Home » Berita » Lapak Untuk UMKM di Acara Expo Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 Ada Yang Gratis Ada Yang Bayar Hingga Jutaan Rupiah? Begini Penjelasan Ketua Komunitas Pedagang Keliling

Lapak Untuk UMKM di Acara Expo Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 Ada Yang Gratis Ada Yang Bayar Hingga Jutaan Rupiah? Begini Penjelasan Ketua Komunitas Pedagang Keliling

Alwi Assagaf 31 Jan 2026 186

Pemalang, Vokalpublika.com – Aktivitas ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terlihat meningkat usai rangkaian peringatan Hari Jadi (HUT) ke-541 Kabupaten Pemalang tahun 2026. Salah satu pemicunya berasal dari gelaran Konser Pray For Amal Pemalang yang berlangsung di area Alun-alun Pemalang.

Pantauan awak media sejak Kamis hingga Sabtu sore (31/1/2026) menunjukkan suasana jual beli di sekitar lokasi konser berlangsung ramai. Meski pada hari pertama kegiatan sempat disertai hujan ringan, minat masyarakat untuk hadir tetap terjaga.

Sejumlah pedagang UMKM memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah pendapatan. Seorang pedagang di Komplek Alun-alun Pemalang menyampaikan bahwa pelaku UMKM memperoleh fasilitas berjualan tanpa pungutan biaya.

“Seluruh pedagang UMKM tidak dikenakan biaya. Tenda difasilitasi lewat program UMKM PNM Cabang Tegal, sementara kebutuhan listrik serta kebersihan juga digratiskan,” ungkap pedagang tersebut.

Menurut keterangan yang tidak disebutkan namanya pedagang, UMKM binaan PNM memperoleh dukungan tambahan yang cukup membantu operasional selama kegiatan berlangsung.

Baca juga:  SEKDA KABUPATEN KAUR MELANTIK 32 PNS PEJABAT FUNGSIONAL

Fasilitas tanpa biaya tersebut dinilai meringankan beban pedagang, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung.

“Musim hujan sering memengaruhi penjualan. Dengan fasilitas gratis, pedagang bisa fokus mencari keuntungan dari hasil dagang,” tambahnya.
Sejak konser digelar, jumlah pengunjung terpantau stabil. Kehadiran pelanggan tetap serta antusiasme warga lokal mendorong perputaran ekonomi pedagang kecil di kawasan alun-alun.

Sementara itu, awak media juga mendapatkan keterangan dari Tri, Ketua Komunitas Pedagang Keliling, saat ditemui di kawasan Jalan Surohadikusumo, Pemalang. Tri menjelaskan bahwa terdapat iuran komunitas yang bersifat sukarela dan disepakati bersama anggota.

“Iuran komunitas digunakan untuk kas pedagang. Nominal sekitar Rp100 ribu, ada pula Rp50 ribu menyesuaikan kondisi penjualan. Tidak ada paksaan,” jelas Tri.

Menurut Tri, kebutuhan tambahan seperti listrik dan kebersihan dikelola secara internal komunitas dengan biaya ringan.

Baca juga:  Kemenko Polkam Dorong Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepatan Pembangunan di Kaltim

“Tambahan listrik sekitar Rp5 ribu per pedagang. Semua berdasarkan kesepakatan anggota, bukan pungutan dari pihak lain,” tegas Tri.

Tri juga menegaskan bahwa apabila muncul informasi terkait penarikan biaya diluar kesepakatan tersebut, hal tersebut tidak berkaitan dengan Komunitas Pedagang Keliling.

“Komunitas pedagang keliling memiliki aturan jelas. Jika muncul isu lain, bukan berasal dari komunitas,” ujarnya.

Pada hari terakhir konser, antusiasme masyarakat terlihat meningkat. Tri berharap pemerintah daerah dapat menyediakan lapak resmi tambahan agar penataan pedagang semakin tertib serta berkelanjutan.

“Agenda seperti ini sangat membantu perputaran ekonomi pedagang kecil. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan terus terjaga,” pungkas Tri.

Sementara, dari informasi yang diterima awak media, ada sumber yang menyebut bahwa lapak atau stand di acara Pemalang Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 tidak semua gratis, menurutnya harga stand tersebut bervariasi.

Baca juga:  Pengedar Sabu Jaringan Lapas Diringkus Polisi di Sungai Penuh, 17 Paket Disita

“Memang ada yang gratis, yakni untuk stand OPD, ada juga yang bayar ratusan ribu hingga mencapai jutaan rupiah,” beber seorang narasumber (nama tidak disebut).

Sebelumnya mencuat sejumlah isu yang menimbulkan pro kontra jelang kegiatan dimulai. Diantaranya, isu adanya praktik jual beli lapak atau stand untuk UMKM oleh, bahkan ada ajakan dari salah satu kelompok yang akan mengancam aksi (Geruduk Sekda Pemalang) bilamana ada jual beli lapak untuk pedagang keliling di acara Expo Pemalang 2026 dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451. (Slamet Febriansyah/Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Pensiunan Pegawai BPN di Pemalang Diduga Jadi Calo Sertifikat Tanah, Tarif “Langit” Capai Puluhan Juta Cekik Warga

Alwi Assagaf

04 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dugaan praktik percaloan dalam pengurusan sertifikat tanah kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada keterlibatan sejumlah oknum pensiunan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga memanfaatkan sisa pengaruh dan koneksi “orang dalam” untuk mematok tarif pengurusan sertifikat hingga puluhan kali lipat dari biaya resmi. Berdasarkan penelusuran di lapangan, SR …

Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Alwi Assagaf

04 Feb 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Program perbaikan drainase kota yang digadang-gadang sebagai solusi banjir di Kabupaten Pemalang kini justru menuai sorotan tajam. Proyek pemasangan saluran beton (U-Ditch) yang dikerjakan serentak di berbagai titik kota dinilai “asal jadi” dan tidak berbasis kajian teknis yang matang. Andi Rustono aktivis senior yang juga selaku Ketua Presidium Gunung Slamet menyebut, polemik …

Darurat Sampah Pemalang”Liang Kubur” Semakin Sempit, Akankah Penanganan Semakin Sulit?

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Selasa 3 Februari 2026, Kabupaten Pemalang tengah menghadapi fase paling kritis dalam sejarah pengelolaan sampahnya. Frasa “liang kubur sampah semakin sempit” bukan sekadar metafora, melainkan realitas fisik di TPA Pesalakan (Pegongsoran) yang telah melampaui daya tampung (overload). Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, dinamika penanganan sampah di Pemalang diwarnai oleh penutupan paksa …

Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kapolres Nganjuk Apresiasi Dedikasi Anggota Polri

Redaksi

03 Feb 2026

Nganjuk, vokalpublika.com– Polres Nganjuk menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Anggota Polri Periode 1 Februari 2026 di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk, Selasa (03/02/2026) pagi. Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, S.E., M.H., mewakili Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa …

Soal Banjir Rendam Kota dan Kawasan City Walk, Andi Rustono Ketua Presidium Gunung Slamet: Jangan Menyalahkan Alam dan Tuhan, Ini Kinerja Buruk Pemkab Pemalang

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Menyoroti isu klasik dalam pembangunan kota: estetika vs fungsi. Andi Rustono selaku Ketua Presidium Gunung Slamet atau Aktivis Pemerhati Lingkungan, melontarkan kritik tajam mengenai ketiadaan drainase di kawasan City Walk Pemalang mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap perencanaan infrastruktur yang dianggap kurang matang. ​Akar Masalah kawasan yang dirancang sebagai pusat keramaian dan keindahan kota …

Di Musrenbang Pemalang, DPRD Semprot DPU Dinilai Tak Becus Atasi Banjir Akibat Buruknya Drainase dan Pendangkalan Sungai

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pemalang ini menunjukkan langkah krusial dalam menyusun skala prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Camat Pemalang, Danramil 01/Pemalang, Kapolsek Pemalang, Kepala Desa, Lurah, hingga anggota DPRD Dapil 1, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan. Kehadiran mereka menandakan adanya kolaborasi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x