Home » Berita » Tragedi Kolam Renang Randudongkal: Aliansi Pantura Bersatu Desak Pengusutan Tuntas Terkait Legalitas dan SOP

Tragedi Kolam Renang Randudongkal: Aliansi Pantura Bersatu Desak Pengusutan Tuntas Terkait Legalitas dan SOP

Alwi Assagaf 03 May 2026 519

PEMALANG, Vokalpublika.com – Insiden tragis yang merenggut nyawa seorang siswa Taman Kanak-Kanak (TK) berusia 7 tahun di Destinasi Wisata Air RA, Jalan Kalimas, Randudongkal, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Korban yang diketahui merupakan warga Desa Kreo tersebut meninggal dunia saat mengikuti kegiatan di lokasi wisata tersebut.

Advertisement
ADVERTISEMENT

​Saat ini, Polsek Randudongkal dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti kematian korban.

​Menanggapi peristiwa ini, Aliansi Pantura Bersatu menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mendesak Polres Pemalang untuk melakukan investigasi menyeluruh. Fokus utama yang ditekankan adalah pemeriksaan terhadap aspek legalitas usaha dan kepatuhan pengelola terhadap Standard Operating Procedure (SOP) keselamatan.

Baca juga:  Kapolres Nganjuk Jadi Pembina Upacara di SMKN 1, Ajak Pelajar Tidak Terprovokasi Situasi Terkini

​”Kami meminta kepolisian mengusut tuntas adanya unsur kelalaian, baik dari pihak sekolah dalam pengawasan outing class, maupun dari pengelola wisata terkait ketersediaan tenaga pengawas profesional (lifeguard),” ujar Eky, Ketua Aliansi Pantura Bersatu.

​Eky menegaskan bahwa setiap pelaku usaha wisata air di Kabupaten Pemalang wajib memenuhi regulasi ketat demi menjamin keselamatan pengunjung. Berdasarkan aturan yang berlaku, pengelola setidaknya harus memenuhi poin-poin berikut:
​Legalitas Formal: Kepemilikan NIB, Sertifikat Standar Usaha Pariwisata, dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
​Keselamatan Operasional: Penyediaan petugas lifeguard bersertifikat, peralatan keselamatan (pelampung/galah), serta rambu kedalaman yang jelas.
​Infrastruktur Teknis: Penggunaan lantai anti-selip, pemisahan zona kolam anak dan dewasa, serta pemeliharaan kualitas air sesuai standar Permenkes secara berkala.

Baca juga:  Waspada! Daihatsu Gran Max Hilang di Cideng, Kerugian Rp150 Juta

​”Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi total. Jangan sampai nyawa melayang kembali akibat pengabaian standar keamanan dan perizinan yang bersifat administratif maupun teknis,” tegas Eky.


​Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan klarifikasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian, pengelola Wisata Air RA, serta pihak sekolah terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Penyelidikan kepolisian diharapkan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban dan kepastian hukum bagi publik. (Alwi Assagaf).

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Tumpahan Solar di Jalan dr. Cipto Mangunkusumo Pemalang Pemicu Kecelakaan, Sejumlah Pemotor Luka-luka

Alwi Assagaf

23 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Tumpahan bahan bakar minyak jenis solar di Jalan dr. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, memicu rentetan kecelakaan lalu lintas pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Akibat peristiwa ini, sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh dan mengalami luka-luka. ADVERTISEMENT ​Ceceran solar yang membasahi badan jalan membuat kondisi permukaan menjadi sangat licin. Sejumlah …

Bambang Diminta Cari Pembeli, Dapat Imbalan Tanah, Mengapa Terseret Kasus Surat Palsu?

Redaksi

22 Sep 2026

Karimun, vokalpublika.com- Peran Bambang Suryadi alias Andi dalam perkara dugaan penggunaan surat palsu kembali terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Selasa (22/9/2026), dengan agenda keterangan terdakwa. ADVERTISEMENT Dalam keterangannya, terdakwa Zairan menjelaskan bahwa Bambang pada awalnya hanya diminta membantu mencarikan pembeli atas sebidang tanah. Menurut Zairan, sekitar 2013 dirinya membutuhkan dana untuk …


Diduga Lapak Solar Ilegal untuk Kebutuhan Alat Berat di Batukuda Mancak Dibekingi Oknum Berseragam Disorot,Ketum GWI Minta Pihak Berwenang Bertindak Tegas

Redaksi

22 Sep 2026

SERANG — Dugaan penggunaan dan penampungan solar yang tidak sesuai ketentuan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Sebuah lapak di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, diduga menjadi lokasi penyediaan solar untuk kebutuhan operasional alat berat. ADVERTISEMENT Sorotan tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungnya Wartawan Indonesia (DPP GWI), Syamsul Bahri. Ia meminta dugaan aktivitas …

DPRD Luwu Minta Proyek PSN KNMP Taati SOP: Jangan Sampai Bermasalah Hukum

Redaksi

22 Sep 2026

LUWU,vokalpublika.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu melayangkan peringatan keras terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Nelayan Modern dan Produktif (KNMP) di Desa Karang-karangan. ADVERTISEMENT Pelaksana proyek diingatkan untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta taat regulasi agar tidak tersandung masalah hukum di kemudian hari. ​Sorotan ini mengemuka setelah proyek KNMP disinyalir …

Pastikan Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem, Polresta Tanjungpinang Periksa Sarana dan Perlengkapan Dinas

Redaksi

22 Sep 2026

Tanjungpinang ,vokalpublika.com– Polresta Tanjungpinang melakukan pengecekan sarana dan perlengkapan dinas sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Tanjungpinang.Senin (22/09/2026) ADVERTISEMENT Pemeriksaan meliputi sejumlah sarana pendukung tugas kepolisian, di antaranya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta senjata api beserta amunisinya. Untuk memastikan kesiapan perlengkapan, pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap kondisi kendaraan …

Ketika Hujan Masuk ke Tenda Pengungsi, Korban Gempa Menanti Hunian yang Layak

Redaksi

22 Sep 2026

MBAY, Nagekeo — Malam seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat. Namun bagi warga yang kehilangan rumah akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7, malam justru menjadi waktu untuk kembali bertahan. ADVERTISEMENT Di bawah tenda-tenda darurat yang mereka bangun sendiri, mereka mencoba memejamkan mata dengan beralaskan karpet dan terpal yang terbentang langsung di atas tanah. Pada Minggu malam, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x