Home » Berita » Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Kontroversi Proyek U-Ditch Pemalang: Saluran Malah Menyempit Penyebab Banjir Disejumlah Lokasi? Publik Cium Aroma Korupsi

Alwi Assagaf 04 Feb 2026 74

PEMALANG, Vokalpublika.com – Program perbaikan drainase kota yang digadang-gadang sebagai solusi banjir di Kabupaten Pemalang kini justru menuai sorotan tajam. Proyek pemasangan saluran beton (U-Ditch) yang dikerjakan serentak di berbagai titik kota dinilai “asal jadi” dan tidak berbasis kajian teknis yang matang.

Andi Rustono aktivis senior yang juga selaku Ketua Presidium Gunung Slamet menyebut, polemik utama muncul terkait spesifikasi teknis ukuran U-Ditch yang dipasang. Alih-alih memperlebar kapasitas tampung air, proyek ini justru mempersempit penampang saluran yang sudah ada.

Menurutnya, “Upgrade” yang Justru “Downgrade” Berdasarkan pantauan di lapangan, rata-rata proyek drainase ini menggunakan U-Ditch berukuran lebar 90 cm (U-90). Padahal, di beberapa lokasi strategis, lebar saluran eksisting (saluran lama) mencapai rata-rata 130 cm. Kondisi ironis ini terlihat jelas di salah satu titik vital, yakni Jalan Pemuda, Pemalang. Di lokasi tersebut, saluran air yang semula lebar kini dipaksa menyempit karena penanaman U-Ditch yang ukurannya jauh lebih kecil dari lubang galian lama

Baca juga:  Pekan Depan Gabungan Ormas Akan Segel Kantor PT. Hasjrat Abadi, Stenly Sendouw: Stella Mokoginta Otak Mafia Tanah

“Program perbaikan saluran jual U Ditch (Saluran Beton) serentak di kota pemalang dengan berbagai ukuran rata-rata – U 90, tidak mampu menampung air atau mengalirkan ke saluran pembuangan, karena apa? U 90 menjadikan saluran asal jadi, lebih sempit dari saluran semula yang rata-rata 130 cm, contoh di jl. Pemuda. Logikanya di mana? Kita ingin bebas banjir, tapi salurannya malah dipersempit dari 130 cm jadi 90 cm. Ini bukan normalisasi, tapi penyumbatan terstruktur,” ujar Andi Rustono, Rabu 4 Februari 2026 kepada awak media vokalpublika.com.

Penyempitan dimensi saluran ini dikhawatirkan akan berdampak fatal saat curah hujan tinggi. Kapasitas U-90 dinilai tidak akan mampu menampung debit air kiriman, apalagi untuk mengalirkannya ke saluran pembuangan utama. Alih-alih lancar, air diprediksi akan meluap ke jalan raya dan permukiman karena adanya efek bottleneck (leher botol) akibat volume saluran yang mengecil drastis. Kebijakan Tanpa Survei dan Kajian?Kritik pedas pun mengalir terkait perencanaan proyek. Pemasangan serentak dengan ukuran yang “dipukul rata” (U-90) di berbagai lokasi menunjukkan indikasi kuat bahwa kebijakan ini diambil tanpa melalui kajian teknis hidrologi dan survei masalah yang komprehensif di tiap titik.

Baca juga:  Aksi Debus Spektakuler Mewarnai Festival Se-Jabodetabek Perebutkan Piala Kementerian Kebudayaan Getarkan

Masyarakat menilai Pemerintah Daerah terkesan memaksakan proyek fisik tanpa melihat kebutuhan riil di lapangan. Karakteristik debit air di tiap jalan berbeda, namun penanganannya disamaratakan dengan spesifikasi yang lebih rendah dari kondisi semula

Dalam penurunan spesifikasi teknis (dari lebar 130 cm menjadi U-90) memicu kecurigaan masyarakat akan adanya praktik korupsi. Proyek yang terkesan “asal-asalan” ini dinilai hanya berorientasi pada penyerapan anggaran tanpa mempedulikan fungsi dan kualitas.

“Kebijakan yang tidak berbasis kajian teknis dan survey masalah. Asal-asalan saja, itu jadi kecurigaan masyarakat ada indikasi korupsi. Apakah ini sekadar proyek ‘bagi-bagi kue’ tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi warga Pemalang?” pungkas Andi Rustono.

Baca juga:  Pengedar Sabu Jaringan Lapas Diringkus Polisi di Sungai Penuh, 17 Paket Disita

Publik mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk segera turun tangan mengaudit perencanaan serta pelaksanaan proyek ini sebelum kerugian negara dan dampak sosial akibat banjir semakin besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait. (Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Pensiunan Pegawai BPN di Pemalang Diduga Jadi Calo Sertifikat Tanah, Tarif “Langit” Capai Puluhan Juta Cekik Warga

Alwi Assagaf

04 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dugaan praktik percaloan dalam pengurusan sertifikat tanah kembali mencuat dan meresahkan masyarakat. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada keterlibatan sejumlah oknum pensiunan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang diduga memanfaatkan sisa pengaruh dan koneksi “orang dalam” untuk mematok tarif pengurusan sertifikat hingga puluhan kali lipat dari biaya resmi. Berdasarkan penelusuran di lapangan, SR …

Darurat Sampah Pemalang”Liang Kubur” Semakin Sempit, Akankah Penanganan Semakin Sulit?

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Selasa 3 Februari 2026, Kabupaten Pemalang tengah menghadapi fase paling kritis dalam sejarah pengelolaan sampahnya. Frasa “liang kubur sampah semakin sempit” bukan sekadar metafora, melainkan realitas fisik di TPA Pesalakan (Pegongsoran) yang telah melampaui daya tampung (overload). Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, dinamika penanganan sampah di Pemalang diwarnai oleh penutupan paksa …

Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kapolres Nganjuk Apresiasi Dedikasi Anggota Polri

Redaksi

03 Feb 2026

Nganjuk, vokalpublika.com– Polres Nganjuk menggelar Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian Anggota Polri Periode 1 Februari 2026 di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk, Selasa (03/02/2026) pagi. Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, S.E., M.H., mewakili Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jawa …

Soal Banjir Rendam Kota dan Kawasan City Walk, Andi Rustono Ketua Presidium Gunung Slamet: Jangan Menyalahkan Alam dan Tuhan, Ini Kinerja Buruk Pemkab Pemalang

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Menyoroti isu klasik dalam pembangunan kota: estetika vs fungsi. Andi Rustono selaku Ketua Presidium Gunung Slamet atau Aktivis Pemerhati Lingkungan, melontarkan kritik tajam mengenai ketiadaan drainase di kawasan City Walk Pemalang mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap perencanaan infrastruktur yang dianggap kurang matang. ​Akar Masalah kawasan yang dirancang sebagai pusat keramaian dan keindahan kota …

Di Musrenbang Pemalang, DPRD Semprot DPU Dinilai Tak Becus Atasi Banjir Akibat Buruknya Drainase dan Pendangkalan Sungai

Alwi Assagaf

03 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pemalang ini menunjukkan langkah krusial dalam menyusun skala prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Camat Pemalang, Danramil 01/Pemalang, Kapolsek Pemalang, Kepala Desa, Lurah, hingga anggota DPRD Dapil 1, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan. Kehadiran mereka menandakan adanya kolaborasi …

Kerja Cepat Kodim 0711/Pemalang Bersama Instansi Terkait Bantu Pemulihan Pasca Banjir Bandang di Pulosari

Alwi Assagaf

02 Feb 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma menunjukkan respons cepat dalam penanganan pasca bencana alam banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Pulosari. Bersama dinas instansi terkait, relawan, dan masyarakat, TNI bergerak sigap melaksanakan apel siaga bencana dan karya bakti di lokasi terdampak banjir bandang, tepatnya di Dukuh Sigeblok, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Senin(02/02/2026) Kegiatan diawali …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x