Home » Berita » Pemkab Pemalang Tak Lagi Gunakan Skema UHC, Kundhi Politisi PKB: Kita Harus Jujur, Pemkab Belum Mampu Menopang UHC Secara Penuh

Pemkab Pemalang Tak Lagi Gunakan Skema UHC, Kundhi Politisi PKB: Kita Harus Jujur, Pemkab Belum Mampu Menopang UHC Secara Penuh

Alwi Assagaf 06 Jan 2026 192

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten Pemalang memastikan tidak lagi menggunakan skema Universal Health Coverage (UHC) secara menyeluruh dalam layanan kesehatan warganya. Artinya, ada kriteria tertentu bagi warga yang bisa menggunakan UHC dalam layanan kesehatan.

Terkait ini, saya selalu Wakil Rakyat perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Kebijakan baru tersebut secara substantif menandai lepasnya status UHC secara menyeluruh dan berpotensi menghadirkan ancaman serius bagi kelompok warga rentan.
  2. ⁠Klasifikasi sebagai masyarakat mampu dan diarahkan untuk mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan secara mandiri, hal ini berisiko menimbulkan celah perlindungan kesehatan, terutama saat warga menghadapi kondisi darurat medis. Di atas kertas kebijakan ini tampak rasional. Tapi dalam praktik, ketika warga tidak memiliki BPJS aktif lalu mengalami kondisi gawat darurat, Pemerintah tidak boleh absen.
  3. ⁠Kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh direduksi menjadi sekadar hitung-hitungan anggaran. Efisiensi anggaran itu penting, tapi pemerintah tidak boleh menghitung risiko nyawa warga dengan kalkulator semata.
  4. ⁠Secara terminologi memang disederhanakan, namun secara kebijakan telah terjadi perubahan mendasar. UHC yang seharusnya menjamin seluruh warga kini bergeser menjadi skema selektif yang sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
Baca juga:  GIAT BAKTI DANRAMIL 13/BPTNI TERITORIAL PRIMA DALAM RANGKA HUT KE 80 THN 2025

Terkait persoalan ini, kami (DPRD) akan memperketat pengawasan terhadap implementasi kebijakan tersebut, khususnya pada layanan gawat darurat yang memerlukan perawatan inap, agar tidak terjadi diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.

“Ini inti persoalannya. Kita harus jujur mengakui bahwa secara fiskal, Pemalang belum mampu menopang UHC secara penuh,”.

Selain itu, DPRD juga menyoroti menurunnya tingkat kepatuhan pembayaran iuran BPJS mandiri yang dipicu oleh persepsi bahwa seluruh warga tetap akan ditanggung pemerintah saat sakit.

Baca juga:  Timdu Bersama Polda Jambi Gelar Rakor Penanganan Konflik Sosial di Kerinci Berikut isi kesepakatan bersamanya

Tahun 2026 akan menjadi fase krusial bagi arah kebijakan kesehatan di Pemalang. Apabila kebijakan baru ini tidak berjalan efektif dan justru menimbulkan korban kebijakan, DPRD siap mendorong agar skema UHC kembali diberlakukan secara penuh.

“Kesehatan adalah hak dasar warga negara. Efisiensi fiskal penting, tetapi pemerintah tidak boleh menghitung risiko nyawa warga dengan kalkulator,” tandasnya.*** (Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
FKKBK dan GPBI: Proyek KDMP Ulujami Harus Sejalan dengan Regulasi dan Perlindungan Kesehatan Siswa

Alwi Assagaf

12 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Pembangunan infrastruktur dan program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Namun, dukungan tersebut juga diiringi dengan catatan kritis yang membangun guna memastikan bahwa esensi pembangunan tidak mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini secara tegas disuarakan oleh Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan …

Diduga Hilang Kendali, Mobil Boks Kuning Hantam Pembatas Jalan di SPBU Bojongbata

Alwi Assagaf

12 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit mobil boks berwarna kuning terjadi di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bojongbata, pada Kamis (12/3/2026) sore. Kendaraan niaga tersebut menabrak pembatas jalan hingga mengakibatkan kerusakan ringan pada bagian depan mobil dan infrastruktur jalan. Menurut keterangan saksi mata di …

Ketua Serikat Pelaut Desak Perusahaan Kapal Harus Bertanggung Jawab Atas Tewasnya ABK, Kepala Disnakertrans Pemalang: Almarhum Akan Dapat Santunan Dari BPJS Ketenagakerjaan

Alwi Assagaf

12 Mar 2026

​Pemalang, Vokalpublika.com – Peristiwa tragis menimpa tiga anak buah kapal (ABK) yang bekerja di atas kapal MV Ina Diamond di perairan Pelabuhan Tanjung Emas. Ketiga korban dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas membersihkan tangki emergency fire di dalam kapal. ​Diduga kuat, para korban tewas akibat menghirup gas beracun di dalam tangki, yang menyebabkan mereka mengalami …

Menyambung Asa yang Terputus: Jembatan Garuda Kemerdekaan Akses Bagi Ribuan Warga Desa Ngombak dan Kentengsari

Alwi Assagaf

12 Mar 2026

GROBOGAN, Vokalpublika.com – Penantian panjang puluhan tahun warga Desa Ngombak dan Desa Kentengsari, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, akhirnya berbuah manis. Kehadiran jembatan gantung sepanjang 80 meter di atas Sungai Tuntang kini resmi menjadi urat nadi baru yang mengakhiri isolasi wilayah tersebut. Selama ini, derasnya aliran Sungai Tuntang menjadi penghambat utama mobilitas. Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, …

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama, DPC Partai Hanura Batam Konsolidasikan Kepengurusan Baru

Redaksi

12 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Batam menggelar kegiatan silaturahmi pengurus baru sekaligus buka puasa bersama pada Rabu (11/3/2026) di Aliio Cafe & Bar, Golden City Bengkong, Batam. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan. Acara ini menjadi …

Tiga ABK Tewas di MV Ina Diamond, Laskar Patih Sampun Desak Disnaker Pemalang Bertindak

Alwi Assagaf

12 Mar 2026

​PEMALANG, Vokalpublika.com – Peristiwa tragis menimpa tiga anak buah kapal (ABK) yang bekerja di atas kapal MV Ina Diamond di perairan Pelabuhan Tanjung Emas. Ketiga korban dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas membersihkan tangki emergency fire di dalam kapal. ​Diduga kuat, para korban tewas akibat menghirup gas beracun di dalam tangki, yang menyebabkan mereka mengalami …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x