Home » Berita » Mangrove Terancam, Warga Buruk Bakul Waswas Digusur Proyek Industri

Mangrove Terancam, Warga Buruk Bakul Waswas Digusur Proyek Industri

Redaksi 12 Jul 2025 162

Bengkalis, Vokalpublika.com – Warga Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, diliputi keresahan. Rencana pemerintah membangun kawasan industri di pesisir desa mereka terancam memusnahkan ratusan hektare hutan mangrove yang telah mereka jaga selama bertahun-tahun.

Kelompok Konservasi Mangrove Sekat Bakau, yang aktif sejak 2020, telah membibitkan 35.000 pohon dan menanam lebih dari 27.000 bibit mangrove. Mereka juga rutin menyulam bibit yang gagal tumbuh. Namun semua jerih payah itu terancam hilang bila proyek pelabuhan dan kawasan industri tetap berjalan.

“Kalau jadi kawasan industri, rumah bibit kami pasti terdampak. Kami tidak setuju,” ujar Suhana, anggota kelompok Sekat Bakau, kepada Mongabay.

Baca juga:  OSO Ajak Seluruh Bangsa Perkuat Solidaritas Pascabencana di Sumatera dan Refleksi Awal Tahun 2026

Buruk Bakul bukan tanpa tantangan. Abrasi menggerus pesisir dua sampai empat meter per tahun. Tapi sejak mangrove ditanam, perubahan perlahan terasa. Tanaman mangrove mulai memulihkan daratan yang sebelumnya terkikis air laut.

“Dulu abrasi parah. Sekarang yang sudah ditanami mulai pulih,” tambah Susanti, rekan Suhana di kelompok konservasi.

Keresahan juga datang dari nelayan tradisional. Mereka khawatir laut yang menjadi sumber utama penghidupan bakal tercemar. “Kalau laut rusak, kami makan apa?” tanya Afrizal, nelayan setempat.

Baca juga:  Sukses Selesaikan Sejumlah Perkara Tindak Pidana Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan dari Kapolda Jatim

Jaring tradisional seperti mekap yang mereka gunakan bisa rusak akibat aktivitas industri atau sampah kayu dari tongkang. Belum lagi, belat—alat tangkap lain yang lebih merusak—sering membunuh ikan kecil.

Di sisi lain, Pemkab Bengkalis melalui Kepala Bappeda, Rinto, mengklaim proyek ini tak akan mengorbankan warga. Ia menyebut sudah ada sosialisasi dan kawasan yang dibangun adalah lahan kosong.

Namun Ketua Sekat Bakau, Khaidir, menepis klaim itu. Ia menyebut warga belum pernah diajak diskusi terbuka oleh pemerintah. “Jangan sampai proyek terburu-buru malah bikin kacau. Kami minta jaminan mangrove tetap lestari,” katanya tegas.

Baca juga:  Ribuan Honorer di Kerinci Terancam Dirumahkan, Pemkab Kerinci Diminta Bertindak

Direktur Yayasan Gambut Riau, Mulyadi, menambahkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan ekosistem dan perjuangan warga. “Harus ada keseimbangan antara investasi dan perlindungan lingkungan. Kalau mangrove rusak, ekonomi warga juga mati.”

Hutan mangrove di Buruk Bakul bukan sekadar pohon. Ia adalah benteng terakhir desa dari abrasi, sekaligus simbol ketahanan warga terhadap krisis iklim

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Dukung Program Nasional, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Turun Langsung Lakukan Pendampingan Penyiapan Lahan KDKMP

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dalam rangka mendukung program nasional penguatan ekonomi desa, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan pendampingan kegiatan Pembukaan Penyiapan Lahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bertempat di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Senin (12/01/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Danramil 12/Watukumpul Kapten Inf Mulyo Hartono, didampingi Babinsa Desa Jojogan Serka …

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Dua Rumah Warga Tambakrejo – Pemalang Rusak

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Pemalang pada Jumat sore, (9/1/2026). Dampak peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga di Dukuh Sumberharjo, RT 03 RW 07, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, mengalami kerusakan bagian atap dan bangunan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pemalang, kejadian …

Jalan Desa Kalisaleh – Belik Pemalang Rusak Bertahun-tahun! Minim Penerangan, Warga Dihimbau Hati-hati

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi jalan Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, memerlukan perhatian serius. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang, sementara fasilitas penerangan jalan masih sangat minim. Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kesulitan bagi warga dan pengendara yang melewati jalan tersebut. Informasi mengenai kondisi jalan ini muncul melalui video unggahan salah …

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Ribuan Warga Pemalang Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Pagi Bersama Bupati

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pagi semangat ribuan warga meriahkan jalan sehat dan senam pagi di udara yang sejuk. Gelora Krida Muda, Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan. Minggu (11/1/2026), dipenuhi gelak tawa dan semangat warga Kabupaten Pemalang. Ribuan peserta dari berbagai wilayah berkumpul mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama untuk memperingati Hari Desa Nasional. Warna-warni pakaian olahraga, …

City Walk Jadi Pilihan Olahraga Pagi Bupati Pemalang dan Keluarga

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang.Vokalpublika.com – Pagi yang cerah udara sejuk di City Walk Pemalang, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, memanfaatkan kawasan City Walk Pemalang untuk melakukan olahraga pagi bersama keluarga, Minggu (11/01/2026). Aktivitas tersebut berlangsung di ruang terbuka publik yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas santai. Pada kegiatan tersebut, Bupati Pemalang terlihat menggunakan sepatu roda serta dengan …

SAPMA PP Pemalang Desak Pemkab Segera Tertibkan Prostitusi, Karaoke dan Mihol Ilegal: Tegakkan Perda Tanpa Pandang Bulu

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dinilai gagal menertibkan tempat prostitusi, karaoke, dan penjualan minuman beralkohol. Hal tersebut terlihat dari masih beroperasinya sejumlah tempat yang belum jelas perizinannya, sehingga menyebabkan rusaknya moral serta memberi pengaruh buruk bagi generasi muda. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Widiyana Aji …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x