Home » Berita » Miris, 19 Tahun Mengabdi di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, Sahrudin Hanya Digaji Rp1 Juta dan Kerja Tanpa Libur

Miris, 19 Tahun Mengabdi di SMA Negeri 3 Tebing Tinggi, Sahrudin Hanya Digaji Rp1 Juta dan Kerja Tanpa Libur

Redaksi 26 Mar 2026 221

Batam, vokalpublika.com – Nasib memprihatinkan dialami Sahrudin, seorang penjaga sekolah di SMA Negeri 3 Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ia mengaku telah mengabdi sejak tahun 2006 hingga saat ini, namun belum mendapatkan kejelasan status maupun perhatian yang layak dari pihak sekolah.
Selama hampir dua dekade bekerja, Sahrudin menyampaikan bahwa dirinya menjalankan berbagai tugas berat tanpa batas waktu kerja yang jelas. Ia tidak hanya bertugas sebagai penjaga keamanan sekolah, tetapi juga merangkap sebagai petugas kebersihan, mulai dari memotong rumput, membersihkan sampah, hingga merawat lingkungan sekolah secara keseluruhan.

Advertisement
ADVERTISEMENT
Baca juga:  Didukung Penuh PROJO, Eko Istiyanto Siap Bawa Energi Baru untuk KNPI Kepri

Ironisnya, beban kerja yang disebutnya seperti “kerja rodi” itu tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 dirinya sempat menerima gaji sebesar Rp2.100.000. Namun saat ini, justru mengalami penurunan drastis menjadi sekitar Rp1.000.000 per bulan.

“Kerja 24 jam, tidak ada hari libur. Semua dikerjakan sendiri, dari jaga malam sampai bersihkan sekolah. Tapi gaji malah turun,” keluh Sahrudin.

Lebih jauh, ia juga mempertanyakan tidak adanya kejelasan terkait status kepegawaiannya, khususnya dalam hal pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait hal tersebut.

Baca juga:  “Eko Istiyanto Wakil Ketua Projo Kepri: PT. CBP Diduga Reklamasi Tanpa Izin, DPRD Bungkam”

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait perhatian terhadap tenaga honorer yang telah lama mengabdi di lingkungan pendidikan, terutama di daerah. Minimnya perlindungan, ketidakjelasan status, serta penurunan kesejahteraan menjadi persoalan serius yang seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kecamatan Tebing Tinggi serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau guna mendapatkan klarifikasi dan tanggapan resmi terkait keluhan yang disampaikan Sahrudin. Upaya konfirmasi dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi dan keterbukaan publik.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Perkuat Pengawasan MBG, Pemkot Bekasi Pastikan Pelaksanaan di 249 SPPG Berjalan Tepat Sasaran

Redaksi

29 Aug 2026

KOTA BEKASI, volaloublika.com– Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat koordinasi dan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seiring semakin luasnya layanan program tersebut di Kota Bekasi. ADVERTISEMENT Pemerintah Kota Bekasi memandang aspek keamanan pangan sebagai bagian penting yang harus dikawal bersama dalam pelaksanaan program tersebut. Hal tersebut diungkapakn Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin …

Dorong Ekonomi Lokal, Pemcam Ulujami Dukung Festival Grebeg 1.000 Kemeja 2026 di Desa Sukorejo

Alwi Assagaf

29 Aug 2026

Pemalang– Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami berkomitmen memperkuat potensi ekonomi kreatif dan melestarikan budaya daerah. ADVERTISEMENT Camat Ulujami, Waluyo, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya untuk menyukseskan gelaran Festival Grebeg 1.000 Kemeja 2026 yang terpusat di Desa Sukorejo. ​Festival budaya dan pemberdayaan ekonomi tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 06.00 …

​Polemik Bekas Tambang di Kawasan Hutan Pemalang ‘Mangkrak’, Ketum Yayasan Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia Sebut Perusakan Lingkungan Wajib Ditindak Tanpa Aduan

Alwi Assagaf

29 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Terbengkalainya bekas lahan tambang galian C seluas 5,96 hektar di kawasan hutan Desa Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, memicu desakan penegakan hukum secara terbuka. ADVERTISEMENT Lahan milik Perum Perhutani yang disewa CV Wiwit Kular Sukses tersebut belum tersentuh reklamasi meski aktivitas penambangan telah terhenti lebih dari satu tahun. ​Ketua Umum Yayasan Gugus Hukum Lingkungan …

BOS PENGEMPUL EMAS ILEGAL DI BENGKAYANG DIDUGA BERINISIAL M DAN S, BENARKAH KEBAL HUKUM?

Redaksi

29 Aug 2026

BENGKAYANG, KALBAR, vokalpublika.com- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Di balik aktivitas tambang ilegal tersebut, muncul dugaan adanya jaringan pengumpul atau pengepul emas yang berperan menampung hasil tambang sebelum didistribusikan ke jaringan perdagangan yang lebih luas. ADVERTISEMENT Dalam penelusuran informasi yang berkembang di lapangan, dua nama berinisial …

Sinergi Kodim Pemalang, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla 3,1 Hektare di Belik

Alwi Assagaf

29 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aksi cepat tanggap gabungan yang melibatkan Kodim 0711/Pemalang, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perhutani, relawan, serta masyarakat setempat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jumat (28/8/2026) malam. ADVERTISEMENT ​Kebakaran melanda semak belukar seluas 3,1 hektare di kawasan hutan produksi Perhutani Petak 7F2 KPH Pekalongan Timur, …

PPKO BEM Polibatam Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Program Pemberdayaan bagi Warga Batu Legong

Redaksi

29 Aug 2026

Batam, vokalpublika.com— Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Politeknik Negeri Batam (Polibatam) resmi ditutup pada Selasa (25/8/2026) di Kelurahan Batu Legong. Program yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat tersebut menghadirkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan warga, mulai dari teknologi tepat guna hingga program pemberdayaan di bidang kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan.Penutupan program menjadi momentum untuk …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x