Home » Berita » “Kalau Pelabuhan Ini Tak Jalan, Kami Tak Makan”; Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma, Denyut Nadi Kehidupan Masyarakat Pesisir Batam yang Meminta untuk Tidak Diberi Stigma Negatif

“Kalau Pelabuhan Ini Tak Jalan, Kami Tak Makan”; Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma, Denyut Nadi Kehidupan Masyarakat Pesisir Batam yang Meminta untuk Tidak Diberi Stigma Negatif

Redaksi 26 Jul 2026 108

Batam, vokalpublika.com– Di tengah pesatnya pembangunan kawasan pelabuhan modern di Kota Batam, Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma tetap menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat pesisir. Pelabuhan yang telah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini bukan sekadar tempat bongkar muat barang, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi ratusan warga yang menggantungkan nafkah dari aktivitas di kawasan tersebut.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Setiap hari, puluhan buruh pelabuhan bekerja mengangkat dan menurunkan berbagai kebutuhan pokok yang akan didistribusikan ke sejumlah pulau di Provinsi Kepulauan Riau. Aktivitas tersebut menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik ke wilayah kepulauan.

Mayoritas buruh bongkar muat di Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma berada di bawah koordinasi Koperasi Konsumen KPSB, yang mengatur sistem kerja para buruh dalam kegiatan bongkar muat.

Salah seorang buruh pelabuhan, Tarmizi, mengatakan keberadaan pelabuhan rakyat tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi kehidupan para pekerja.

“Ini periuk nasi kami. Kalau pelabuhan ini tidak jalan, kami tidak makan,” ujarnya, minggu 26/07/2026

Baca juga:  Danrem 031/Wira Bima Dampingi Kapolri Pantau Langsung Titik Rawan Kebakaran

Menurut Tarmizi, bukan hanya buruh yang menggantungkan hidup di pelabuhan tersebut. Aktivitas pelabuhan juga menghidupi pemilik kapal, sopir angkutan, pedagang kecil, hingga berbagai usaha masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Uma.

Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma selama ini melayani pengiriman berbagai kebutuhan pokok atau sembako menuju sejumlah pulau, di antaranya Pulau Buru, Tanjung Batu, serta beberapa pulau lainnya di Kepulauan Riau. Barang yang dikirim meliputi beras, gula, minyak goreng, tepung, air mineral, dan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Keberadaan pelabuhan ini menjadi mata rantai penting dalam menjaga pasokan logistik ke daerah-daerah yang masih bergantung pada transportasi laut. Tanpa aktivitas pelabuhan rakyat, distribusi kebutuhan pokok ke pulau-pulau kecil dapat terganggu dan berdampak pada kehidupan masyarakat.

Menanggapi berbagai sorotan terhadap pelabuhan rakyat tersebut, aktivis Kota Batam, Aksa Hallatu, meminta agar masyarakat tidak serta-merta memberikan stigma negatif terhadap Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma.

Menurutnya, pelabuhan tersebut telah menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan masyarakat pesisir Batam dan menjadi tempat masyarakat tempatan mencari nafkah secara turun-temurun.

Baca juga:  Mahasiswa Karimun Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi: "Jangan Hanya Pandai Bicara di Media"

“Jangan pelabuhan ini disalahartikan seolah-olah seluruh aktivitasnya adalah kegiatan ilegal. Jangan mengganggu kehidupan orang lain. Mereka yang bekerja di sini rata-rata warga tempatan, masyarakat Melayu yang sejak dulu mencari nafkah di pelabuhan ini,” kata Aksa.

Ia menilai Pemerintah Kota Batam maupun aparat penegak hukum seharusnya melihat keberadaan pelabuhan rakyat secara objektif.

“Selama tidak membawa narkoba maupun barang-barang yang dilarang oleh hukum, seharusnya pemerintah dan aparat memberikan apresiasi kepada masyarakat yang bekerja mencari nafkah secara halal. Mereka ini menghidupi keluarganya dari pekerjaan di pelabuhan,” ujarnya.

Aksa juga mengingatkan agar setiap pemberitaan maupun peliputan dilakukan secara profesional, berdasarkan fakta, dan tidak didasari kepentingan tertentu yang dapat merugikan masyarakat.

“Jangan biarkan ada orang perorangan melakukan peliputan hanya berdasarkan suka atau tidak suka. Kalau memang ingin menegakkan aturan terkait dugaan aktivitas ilegal, maka penegakannya harus dilakukan secara adil dan menyeluruh. Jangan hanya fokus pada satu pelabuhan, karena masih banyak pelabuhan-pelabuhan tikus lain yang juga perlu mendapat perhatian apabila memang terdapat dugaan pelanggaran,” tegasnya.

Baca juga:  ​Dukung "Pemalang Bercahaya", Perumda Tirta Mulia Beri Promo Pasang Baru Hanya Rp1 Juta

Ia menambahkan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara proporsional, tanpa mengorbankan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas pelabuhan rakyat.

Bagi warga Tanjung Uma, pelabuhan ini bukan hanya fasilitas transportasi laut, melainkan simbol perjuangan ekonomi masyarakat pesisir yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Keberadaannya menjadi penghubung distribusi logistik antarpulau sekaligus sumber penghasilan bagi banyak keluarga.

Masyarakat berharap Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma tetap dapat beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku serta mendapat perhatian pemerintah untuk terus dikembangkan sebagai pelabuhan rakyat yang mendukung perekonomian daerah. Di sisi lain, penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran tetap perlu dilakukan secara adil, objektif, dan tanpa menggeneralisasi seluruh aktivitas masyarakat yang mencari nafkah secara sah di kawasan pelabuhan tersebut.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Satresnarkoba Polres Pemalang Ringkus Pengedar 151 Gram Sabu dan Tembakau Sintetis

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang— Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Pemalang menggagalkan peredaran narkotika lintas jaringan dengan menyita 151,36 gram sabu dan 62,36 gram tembakau sintetis. Seorang pria berinisial AAS (29) ditangkap tanpa perlawanan di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. ADVERTISEMENT ​Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Resnarkoba AKP Wahyudi Wibowo menjelaskan, penangkapan dilakukan di rumah …

Posisikan Stasiun Pemantau Land Subsidence, Camat Ulujami dan Badan Geologi Sosialisasi di Blendung

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Ulujami bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar sosialisasi dan survei rencana pembangunan Stasiun Pemantau Penurunan Muka Tanah (land subsidence) di Desa Blendung, Pemalang. ADVERTISEMENT ​Kegiatan yang berlangsung sebelum Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa (Musdes RKP Desa) tersebut dipimpin langsung oleh Camat Ulujami, Waluyo. Turut …

Dugaan Rave American Blend Tanpa Pita Cukai di Kepri, Inisial AY dan LC Disorot, Bea Cukai Batam: Jadi Atensi Unit P2

Redaksi

24 Sep 2026

Batam, vokalpublika– Peredaran rokok merek Rave American Blend yang diduga tidak dilengkapi pita cukai kembali menjadi perhatian di Kota Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri). ADVERTISEMENT Berdasarkan penelusuran redaksi, terdapat informasi mengenai dua orang berinisial AY dan LC yang diduga terkait dengan aktivitas distribusi rokok tersebut. Namun, informasi mengenai keterlibatan keduanya masih memerlukan pendalaman …

Camat Ulujami Pemalang Sosialisasi Tahapan Pengisian BPD bagi 17 Desa di Pemalang

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, menggelar sosialisasi tahapan pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bagi 17 desa yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2026. ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Ulujami pada Rabu (23/9/2026) siang, dan dihadiri oleh seluruh kepala desa serta anggota BPD se-Kecamatan Ulujami. Camat Ulujami, Waluyo, menegaskan bahwa …

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Apresiasi Respons BP Batam

Redaksi

24 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Aliran air bersih di Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang, Kota Batam, kembali berjalan lancar. Kondisi tersebut disambut lega oleh warga yang sebelumnya harus mengandalkan pasokan air melalui mobil tangki, bahkan hingga malam hari. ADVERTISEMENT Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam atas membaiknya layanan air di kawasan permukiman tersebut. Salah …

Polresta Tanjungpinang Perkuat Pelayanan Publik melalui Evaluasi PEKPPP Tahun 2026

Redaksi

23 Sep 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Polresta Tanjungpinang mengikuti kegiatan Verifikasi Lapangan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Command Centre Polresta Tanjungpinang, Rabu (23/09/2026) ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabagjianalis Biro RBP Stamarena Polri Kombes Pol. drh. Irene Ayu Anggraini S., Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Kabag Ren Polresta …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x