Home » Uncategorized » Wamen ATR/Waka BPN: Sektor Pertanahan Berperan Strategis Wujudkan Asta Cita Presiden

Wamen ATR/Waka BPN: Sektor Pertanahan Berperan Strategis Wujudkan Asta Cita Presiden

Clara T S 17 Jun 2026 225

Jakarta – vokalpublika.com
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa sektor pertanahan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Hal tersebut disampaikan Wamen Ossy saat menjadi pembicara dalam kegiatan Akademi Politik yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (13/06/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Asta Cita sebagai Kompas Peradaban: Meneguhkan Kepemimpinan Bangsa yang Tangguh, Berdaulat, dan Berkemajuan.”

Dalam paparannya, Wamen Ossy menjelaskan bahwa hampir seluruh program strategis nasional membutuhkan dukungan ketersediaan lahan dan tata ruang yang baik, sehingga peran Kementerian ATR/BPN menjadi sangat penting dalam memastikan keberhasilan implementasi Asta Cita.

“Seperti halnya poin mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Semua program tersebut membutuhkan lahan dan tanah. Di situlah peran Kementerian ATR/BPN untuk memastikan program-program Asta Cita dapat berjalan dan terlaksana dengan baik,” ujar Ossy Dermawan.

Baca juga:  Okta Alamsyah: Kerugian Negara dari FTZ Karimun Bukti Gagalnya Tata Kelola dan Pengawasan

Pada kesempatan itu, Wamen Ossy juga memaparkan kondisi sumber daya agraria Indonesia yang didominasi wilayah perairan. Dari total luas wilayah Indonesia, sekitar 77 persen merupakan wilayah laut, sementara 23 persen berupa daratan atau sekitar 189 juta hektare.

Dari luas daratan tersebut, sekitar 118,1 juta hektare atau 62,5 persen merupakan kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Sementara itu, 70,1 juta hektare Areal Penggunaan Lain (APL) menjadi bagian dari kewenangan Kementerian ATR/BPN.

“Hingga saat ini, sekitar 79,5 persen area yang menjadi kewenangan ATR/BPN telah berhasil dipetakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ossy mengungkapkan bahwa Kementerian ATR/BPN saat ini terus mempercepat penyelesaian pemetaan terhadap 20,5 persen bidang tanah yang masih tersisa, terutama di wilayah perbatasan negara dan kawasan yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Baca juga:  Klarifikasi SMPN 1 Berampu: Isu Toilet Rusak dan Bau Pesing Dibantah, Kondisi Dinilai Masih Terkendali

Menurutnya, penyelesaian pemetaan secara menyeluruh akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pertanahan nasional yang lebih akurat, terintegrasi, dan modern.

“Ketika seluruh bidang tanah pada Areal Penggunaan Lain telah terpetakan 100 persen, pemerintah akan memiliki basis data pertanahan yang lengkap dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan,” katanya.

Di hadapan para mahasiswa peserta Akademi Politik UMJ, Wamen Ossy juga menekankan pentingnya integrasi data pertanahan melalui implementasi Kebijakan Satu Peta (One Map Policy). Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mengurangi potensi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang selama ini kerap memicu sengketa lahan dan konflik agraria.

Menurutnya, berbagai persoalan pertanahan yang terjadi saat ini banyak disebabkan oleh belum terintegrasinya data antarinstansi, baik pada kawasan hutan maupun kawasan penggunaan lainnya.

Baca juga:  Polres Dairi Kerahkan 58 Personil Saat Pesta Tugu Silahisabungan, Berjalan Aman dan Lancar

“Beberapa permasalahan yang terjadi saat ini merupakan akibat belum adanya kesatuan basis data yang kita miliki, baik di kawasan hutan maupun kawasan APL. Karena itu, kami terus mendorong pemanfaatan teknologi dan integrasi data agar seluruh lembaga menggunakan satu basis data yang sama, sehingga tumpang tindih pemanfaatan ruang dan konflik agraria dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Melalui percepatan pemetaan dan integrasi data pertanahan nasional, Kementerian ATR/BPN berkomitmen mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, kepastian hukum atas tanah, serta pengelolaan ruang yang lebih efektif demi mendukung Indonesia yang maju, berdaulat, dan berdaya saing global. (Clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Kebakaran Hebat di Jalan Tapanuli/pak pak Sidikalang, 5 Rumah Ludes Terbakar, 1 Orang Meninggal Dunia

Clara T S

18 Sep 2026

SIDIKALANG —vokalpublika.comKebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Tapanuli/pak pak, tepatnya di samping Galon Naibaho, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18/9/2026) sore. ADVERTISEMENT Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Dairi langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat pada pukul 16.23 WIB. Armada Damkar berangkat pukul 16.24 WIB …

Si Jago Merah Mengamuk di Jalan Pakpak! Tiga Rumah Diduga Ludes, Ledakan Bikin Panik

Clara T S

18 Sep 2026

SIDIKALANG —vokalpublika.comKebakaran hebat terjadi di kawasan Jalan Pakpak, Sidikalang, Kabupaten Dairi, tepatnya di sekitar persimpangan Jalan Tapanuli, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. ADVERTISEMENT Kobaran api dengan cepat membesar dan disertai suara ledakan berulang dari lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi panik dan berupaya menjauh dari titik kebakaran. Hingga berita ini diturunkan, …

Layanan Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Pangkas Waktu Pengurusan Peta Bidang Tanah

Clara T S

17 Sep 2026

BOGOR —vokalpublika.comMasyarakat kini tidak lagi harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan Peta Bidang Tanah (PBT). Melalui layanan Pengukuran Terjadwal, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan kepastian waktu sekaligus mempercepat proses pengukuran bidang tanah. ADVERTISEMENT Manfaat tersebut dirasakan langsung Iswandi Arfan, warga Kabupaten Bogor, yang mengaku proses pengurusan PBT kini jauh lebih cepat dibandingkan …

PELATARAN Hadir di Akhir Pekan, Urusan Pertanahan Tak Lagi Harus Tunggu Senin

Clara T S

17 Sep 2026

BANYUMAS —vokalpublika.comTak sempat mengurus urusan pertanahan karena sibuk bekerja dari Senin hingga Jumat? Kini masyarakat memiliki pilihan lain. Melalui layanan PELATARAN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membuka akses pelayanan pertanahan pada akhir pekan. ADVERTISEMENT Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan meninggalkan pekerjaan pada hari kerja. Berbagai kebutuhan pertanahan, mulai dari …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x