Home » Uncategorized » Menteri Nusron Tekankan Tradisi Dialektika Berpikir: Kritik dan Perbedaan Pemikiran Harus Tetap Hidup di Kampus

Menteri Nusron Tekankan Tradisi Dialektika Berpikir: Kritik dan Perbedaan Pemikiran Harus Tetap Hidup di Kampus

Clara T S 07 Sep 2026 11

SLEMAN — vokalpublika.com
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang terbuka bagi pertukaran gagasan, termasuk pemikiran kritis terhadap negara maupun kebijakan pemerintah.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Kuliah umum tersebut menghadirkan akademisi sekaligus filsuf Rocky Gerung sebagai salah satu narasumber dan diikuti lebih dari 500 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN.

“Tradisi dialektika berpikir tidak boleh mati di mana pun kita berada. Sebagai insan akademik di kampus ini, meskipun kampus ini adalah sekolah semi-kedinasan, saya minta untuk tidak segan-segan mengundang berbagai tokoh dari level mana pun yang sifatnya kritik dan kritis terhadap negara, termasuk kritis terhadap kebijakan kita,” ujar Menteri Nusron.

Menurutnya, keberagaman perspektif bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan dapat menjadi sumber pengetahuan apabila setiap pihak diberikan ruang untuk menyampaikan, mempertanyakan, dan mempertukarkan gagasannya secara terbuka.

Baca juga:  Bukit Moran Dibantai: PETI Menggila, Hukum Mati di Sintang

Untuk menggambarkan pentingnya pertukaran gagasan, Menteri Nusron menggunakan analogi “filsafat apel” yang dikaitkan dengan pemikiran Bernard Shaw.

“Kalau ada dua orang, saya sama Rocky, masing-masing punya sebuah apel, kemudian kita tukarkan masing-masing apel kita, Rocky memberikan apelnya kepada saya, saya memberikan apel saya kepada Rocky, maka jadinya tetap sama, masing-masing tetap hanya memiliki satu buah apel,” jelasnya.

Namun, menurut Menteri Nusron, pertukaran pemikiran menghasilkan sesuatu yang berbeda. Ketika dua orang memiliki pemikiran yang berbeda kemudian saling bertukar gagasan, keduanya justru memperoleh perspektif baru.

“Tetapi kalau kita mempunyai dua pemikiran yang berbeda, kemudian pemikiran itu kita saling tukarkan, maka jadinya kita mempunyai dua buah pemikiran yang berbeda,” tuturnya.

Karena itu, Menteri Nusron berharap tradisi kuliah umum dan ruang dialektika di Politeknik Agraria STPN terus dikembangkan. Menurutnya, proses berbagi pendapat akan memperkaya wawasan sekaligus membentuk cara berpikir yang lebih terbuka bagi para taruna dan taruni.

“Sharing pendapat itu akan menjadikan kita kaya akan pendapat dan kaya akan hasrat,” katanya.

Rocky Gerung: Pikiran Harus Berani Dibantah

Dalam kesempatan yang sama, Rocky Gerung menekankan bahwa proses akademik tidak seharusnya berhenti pada penyampaian gagasan. Sebuah pemikiran justru perlu diuji melalui perdebatan, kritik, dan argumentasi agar dapat berkembang.

Baca juga:  Surat Bupati Nagekeo Tak Pernah Sampai ke Menpan RB, Forum Eks THL: “Kami Sangat Kecewa dengan BKPP"

“Pikiran, kuliah umum, kalau tidak ada yang bantah, dia jadi doa. Doa nggak boleh dibantah, pikiran harus dibantah. Itu bedanya,” ujar Rocky.

Di hadapan para taruna dan taruni, Rocky juga menjelaskan pendekatan filosofis yang digunakannya untuk mengajak peserta melihat kembali akar dari berbagai konsep dan pemikiran, termasuk dalam memahami persoalan pertanahan.

“Saya sengaja mengambil cara berpikir filosofi untuk membongkar akarnya. Supaya ada konsep-konsep radikal. Kita membongkar tanah untuk menemukan akar. Kita membongkar pikiran supaya tidak ada yang disembunyikan secara politis. Itu intinya,” ungkapnya.

Pemikiran tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai tanah, negara, dan rakyat yang dibahas dalam kuliah umum. Rocky mengajak para taruna dan taruni untuk tidak hanya memahami persoalan pertanahan dari aspek teknis dan regulasi, tetapi juga melihatnya dari perspektif sosial, filosofis, historis, dan ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa tanah memiliki pemaknaan yang berbeda bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat adat, tanah dapat memiliki nilai magis karena berkaitan dengan kehidupan dan warisan leluhur. Bagi negara, tanah memiliki fungsi sosial yang diwujudkan melalui pengaturan dan hukum. Sementara bagi korporasi, tanah dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan bisnis.

Baca juga:  Percepat Sertipikasi Tanah MBR, Menteri Nusron: Manfaat Program Pemerintah Harus Dirasakan Secara Utuh

Perbedaan pemaknaan tersebut, menurut Rocky, menjadi salah satu hal penting dalam memahami konflik agraria. Persoalan agraria tidak selalu sekadar menyangkut perebutan suatu bidang tanah, tetapi juga menyangkut perbedaan mengenai hak, fungsi, nilai, serta tujuan penguasaan dan pemanfaatan tanah.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran, serta lebih dari 500 taruna dan taruni Politeknik Agraria STPN.

Melalui kegiatan tersebut, Politeknik Agraria STPN diharapkan terus menjadi ruang akademik yang terbuka terhadap berbagai perspektif. Tradisi dialog, kritik, dan pertukaran gagasan dinilai penting untuk membentuk calon insan pertanahan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, terbuka, dan memahami kompleksitas persoalan agraria di tengah masyarakat.(clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Menteri ATR/Kepala BPN Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian Masyarakat

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN —Vokalpunlika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa transformasi organisasi dan layanan pertanahan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut tidak boleh sekadar mengubah struktur organisasi, tetapi harus berujung pada layanan yang lebih mudah, jelas, cepat, dan memberikan kepastian. ADVERTISEMENT Penegasan itu disampaikan Nusron saat memimpin Rapat Koordinasi …

Pemkab Dairi dan PT DPM Perkuat UMKM Kopi, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Clara T S

07 Sep 2026

DAIRI —vokalpublika.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bersama PT Dairi Prima Mineral (DPM) terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan pelatihan bagi Kelompok Binaan Sinaok di Desa Tuntung Batu. Kelompok UMKM …

Wamen Ossy Serahkan Sertipikat MBR di Kabupaten Banjar, Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Layak Huni

Clara T S

07 Sep 2026

BANJAR —vokalpublika.comKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui percepatan legalisasi dan sertipikasi tanah. ADVERTISEMENT Sebanyak 40 sertipikat tanah bagi MBR di Desa Mekar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan bersama Ketua Komisi II …

Rocky Gerung Ajak Taruna Politeknik Agraria STPN Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Tanah

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN —Vokalpublika comPemahaman yang utuh mengenai tanah dinilai menjadi bekal penting bagi calon insan pertanahan dalam menjalankan tugas pengelolaan pertanahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tanah tidak hanya dipandang sebagai objek kepemilikan, tetapi juga memiliki dimensi sosial, historis, filosofis, dan ekonomi. ADVERTISEMENT Hal tersebut disampaikan akademisi sekaligus filsuf Rocky Gerung saat memberikan kuliah umum kepada …

Wakapolres Dairi Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama DPD Aceh Sepakat

Clara T S

06 Sep 2026

DAIRI — vokalpublika.comDalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh Sepakat Dairi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M sekaligus kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu. ADVERTISEMENT Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mubarokah, Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Minggu (6/9/2026), mengusung …

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, DPD Aceh Sepakat Dairi Perkuat Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

Clara T S

06 Sep 2026

DAIRI —vokalpublika.comDewan Pimpinan Daerah (DPD) Aceh Sepakat Kabupaten Dairi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 M sekaligus menyantuni anak yatim dan piatu, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mubarokah, Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, yang merupakan masjid binaan DPD Aceh Sepakat Dairi tersebut, mengusung tema “Jadikan Maulid Nabi Muhammad …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x