Home » Berita » Perempuan Juga Manusia, Jangan Bunuh Dirinya Dalam Nama Cinta

Perempuan Juga Manusia, Jangan Bunuh Dirinya Dalam Nama Cinta

Redaksi 22 Sep 2025 893

vokalpublika. Com

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Perempuan tidak dilahirkan untuk dipenjara dalam hubungan yang menyakitkan.
Namun kenyataannya, banyak dari mereka yang memilih bertahan dalam rumah tangga yang penuh luka bukan karena cinta, tapi karena rasa takut.
Takut dicap gagal. Takut menyakiti anak. Takut dianggap sebagai perempuan yang tidak tahu diri.

Padahal sesungguhnya, perempuan juga manusia. Ia berhak dicintai tanpa dicurigai. Dihargai tanpa dikekang. Diperlakukan sebagai partner, bukan tahanan dalam rumahnya sendiri.

Diriku tidak selingkuh. Aku hanya tidak dipercaya. Bisikan yang mungkin tidak pernah terucap, tapi tinggal di hati banyak istri.
Dicurigai, dikekang, dikecilkan, tidak sedikit perempuan yang mengalami hubungan dimana ketulusan dan kesetiaannya terus-menerus diragukan.
Persahabatan yang sehat dicurigai. Pekerjaan yang dicintai diawasi. Bahkan sekedar tertawa bersama teman pun dianggap mencurigakan.

Hari demi hari, ia berjuang sendirian.
Bekerja, mengurus rumah, mencintai, memberi, memaafkan.
Namun semua itu tidak cukup untuk membuatnya dipercaya.

Baca juga:  Pemkab Pemalang Uber Penderita TBC, Anom Widiyantoro Berharap TBC Tidak Menyebar dan Bertambah

Dan yang paling menyakitkan bukan hanya curiga tapi saat perempuan mulai merasa kecil di mata orang yang paling ia cintai. Lebih baik sendiri dalam damai, daripada bersama dalam curiga.

Ketika hidup penuh batasan, penuh tekanan, penuh tuduhan,
lama-lama yang padam bukan hanya cinta, tapi rasa hidup itu sendiri.

Anak yang terseret dalam badai, ketika perempuan akhirnya memilih pergi, bukan hanya dirinya yang terluka tapi juga anak.
Buah hati yang tidak pernah meminta perpisahan itu, harus belajar menerima rumah yang tidak lagi utuh.

Di sinilah tantangan terbesar seorang ibu dimulai, bagaimana melindungi jiwa anak, di tengah luka yang harus ia rawat sendiri?

Anak tidak butuh rumah utuh yang penuh pertengkaran. Ia butuh hati ibu yang tetap sehat untuk mencintai.
Jalan untuk menyelamatkan anak dan diri.
Jujur tanpa menyudutkan. Anak berhak tahu, tapi tidak semua harus diberitahu.

Ko parenting sehat. Jika mungkin, beri ruang untuk kehadiran ayah yang sehat emosinya.
Pulihkan diri tanpa rasa bersalah. Anak lebih butuh ibu yang tenang daripada dua orang tua yang saling melukai.
Tetap jadi pelindung emosi anak. Ibu boleh rapuh, tapi jangan roboh di depan anak.
Bangkit dan beri contoh. Jadilah penyala harapan anakmu belajar tentang cinta dari caramu mencintai diri sendiri.

Baca juga:  Pemko Batam Tanggap! Titik Rawan Kecelakaan di SP Plaza Ditangani

Jangan biarkan cinta menghapus dirimu. Karena anakmu butuh ibu yang tetap utuh. Pergi bukan gagal. Bertahan dan bukan selalu mulia.
Keputusan untuk meninggalkan pernikahan yang tidak sehat bukan bentuk kegagalan seorang perempuan.
Justru itu bisa menjadi tindakan penyelamatan diri dan masa depan.

Bertahan membunuhku. Pergi menyelamatkanku. Perempuan yang berani memilih jalan yang berbeda bukanlah perempuan lemah.
Ia adalah perempuan yang cukup kuat untuk katakan,
Diriku tidak ingin anakku tumbuh melihat ibunya hancur setiap hari.

Jalan pulang selalu ada
untuk semua perempuan yang merasa hancur
pulihlah.
Bangun dirimu kembali.
Bukan untuk membalas,
tapi untuk menunjukkan pada dunia dan pada anakmu bahwa kamu layak hidup merdeka.

Baca juga:  Tim Taekwondo Nagekeo Raih 25 Medali di National Taekwondo Competition Komodo Open Labuan Bajo 2025

Perempuan bukan milik yang harus dijaga ketat. Ia adalah manusia yang perlu diberi ruang untuk tumbuh.

Untuk masyarakat, dan media
Hentikan menilai perempuan dari apakah dia ‘bertahan’ atau ‘pergi’.
Nilai lah dari keberaniannya untuk menyelamatkan hidup dan masa depan yang lebih sehat bagi generasi berikutnya.
Karena perempuan yang pulih,
adalah perempuan yang akan menyelamatkan anaknya,
dan menyala kembali sebagai harapan bagi dunia.

Penulis adalah Ketua Pemuda Katolik Nagekeo dan Ketua Pokja I PKK Kecamatan Aesesa. Saat ini, penulis menjabat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo dan menetap di Kabupaten Nagekeo.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Hadirkan Infrastruktur Baru, Dandim Pemalang Tutup TMMD Sengkuyung I di Desa Surajaya

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com — Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., secara resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). ​Mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini …

​Korban Penipuan Seleksi CPNS Laporkan Kasus ke Polres Pemalang Melalui Kuasa Hukum DS Law Office

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​Pemalang, Vokalpublika.com – Andi Ashadi Haris, didampingi Kuasa Hukum Adv. David Santosa, S.H. dan paralegal Ali Afandi dari DS LAW OFFICE, resmi melayangkan aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pemalang atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Aduan tersebut berbunyi pada (HAT) warga Klareyan, Pemalang. ​Perkara ini bermula sekitar tahun 2017-2018, saat pelapor, …

​Ikatan Wartawan Online Indonesia Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Bekasi

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​BEKASI, Vokalpublika.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan status tersangka terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam skandal suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Desakan ini muncul setelah daftar penerima aliran dana terungkap dalam persidangan pengusaha Sarjan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 9 Maret 2026. ​Ketua …

Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pesisir Barat Belum Tetapkan Tersangka, Keluarga Korban Tunggu Kepastian Hukum

Redaksi

11 Mar 2026

Pesisir barat Vokalpublika.com-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Pesisir Barat menuai sorotan dari pihak keluarga korban. Pelapor yang juga orang tua korban, Edi Pasal, mengaku masih menantikan kepastian hukum dari proses penyidikan yang tengah berjalan di Polres Pesisir Barat. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui Laporan Polisi Nomor: …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Sayangkan Insiden Penghalangan Tugas Jurnalistik Saat Gubernur Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

​Pekalongan, Vokalpublika.com – Sejumlah wartawan melakukan aksi protes dengan meletakkan kartu pers di lantai saat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan kepada Sukirman, Senin (9/3/2026). Aksi ini dipicu oleh adanya penghalangan akses peliputan bagi awak media oleh petugas di lokasi acara.​Peristiwa bermula saat para jurnalis hendak memasuki ruang acara resmi yang …

​Optimalkan Konektivitas, TNI Hadir dalam Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Pemalang

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Dalam upaya memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas masyarakat, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan peluncuran program 200 Titik Jembatan Garuda secara virtual pada Senin 9 Maret 2026. Acara ini diikuti secara serentak oleh satuan TNI di seluruh pelosok tanah air, termasuk Kodim 0711/Pemalang yang menggelar video conference terpusat di …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x