Home » Berita » Tebing Kali Aesesa Makin Tergerus, Jalan Utama ke Marapokot Terancam

Tebing Kali Aesesa Makin Tergerus, Jalan Utama ke Marapokot Terancam

Redaksi 18 Sep 2026 4

MBAY, Nagekeo vokalpublika.com— Tanah yang selama ini menjadi batas antara Kali Aesesa dan jalan umum kini perlahan kehilangan pijakannya. Sedikit demi sedikit, tebing tergerus dan jaraknya dengan badan jalan semakin dekat.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Di Kelurahan Mbay I, Kampung Ameaba, RT 15, tebing Kali Aesesa dilaporkan mengalami keruntuhan atau longsor setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Material tanah yang runtuh membuat jarak antara tebing dan jalan utama semakin menyempit. Warga memperkirakan jaraknya kini hanya sekitar 10 meter.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebab, jalan yang berada di sisi tebing bukan sekadar jalan biasa. Jalur ini merupakan jalan utama yang menghubungkan wilayah Mbay dengan Pelabuhan Marapokot dan kawasan perikanan, sekaligus menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian.

Setiap hari, jalur tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas warga—mengangkut hasil pertanian, menuju kawasan perikanan, membawa kebutuhan masyarakat, hingga menghubungkan aktivitas ekonomi dengan wilayah pelabuhan.

Baca juga:  Kavling Hunian di Desa Kramat Diduga Ilegal, AWPB: Pengembang Berpotensi Melanggar Pidana Berat

Jika abrasi dan longsor terus terjadi hingga mencapai badan jalan, dampaknya bukan hanya pada infrastruktur. Mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta aktivitas ekonomi warga berpotensi ikut terganggu.
Mashury Daeng Bora (44), warga setempat, mengatakan dirinya bahkan telah melaporkan kondisi longsor tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo sekitar dua minggu setelah gempa bumi terjadi.

Menurut Mashury, saat melaporkan kondisi tersebut, ia membawa video dan foto sebagai dokumentasi kondisi tebing yang mengalami longsor.

“Dua minggu setelah gempa, saya sudah melaporkan langsung ke BPBD Nagekeo. Saya membawa video dan foto untuk menunjukkan kondisi longsor di lokasi,” ujar Mashury.

Namun, kata Mashury, saat itu pihak BPBD menyampaikan bahwa perhatian mereka masih difokuskan pada penanganan masyarakat terdampak bencana.

“Jawabannya waktu itu, mereka masih konsentrasi ke manusia. Mereka bilang, setelah ini laporan akan ditanggapi,” tambahnya.

Baca juga:  ​Wujudkan Progam Bupati Rhapsodi, Pemerintah Kecamatan Pemalang Kompak Gelar "Jumat Bersih" Bersama Siswa Magang

Mashury berharap laporan tersebut tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan melihat kondisi tebing secara langsung.

“Kami berharap pemerintah segera melihat kondisi ini. Jangan tunggu sampai tebing semakin runtuh dan jalan ikut terancam. Ini jalan utama yang menghubungkan wilayah pelabuhan Marapokot dan kawasan perikanan, sekaligus menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian,” harap Mashury, Kamis (17/9/2026).

Warga berharap langkah pencegahan dilakukan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius. Pemasangan bronjong maupun struktur pengaman tebing lainnya dinilai perlu dipertimbangkan untuk menahan laju erosi dan mengurangi risiko longsor susulan.

Kekhawatiran semakin besar karena musim hujan mulai mendekat. Tanah yang sudah mengalami keruntuhan berpotensi semakin mudah tergerus aliran air. Jika tidak segera ditangani, tebing yang saat ini berjarak sekitar 10 meter dari jalan dikhawatirkan terus bergeser dan mengancam badan jalan.

Baca juga:  Prabowo Tampil Gagah dengan Tanjak Biru, Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-80 RI

Jangan menunggu tanah kembali jatuh untuk kemudian bergerak. Jangan menunggu jalan terputus untuk menyadari bahwa ancaman sudah berada di depan mata.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar badan jalan.
Di sepanjang jalur tersebut terdapat denyut kehidupan masyarakat: akses menuju lahan pertanian, pergerakan hasil pertanian dan perikanan, aktivitas menuju pasar Danga, hingga konektivitas ekonomi dengan Pelabuhan Marapokot dan kawasan sekitarnya.
Kini, tebing Kali Aesesa semakin dekat dengan jalan utama.

Jalan yang menjadi salah satu urat nadi pertanian, perikanan, dan akses menuju pelabuhan itu membutuhkan perhatian dan langkah pencegahan sebelum ancaman berubah menjadi kerusakan yang lebih besar.
Sebelum jalan benar-benar terputus, sebelum mobilitas warga terganggu, dan sebelum kerugian menjadi lebih besar—tebing Kali Aesesa membutuhkan perhatian.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
KAPOLDA KEPRI TEGASKAN PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KONFLIK SETOKOK

Redaksi

18 Sep 2026

Vokalpublika.com, Batam – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan Polda Kepri bersama jajaran terus melakukan penanganan terhadap konflik yang terjadi di Pulau Setokok, Kota Batam. Proses hukum dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pendalaman terhadap kemungkinan adanya pelaku lain. ADVERTISEMENT “Polresta Barelang sudah menetapkan beberapa tersangka seperti yang sudah dirilis. Kami …

HAMPIR TIGA TAHUN BERJALAN, ASWIN SOROTI PERKARA DUGAAN PEMALSUAN AKTA KELAHIRAN

Redaksi

18 Sep 2026

Budi Gautama: APH dan Majelis Hakim Harus Tegakkan Hukum Berdasarkan Fakta dan Alat Bukti ADVERTISEMENT PONTIANAK, KALBAR ,vokalpublika.com— Perkara dugaan pemalsuan akta kelahiran anak yang menyeret Syarif Taufik Akbar kini memasuki tahapan akhir persidangan. Perkara yang dilaporkan sejak 2023 tersebut telah berjalan hampir tiga tahun dan kini memasuki sidang ke-9. Di tengah proses persidangan yang …

Polsek Tanjungpinang Timur Bersama Damkar Tangani Kebakaran Lahan Kosong

Redaksi

18 Sep 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Lahan kosong seluas kurang lebih 300 meter persegi yang berada di Jalan Kuantan, Gang Putri Ayu I, RT 02/RW 01, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, mengalami kebakaran pada Kamis, 17 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. ADVERTISEMENT Lahan yang terbakar tersebut diketahui belum diketahui pemiliknya. Informasi awal mengenai kebakaran …

BAZNAS Kota Padang Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa UPI YPTK, Dukung Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Redaksi

18 Sep 2026

PADANG, Vokalpublika.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyaluran beasiswa kepada mahasiswa Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. ADVERTISEMENT Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan dana zakat untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan dalam …

Masjid Agung Baiturrahman Mbay Rusak Berat, Pembangunan Masjid Darurat Masih Membutuhkan Dukungan

Redaksi

18 Sep 2026

MBAY, Nagekeo, volalpublika.com— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB, tidak hanya mengguncang tanah. Bencana tersebut juga mengguncang kehidupan masyarakat dan meninggalkan dampak serius bagi aktivitas keagamaan umat Islam di Mbay. ADVERTISEMENT Masjid Agung Baiturrahman Mbay mengalami kerusakan berat sehingga untuk sementara tidak lagi …

Peringati HUT ke-81 PMI, Pemerintah Kecamatan Pemalang Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Kemanusiaan

Alwi Assagaf

17 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pemalang menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Apresiasi tersebut disampaikannya melalui unggahan resmi media sosial Kecamatan Pemalang sebagai bentuk dukungan atas komitmen kemanusiaan yang terus dijalankan oleh PMI. ADVERTISEMENT ​Dalam keterangan resminya, Pemcam Pemalang menilai keberadaan PMI selama 81 tahun telah …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x