Home » Berita » HUT ke-12 Projo: Budi Arie Tegaskan Dukungan ke Prabowo-Gibran, Kader Diminta Kawal hingga Berani Kritik

HUT ke-12 Projo: Budi Arie Tegaskan Dukungan ke Prabowo-Gibran, Kader Diminta Kawal hingga Berani Kritik

Redaksi 23 Aug 2026 15

JAKARTA , vokalpublika.com— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Pro Jokowi (Projo) di Jakarta, Minggu (23/8/2026), menjadi momentum penting untuk menegaskan perubahan sekaligus kesinambungan arah politik organisasi relawan tersebut.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi secara terbuka menegaskan dukungan organisasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, dukungan itu tidak diminta berhenti pada loyalitas politik semata. Jajaran Projo justru didorong untuk mengawal program pemerintah, memberikan masukan, serta berani mengkritisi pelaksanaan kebijakan apabila ditemukan penyimpangan di lapangan.

Pesan tersebut menjadi garis penting dalam peringatan HUT ke-12 Projo. Sebab, organisasi yang sebelumnya identik sebagai barisan relawan utama pendukung Joko Widodo kini secara terbuka menempatkan pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai pemerintahan yang harus didukung sekaligus dikawal.

Budi Arie menilai sejumlah program pemerintahan Prabowo-Gibran telah berjalan dan harus mendapatkan dukungan apabila berorientasi pada kepentingan rakyat. Namun, ia juga mengingatkan agar persoalan yang muncul dalam implementasi tidak serta-merta disamakan dengan kegagalan gagasan kebijakan.

Menurutnya, persoalan dapat muncul pada tahap pelaksanaan. Karena itu, kader Projo diminta mampu membedakan antara kebijakan pemerintah dengan praktik di lapangan yang menyimpang dari tujuan awal.

Dukungan Tidak Berarti Tutup Mata

Sikap tersebut menempatkan Projo pada posisi yang tidak sederhana. Sebagai organisasi pendukung pemerintah, Projo dituntut tidak sekadar menjadi mesin mobilisasi dukungan politik, tetapi juga mampu menjalankan fungsi pengawalan terhadap kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Baca juga:  Siswa MTsN 1 Pasaman Persembahkan Medali Perunggu di OBA 2025

Budi Arie menekankan pentingnya perjuangan menuju Indonesia Maju 2045 yang dibangun di atas prinsip keadilan sosial. Bagi Projo, keadilan sosial tidak boleh berhenti sebagai jargon politik atau materi pidato, tetapi harus terlihat dalam kebijakan dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Di titik inilah dukungan Projo terhadap Prabowo-Gibran akan diuji. Semakin kuat posisi organisasi sebagai pendukung pemerintah, semakin besar pula ekspektasi publik agar Projo mampu membedakan antara loyalitas politik dan pembelaan terhadap kepentingan rakyat.

Dukungan politik, dengan demikian, tidak seharusnya berubah menjadi cek kosong bagi kekuasaan.

Ketika kebijakan pemerintah berjalan sesuai kepentingan masyarakat, dukungan patut diberikan. Namun ketika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan, kritik dan koreksi justru menjadi bagian dari tanggung jawab politik.

Pemberantasan Korupsi Jadi Ujian Komitmen

Selain menginstruksikan dukungan terhadap program pemerintah, Budi Arie juga menempatkan pemberantasan korupsi sebagai bagian penting dari perjuangan Projo.

Ia mendorong pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Salah satu yang disorot adalah pentingnya segera mewujudkan regulasi mengenai penyitaan harta hasil korupsi.

Dalam sambutannya, Budi Arie turut menyinggung sejumlah persoalan dugaan korupsi yang melibatkan pejabat atau institusi negara. Bagi Projo, praktik korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman terhadap kepercayaan publik dan kualitas pemerintahan.

Baca juga:  Polsek Semampir Tangkap DPO Kasus Pencurian di Gudang Benteng Indonesia

Pesan tersebut menjadi relevan ketika organisasi relawan berada semakin dekat dengan lingkar kekuasaan. Sebab, semakin besar akses politik yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan kekuasaan tidak disalahgunakan.

Dari Jokowi ke Prabowo

Perjalanan Projo selama 12 tahun memperlihatkan perubahan lanskap politik yang signifikan.

Organisasi ini lahir sebagai wadah relawan pendukung Joko Widodo dan kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan politik relawan yang memiliki jaringan hingga daerah. Kini, setelah pemerintahan berganti, Projo secara terbuka mengarahkan barisannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Perubahan tersebut bukan hanya persoalan pergantian figur yang didukung. Di dalamnya terdapat pertaruhan mengenai bagaimana Projo mempertahankan identitas dan garis perjuangannya ketika tidak lagi berada pada posisi sebagai relawan yang mengantarkan seorang kandidat menuju kekuasaan, tetapi menjadi organisasi yang mendukung pemerintahan yang sedang berkuasa.

Karena itu, konsolidasi HUT ke-12 menjadi lebih dari sekadar perayaan organisasi. Momentum tersebut merupakan penegasan arah politik sekaligus pengingat kepada seluruh jaringan Projo bahwa dukungan terhadap pemerintah harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata.

Ujian Terbesar Ada pada Implementasi

Pada akhirnya, kualitas dukungan Projo terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tidak akan ditentukan oleh seberapa sering organisasi menyatakan dukungan, melainkan oleh sejauh mana kadernya mampu mengawal kebijakan hingga tingkat pelaksanaan.

Baca juga:  Sempat Kabur Usai Viral, Pencuri Motor di Kalimas Udik Diamankan Polres Tanjung Perak

Jika program pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada rakyat, Projo memiliki alasan kuat untuk berdiri di belakangnya. Tetapi apabila terjadi penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan atau praktik yang menjauh dari tujuan kebijakan, maka komitmen untuk memberikan kritik akan menjadi ukuran sesungguhnya dari independensi sikap organisasi.

Sebab, mendukung pemerintah tanpa kritik berisiko menjadikan organisasi relawan hanya sebagai perpanjangan tangan kekuasaan. Sebaliknya, mendukung sekaligus mengawasi dapat menempatkan Projo sebagai kekuatan masyarakat sipil yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga pemerintahan tetap berada pada jalur kepentingan publik.

HUT ke-12 Projo akhirnya bukan sekadar tentang usia organisasi. Ini adalah momentum untuk mengukur kembali makna dukungan politik.

Dari relawan Jokowi menuju pendukung Prabowo-Gibran, Projo kini menghadapi satu pertanyaan besar: apakah dukungan tersebut akan berhenti sebagai loyalitas kepada kekuasaan, atau benar-benar diwujudkan menjadi kekuatan pengawal kebijakan yang berani mendukung ketika benar dan mengkritik ketika menyimpang.

Jawaban atas pertanyaan itu akan ditentukan bukan di atas panggung perayaan, melainkan di lapangan—ketika kepentingan politik berhadapan langsung dengan kepentingan rakyat.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Jalan Santai Kubu Dalam Parak Karakah Meriah, 54 RT Berebut Piala Wali Kota

Redaksi

23 Aug 2026

PADANG, Vokalpublika.com – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat mewarnai kegiatan Jalan Santai se-Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur, Minggu (23/8/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan RW 05 tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Anggota DPRD Kota Padang Rafly Boy, Camat Padang Timur Aidil, unsur Forkopimca Padang Timur serta sejumlah …

Semarak HUT ke-81 RI di Jawa Gadut, Wali Kota Fadly Amran Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Hal Positif

Redaksi

23 Aug 2026

PADANG, Vokalpublika.com – Semangat kebersamaan dan kreativitas warga mewarnai malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Jawa Gadut RT 01 RW 03, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (22/8/2026) malam. ADVERTISEMENT Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran yang disambut antusias oleh masyarakat. Turut …

GNPK-RI Kalbar Adukan Dugaan Pemberian Bantuan APBD Rp19,09 Miliar untuk Pembangunan Gedung Parkir Kejati Kalbar ke KPK

Redaksi

23 Aug 2026

PONTIANAK, KALBAR,vokalpublika.com— Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Kalimantan Barat melayangkan pengaduan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pelanggaran dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat untuk pembangunan Gedung Parkir Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. ADVERTISEMENT Pengaduan tersebut tertuang dalam surat Nomor 16/GNPK-RI/KB-VIII/2026 tertanggal 21 Agustus 2026. …

Kapolresta Tanjungpinang Lepas Peserta Gerak Jalan 8 Km dalam Rangka HUT RI ke-81

Redaksi

23 Aug 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Gerak Jalan Proklamasi 8 Kilometer, Minggu (23/08/2026).Kegiatan yang dipusatkan di Terminal Sungai Carang Kota Tanjungpinang tersebut dimulai pada pukul 06.00 WIB dan diikuti sebanyak 141 regu peserta dari berbagai unsur, dengan jumlah peserta dan masyarakat yang hadir …

​​Tim Gabungan Gerak Cepat Sisir Jalur Pantura Pemalang, Gerebek Outlet Miras Tanpa Izin

Alwi Assagaf

23 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bergerak cepat merespon aduan masyarakat terkait peredaran minuman keras (miras) ilegal. Melalui tim gabungan yang terdiri dari Polres Pemalang, Satpol PP, dan DPMPTSP, petugas menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Pemalang, Sabtu (22/8/2026) malam. ADVERTISEMENT ​Razia ini menyasar peredaran minuman beralkohol serta tempat usaha …

Izin Pematangan Ada, Izin Cut and Fill Belum Ada: Bisnis Tanah Hasil Pemotongan Lahan PT Samudera Lestari Indonesia Disorot

Redaksi

23 Aug 2026

Batam,vokalpublika.com– Aktivitas pemotongan dan pemindahan tanah di kawasan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, yang dikaitkan dengan PT Samudera Lestari Indonesia, mulai menuai sorotan serius. Persoalannya bukan sekadar aktivitas pematangan lahan, tetapi dugaan adanya kegiatan cut and fill serta komersialisasi tanah hasil pemotongan lahan yang dilakukan tanpa izin khusus.‎‎Indikasi tersebut menguat setelah awak media …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x