Home » Berita » Transparansi Anggaran Dipertanyakan, Pemerhati Lingkungan : Anggaran Untuk Menimbun Sampah Pasca TPA Pesalakan Ditutup Tentu Angka Yang Bukan Sedikit

Transparansi Anggaran Dipertanyakan, Pemerhati Lingkungan : Anggaran Untuk Menimbun Sampah Pasca TPA Pesalakan Ditutup Tentu Angka Yang Bukan Sedikit

Alwi Assagaf 19 Nov 2025 254

Pemalang, Vokalpublika.com – Publik di Kabupaten Pemalang memang mempertanyakan transparansi dan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam mengelola anggaran penanganan masalah sampah pasca-penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan. Penutupan TPA Pesalakan sejak Mei 2023 oleh warga setempat telah menyebabkan krisis sampah yang meluas di daerah tersebut.

Anggaran miliaran rupiah yang digelontorkan Pemkab Pemalang cukup besar dalam mengatasi persoalan darurat sampah pasca ditutupnya TPA Pesalakan, monet atau kegiatan penimbunan sampah yang hingga kini masih berlangsung, terkait transparansi dalam penggunaan dana tersebut tetap menjadi sorotan di tengah kondisi darurat sampah yang terus berulang.

Baca juga:  Perayaan Natal Desa Bulu Duri: Kristus Jalan, Kebenaran, dan Hidup bagi Umat

“Kurangnya solusi permanen, meskipun ada inisiatif seperti pelantikan ASN di TPA Pesalakan sebagai simbol komitmen untuk menyelesaikan masalah sampah, solusi permanen dan terkoordinasi yang melibatkan transparansi anggaran masih dipertanyakan oleh masyarakat,” kata pemerhati lingkungan.

Secara keseluruhan, kurangnya komunikasi dan realisasi janji pemerintah, ditambah alokasi anggaran yang dianggap tidak memadai atau tidak jelas penggunaannya, telah menimbulkan pertanyaan serius dari publik mengenai transparansi pengelolaan dana penimbunan sampah di Pemalang.

“Hal ini mengindikasikan adanya ketidakpercayaan publik terhadap rencana dan penggunaan dana pemerintah,. Anggaran untuk menimbun sampah pasca TPA ditutup tentu bukan angka yang sedikit,” lanjutnya.

Baca juga:  Sinergi Meningkatkan Kualitas Ruang Publik, Pemkab, Kodim, Polres Kompak Laksanakan Karya Karya Bakti Jumat Bersih

Saat dikonfirmasi, Agus Kabid Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang terkait sumber anggaran serta besar anggaran untuk menimbun sampah pasca ditutupnya TPA Pesalakan serta adanya laporan informasi bahwasanya diduga dampak dari kegiatan mesin oleh runtah (Motah) di Kelurahan Kebondalem mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Pihaknya enggan berkomentar banyak.

“Wa’alaikum salam, saya lapor kepala dinas,” jawab Agus singkat saat dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, Rabu 19 November 2025.

Sementara, Wiji Mulyati Kepala Dinas DLH Kabupaten Pemalang, saat dikonfirmasi, orang nomor satu dilingkungan Dinas Lingkungan Hidup Pemalang, pun sama, enggan menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga:  Wali Kota Batam Amsakar Achmad Raih BAZNAS Award 2025, Bukti Kepedulian Nyata untuk Mustahik

“Enjeh (iya), lagi ada tamu, nanti yah,” tulis Wiji.

Sebagai informasi tambahan, aktivitas penimbunan sampah, hingga saat ini masih berlangsung di Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang. Sebelumnya, pasca TPA Pesalakan ditutup, terjadi penimbunan disejumlah lokasi. (Mas All)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
​Sinergi TNI dan Pemerintah: Kasdim Pemalang Serahkan Bantuan Presiden untuk KDKMP

Alwi Assagaf

16 Apr 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Mewakili Dandim 0711/Pemalang, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Kav Agus Solihin, S.H., menyerahkan 50 unit kendaraan operasional berupa mobil pick-up 4×4 Mahindra kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lapangan Makodim Pemalang, Kamis (16/4/2026). ​Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan Kepala Desa, Babinsa, dan Ketua KDKMP se-Kabupaten Pemalang. Bantuan ini merupakan dukungan …

78 WNA Diduga Langgar Izin Tinggal, Imigrasi Bekasi Bongkar Aktivitas di Proyek Deltamas

Redaksi

16 Apr 2026

Bekasi,vokalpublika.com- Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap 78 warga negara asing (WNA) yang diduga menyalahgunakan izin tinggal dengan bekerja tidak sesuai visa. Pemeriksaan dilakukan setelah para WNA tersebut diamankan dalam operasi pengawasan di sebuah proyek konstruksi di Kabupaten Bekasi. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, menjelaskan pemeriksaan …

​Siswa SMKN 1 Pemalang Diduga Jadi Korban Ketidakpastian Program Kerja ke Jerman, Aliansi Pantura Bersatu Siap Aksi

Alwi Assagaf

16 Apr 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Program Ausbildung Double Track (peluang kerja di Jerman) di SMK Negeri 1 Pemalang yang dimulai sejak tahun 2025 kini menuai polemik. Pasalnya, program yang bekerja sama dengan pihak ketiga asal Klaten tersebut dinilai tidak jelas, meninggalkan nasib tujuh siswa yang bertahan dalam ketidakpastian.​Awalnya, terdapat 20 siswa yang mendaftar dengan skema biaya pelatihan …

Dua saksi tergugat yang dihadirkan di PN Surabaya

Redaksi

16 Apr 2026

SURABAYA, vokalpublika.com- Upaya PT Rembaka (La Tulipe) membuktikan dalil pelanggaran kerja terhadap penggugat Harlin Pamungkas justru berbalik menjadi bumerang. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Surabaya, dua saksi fakta tergugat yang diperiksa sekaligus malah membuka banyak kejanggalan dalam proses pemberian surat peringatan (SP) hingga mutasi dan demosi terhadap penggugat. Dua saksi tergugat yang …

Tingkatkan Keselamatan Jalan, Sinergi PT Praba Mas Hill dan Warga Dinilai Krusial

Alwi Assagaf

16 Apr 2026

Semarang, Vokalpublika.com — Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan kawasan Kalipancur hingga area lampu merah kini menjadi sorotan tajam. Kerusakan signifikan di sepanjang jalur tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan serta mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya. ​Kerusakan ini disinyalir diperparah oleh tingginya aktivitas kendaraan berat yang berkaitan dengan operasional PT Praba Mas Hill. …

Jembatan Garuda Mendelem Rampung, Akses Ekonomi Belik Kini Terbuka Lebar

Alwi Assagaf

16 Apr 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Infrastruktur krusial di wilayah Pemalang selatan resmi bertambah. Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Mendelem, Kecamatan Belik, dinyatakan rampung 100 persen pada Kamis (16/4/2026). Jembatan beton sepanjang 16 meter dan lebar 3 meter ini kini telah dibuka sepenuhnya untuk akses publik. ​Perumasan ini memangkas hambatan geografis bagi warga setempat. Secara fungsional, jembatan ini …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x