Home » Berita » Ketika Hujan Masuk ke Tenda Pengungsi, Korban Gempa Menanti Hunian yang Layak

Ketika Hujan Masuk ke Tenda Pengungsi, Korban Gempa Menanti Hunian yang Layak

Redaksi 22 Sep 2026 8

MBAY, Nagekeo — Malam seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat. Namun bagi warga yang kehilangan rumah akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7, malam justru menjadi waktu untuk kembali bertahan.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Di bawah tenda-tenda darurat yang mereka bangun sendiri, mereka mencoba memejamkan mata dengan beralaskan karpet dan terpal yang terbentang langsung di atas tanah.

Pada Minggu malam, 20 September 2026, hujan deras dengan intensitas sedang kembali mengguyur. Air menetes dari tenda. Sebagian merembes dan mengalir melalui tanah hingga mencapai tempat tidur para pengungsi. Karpet dan terpal yang menjadi alas tidur pun tak lagi sepenuhnya kering.

Di dalam tenda-tenda sederhana itu, terdapat anak-anak dan para lansia yang harus menjalani malam dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Salah satunya adalah Mama Zahra Umar (64), warga Lingkungan Bago, RT 11, Kelurahan Mbay I. Mama Zahra tinggal di sebuah tenda darurat bersama kakaknya yang berusia 68 tahun dan enam anggota keluarga lainnya. Delapan jiwa harus berbagi ruang yang terbatas untuk bertahan setelah rumah mereka tidak lagi aman ditempati.

Kondisi Mama Zahra bahkan jauh lebih berat. Ia mengalami kelumpuhan setelah tertimpa reruntuhan saat gempa sebelumnya.
Ketika hujan turun pada Minggu malam, tenda yang menjadi tempat mereka berlindung tidak mampu menahan air. Mereka terpaksa memindahkan kasur dan bantal ke dalam rumah.

Baca juga:  Dekat di Hati Petani, Polres Kuningan Pasang Badan Kawal Swasembada Pangan

“Kami semalam terpaksa harus lari ke dalam rumah karena air masuk ke dalam tenda. Kasur dan bantal kami angkut ke dalam rumah,” keluh Mama Zahra.

Bagi perempuan yang mengalami kelumpuhan, situasi seperti itu bukan perkara sederhana. Ketika air mulai masuk ke tenda, ia tidak hanya menghadapi dinginnya hujan, tetapi juga keterbatasan untuk menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang miliknya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan Yati Ibrahim (35), Ketua RT 17 Kajulaki. Sebagai ketua RT, ia mengaku pikirannya tertuju kepada warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat ketika hujan turun.

“Saya pribadi memikirkan warga saya yang masih berada di tenda darurat. Bagaimana mereka menghadapi saat hujan malam ini?” ujar Yati.
Yati sendiri masih menginap di tenda darurat. Ketika hujan turun, ia terpaksa memindahkan kasur dan beberapa alas tidur ke dalam rumah yang sebagian telah runtuh. Namun masuk kembali ke rumah yang rusak bukan berarti rasa aman kembali hadir.

“Saya sendiri masih nginap di tenda darurat. Terpaksa memindahkan kasur dan beberapa alas tidur untuk dibawa ke dalam rumah yang sebagian sudah runtuh. Rasa waswas tetap menghantui karena gempa susulan masih sering terjadi,” katanya.

Hal senada disampaikan Sarina Ndaek (40). Ia berharap pembangunan hunian sementara segera direalisasikan dengan desain dan konstruksi yang benar-benar memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat hujan.

Baca juga:  ATR/BPN dan KPK Dorong Reformasi Pertanahan di Sulut, Sembilan Program Strategis Diyakini Tingkatkan PAD Daerah

“Kami berharap pembangunan hunian sementara segera direalisasikan dan pembangunannya memperhatikan keadaan hujan. Sehingga tempat istirahat kami tidak dimasuki air yang mengalir lewat tanah,” harap Sarina.

Keluhan para warga tersebut menggambarkan satu kenyataan yang sama: mereka berada dalam posisi serba sulit..Tenda tidak cukup kuat menghadapi hujan. Sementara rumah yang rusak juga tidak sepenuhnya aman untuk ditempati.

Bagi mereka, tenda bukan lagi sekadar tempat berlindung sementara. Tenda telah menjadi rumah selama lebih dari sebulan—rumah yang harus mereka bangun sendiri setelah rumah sebenarnya tak lagi aman untuk ditempati karena roboh atau mengalami kerusakan parah. Namun rumah darurat itu pun belum mampu memberikan rasa aman sepenuhnya.

Gempa susulan masih terjadi.

Pada Senin pagi, 21 September 2026 pukul 08.41 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 kembali mengguncang. Getarannya dirasakan masyarakat dan kembali menghidupkan kecemasan yang belum benar-benar hilang sejak gempa utama.
Di satu sisi mereka takut kembali ke rumah yang rusak. Di sisi lain, mereka harus bertahan di tenda yang tidak mampu sepenuhnya melindungi mereka dari hujan.

Mereka seperti berada di antara dua ketakutan: takut pada rumah yang bisa runtuh dan takut pada tenda yang tak mampu menahan cuaca.
Bagi seorang anak, tenda itu adalah tempat tidur. Bagi seorang lansia, tenda itu adalah tempat bertahan. Bagi warga dengan keterbatasan fisik seperti Mama Zahra, tenda itu menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh ketika rumah tidak lagi aman.

Baca juga:  Penebangan Pohon Berusia Puluhan Tahun, di areal Proyek Kota Probolinggo, Ini Ulasan Kadis PUPR Setyorini Sayekti.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebut berlangsung terlalu lama.

Mereka meminta agar hunian sementara (huntara) segera dibangun—bukan sekadar tempat untuk memindahkan pengungsi dari tenda, tetapi tempat yang benar-benar mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, kondisi hujan, kondisi tanah, serta kebutuhan anak-anak, lansia, dan warga dengan keterbatasan fisik. Sebab setelah kehilangan rumah, mereka setidaknya berhak memiliki tempat untuk berteduh.

Mereka tidak sedang meminta kemewahan.
Mereka hanya ingin tidur tanpa takut kehujanan, bangun tanpa genangan air di bawah tempat tidur, dan memiliki tempat yang cukup aman untuk menunggu sampai kehidupan mereka perlahan kembali pulih.

Di tengah suara hujan dan gempa susulan yang masih datang, harapan itu terus mereka titipkan kepada pemerintah:

segera hadirkan hunian sementara yang layak—sebelum tenda darurat yang mereka bangun sendiri kembali kalah oleh hujan dan waktu.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post

Diduga Lapak Solar Ilegal untuk Kebutuhan Alat Berat di Batukuda Mancak Dibekingi Oknum Berseragam Disorot,Ketum GWI Minta Pihak Berwenang Bertindak Tegas

Redaksi

22 Sep 2026

SERANG — Dugaan penggunaan dan penampungan solar yang tidak sesuai ketentuan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Sebuah lapak di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, diduga menjadi lokasi penyediaan solar untuk kebutuhan operasional alat berat. ADVERTISEMENT Sorotan tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungnya Wartawan Indonesia (DPP GWI), Syamsul Bahri. Ia meminta dugaan aktivitas …

DPRD Luwu Minta Proyek PSN KNMP Taati SOP: Jangan Sampai Bermasalah Hukum

Redaksi

22 Sep 2026

LUWU,vokalpublika.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu melayangkan peringatan keras terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Nelayan Modern dan Produktif (KNMP) di Desa Karang-karangan. ADVERTISEMENT Pelaksana proyek diingatkan untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta taat regulasi agar tidak tersandung masalah hukum di kemudian hari. ​Sorotan ini mengemuka setelah proyek KNMP disinyalir …

Pastikan Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem, Polresta Tanjungpinang Periksa Sarana dan Perlengkapan Dinas

Redaksi

22 Sep 2026

Tanjungpinang ,vokalpublika.com– Polresta Tanjungpinang melakukan pengecekan sarana dan perlengkapan dinas sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Tanjungpinang.Senin (22/09/2026) ADVERTISEMENT Pemeriksaan meliputi sejumlah sarana pendukung tugas kepolisian, di antaranya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta senjata api beserta amunisinya. Untuk memastikan kesiapan perlengkapan, pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap kondisi kendaraan …

Harta Sufmi Dasco Ahmad Tembus Rp81,6 Miliar, Naik 255 Persen dalam 10 Tahun

Redaksi

21 Sep 2026

Jakarta, vokalpublika.com— Harta kekayaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun. ADVERTISEMENT Berdasarkan data LHKPN yang dirujuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta Dasco pada 2015 tercatat sebesar Rp22.946.441.418. Sepuluh tahun kemudian, dalam LHKPN periode 2025, total harta …

Kades Bojongsari dan Anggota DPRD Pemalang Akhiri Sengketa Bisnis Sembako, Laporan Segera Dicabut

Alwi Assagaf

21 Sep 2026

Kebumen – Perkara dugaan penipuan cek kosong yang melibatkan Kepala Desa Bojongsari, Edi Iswadi, dan anggota DPRD Pemalang, Heru Kundhimiarso, berujung damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan sengketa bisnis sembako tersebut secara kekeluargaan dalam mediasi di Kabupaten Kebumen, Senin (21/9/2026) malam. ADVERTISEMENT ​Dalam mediasi tersebut, Heru Kundhimiarso beriktikad baik untuk mengganti kerugian sesuai kesepakatan. Sementara …

Dukung Arah Pembangunan Desa, Pemcam Pemalang Hadiri Musrenbangdes Surajaya

Alwi Assagaf

21 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pemalang menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Surajaya pada Senin (21/9/2026). Agenda tahunan ini digelar guna membahas serta menyepakati Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKPDes (DU-RKPDes) Tahun 2028. ADVERTISEMENT ​Kehadiran perwakilan Pemcam Pemalang menjadi wujud pengawasan, pendampingan, sekaligus komitmen pemerintah kecamatan dalam memastikan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x