Cokronegoro, Desa Limpung, Kabupaten Batang. Fasilitas tersebut terealisasi berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) BNI sebagai BUMN mitra kerja Komisi VI. ADVERTISEMENT ​Rizal mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan …

Sidang Kasus Penusukan Pekalongan: Advokat Muda Willy Triatama Mendorong Pengujian Unsur Kesengajaan KUHP Baru

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

Pekalongan, Vokalpublika.com — Sidang perdana perkara penusukan yang mengakibatkan meninggalnya Muhammad Zuhri alias Mamat Godril dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekalongan pada Senin (21/9/2026). Menjelang persidangan, tim kuasa hukum keluarga korban mendorong agar seluruh proses hukum diuji secara cermat, objektif, dan menyeluruh. ADVERTISEMENT ​Advokat muda Adv. Willy Triatama Bandrio, S.H., CMDF., CPLA., dari LBH Setia …

Pemcam Pemalang Bersama Siswa Magang Kerja Bakti Jaga Kebersihan Lingkungan Kantor

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pemalang menggelar kegiatan Jumat Bersih di lingkungan sekitar kantor kecamatan pada Jumat (18/9/2026). ADVERTISEMENT Aksi kerja bakti ini melibatkan seluruh jajaran pegawai Pemcam Pemalang serta siswa dan mahasiswa yang sedang menjalani program magang. ​Dalam pantauan awak media, kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kerapian, …

Superindo Bersama Rumah Zakat Bagikan 100 Paket Bingkisan untuk Keluarga Membutuhkan di Bekasi

Redaksi

19 Sep 2026

Bekasi, vokalpublika.com— Superindo bersama Rumah Zakat menyalurkan sebanyak 100 paket bingkisan kepada 100 keluarga yang membutuhkan di Kota Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Rumah Zakat Bekasi, Jl. Pahlawan No. 8A, Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. ADVERTISEMENT Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Musthafa Waliyuddin Zakiy selaku perwakilan Superindo Wilayah Bekasi dan Sadam Bustomi selaku …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x