Home » Berita » GEMPAR Kecam Pemkab Pemalang: Kebijakan Semrawut Mendekati Ramadan dan Idul Fitri, Honorer Dirumahkan, Pemerintah Tak Punya Alternatif?

GEMPAR Kecam Pemkab Pemalang: Kebijakan Semrawut Mendekati Ramadan dan Idul Fitri, Honorer Dirumahkan, Pemerintah Tak Punya Alternatif?

Alwi Assagaf 07 Jan 2026 192

Pemalang, Vokalpublika.com — Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR) mengecam keras keputusan Pemkab Pemalang yang merumahkan 38 tenaga honorer non-ASN Dindikpora secara mendadak, padahal seharusnya pemerintah memikirkan alternatif atau solusi lain sebelum mengambil langkah drastis ini.

Keputusan Mendadak Kepala Dindikpora

Pada 6 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, seluruh tenaga honorer dikumpulkan oleh Kepala Dindikpora. Dalam pertemuan itu, mereka diperintahkan untuk tidak masuk kerja mulai hari ini, menimbulkan kebingungan, kesedihan, dan ketidakpastian para pekerja yang selama ini setia mengabdi.

Koordinator GEMPAR, Chafidz Syukron, menilai keputusan ini tidak manusiawi dan mengejutkan, apalagi menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya.

“Puluhan honorer yang mengabdi bertahun-tahun justru dihentikan begitu saja. Pemerintah seharusnya punya ide dan solusi lain, bukan langsung merumahkan mereka. Ini pengkhianatan terhadap pengabdian mereka,” tegas Chafidz Syukron.

Pemerintah Harus Memiliki Alternatif.

Baca juga:  Hari ini salah satu mantan RT di Gogagoman,Kotamobagu Memenuhi panggilan Polda Sulut untuk memberikan keterangan mengenai kasus prof ingmokoginta

GEMPAR menekankan bahwa meskipun peraturan resmi tidak mewajibkan opsi lain, pemerintah seharusnya kreatif dan bertanggung jawab :

  • Menyusun mekanisme transisi yang manusiawi,
  • Memikirkan penempatan sementara atau kompensasi,
  • Memberikan solusi agar pekerja tidak langsung kehilangan penghasilan.

“Tidak ada aturan yang melarang berpikir. Langkah mendadak ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap nasib pekerja honorer,” ujar Chafidz.

Dampak Langsung :

Para honorer kini terkejut dan cemas, karena sebagian besar menggantungkan hidup mereka pada pekerjaan ini, termasuk biaya keluarga dan pendidikan anak.

“Ini bukan sekadar soal pekerjaan. Ini soal nasib manusia yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Pemalang. Keputusan mendadak ini menyedihkan dan tidak adil,” kata Chafidz.

Tuntutan GEMPAR :

Baca juga:  Anggaran Pembangunan Pengaman Besi Jembatan Desa Kaduagung Dipertanyakan, Keterbukaan di Era Digital

GEMPAR menuntut agar Pemkab Pemalang:

  1. Segera memikirkan solusi alternatif bagi tenaga honorer, meski peraturan tidak mengharuskannya.
  2. Menjaga transparansi dan keadilan dalam setiap kebijakan yang berdampak pada pekerja.
  3. Menghormati pengabdian honorer, agar keputusan mendadak seperti ini tidak terulang lagi.

“Pengabdian mereka bukan angka administratif. Jangan biarkan tenaga honorer menjadi korban kebijakan semrawut, apalagi di saat Ramadan dan Hari Raya,” pungkas Chafidz. Hingga berita ini terbit, belum ada konfirmasi resmi dari Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang. (HF/Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Hadirkan Infrastruktur Baru, Dandim Pemalang Tutup TMMD Sengkuyung I di Desa Surajaya

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com — Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., secara resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). ​Mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini …

​Korban Penipuan Seleksi CPNS Laporkan Kasus ke Polres Pemalang Melalui Kuasa Hukum DS Law Office

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​Pemalang, Vokalpublika.com – Andi Ashadi Haris, didampingi Kuasa Hukum Adv. David Santosa, S.H. dan paralegal Ali Afandi dari DS LAW OFFICE, resmi melayangkan aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pemalang atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Aduan tersebut berbunyi pada (HAT) warga Klareyan, Pemalang. ​Perkara ini bermula sekitar tahun 2017-2018, saat pelapor, …

​Ikatan Wartawan Online Indonesia Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Bekasi

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​BEKASI, Vokalpublika.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan status tersangka terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam skandal suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Desakan ini muncul setelah daftar penerima aliran dana terungkap dalam persidangan pengusaha Sarjan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 9 Maret 2026. ​Ketua …

Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pesisir Barat Belum Tetapkan Tersangka, Keluarga Korban Tunggu Kepastian Hukum

Redaksi

11 Mar 2026

Pesisir barat Vokalpublika.com-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Pesisir Barat menuai sorotan dari pihak keluarga korban. Pelapor yang juga orang tua korban, Edi Pasal, mengaku masih menantikan kepastian hukum dari proses penyidikan yang tengah berjalan di Polres Pesisir Barat. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui Laporan Polisi Nomor: …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Sayangkan Insiden Penghalangan Tugas Jurnalistik Saat Gubernur Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

​Pekalongan, Vokalpublika.com – Sejumlah wartawan melakukan aksi protes dengan meletakkan kartu pers di lantai saat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan kepada Sukirman, Senin (9/3/2026). Aksi ini dipicu oleh adanya penghalangan akses peliputan bagi awak media oleh petugas di lokasi acara.​Peristiwa bermula saat para jurnalis hendak memasuki ruang acara resmi yang …

​Optimalkan Konektivitas, TNI Hadir dalam Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Pemalang

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Dalam upaya memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas masyarakat, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan peluncuran program 200 Titik Jembatan Garuda secara virtual pada Senin 9 Maret 2026. Acara ini diikuti secara serentak oleh satuan TNI di seluruh pelosok tanah air, termasuk Kodim 0711/Pemalang yang menggelar video conference terpusat di …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x