Home » Berita » GEMPAR Pertanyakan Fungsi Rapat DPRD: “Paripurna, Komisi, Banggar Tapi Eksekusi Kebijakan Tetap Semrawut”

GEMPAR Pertanyakan Fungsi Rapat DPRD: “Paripurna, Komisi, Banggar Tapi Eksekusi Kebijakan Tetap Semrawut”

Alwi Assagaf 07 Jan 2026 101

Pemalang, Vokalpublika.com — Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (GEMPAR) menyoroti kinerja DPRD Kabupaten Pemalang yang dinilai tidak sebanding antara intensitas rapat dan kualitas kebijakan yang dihasilkan. Menurut GEMPAR, maraknya kebijakan bermasalah justru mempertanyakan fungsi berbagai forum resmi seperti rapat paripurna, rapat komisi, hingga rapat Badan Anggaran (Banggar).

Koordinator GEMPAR, Muzaki Ali, menyebut kondisi tersebut sebagai ironi dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Kalau rapat paripurna jalan, rapat komisi jalan, Banggar juga jalan, tapi eksekusi kebijakan di lapangan tetap semrawut dan saling lempar tanggung jawab, lalu fungsi rapat-rapat itu apa? Jangan janga cuma dijadikan sarana bagi-bagi jatah proyek saja!” tegas Muzaki.

Rapat Banyak, Substansi Minim.

Baca juga:  ASN Nanggalo Didorong Tertib Administrasi, Camat Amrizal: Administrasi Adalah Panglima Pemerintahan

Muzaki menilai rapat-rapat DPRD selama ini lebih menonjolkan formalitas dan rutinitas, namun gagal menjadi ruang pengambilan keputusan strategis yang benar-benar mengontrol arah kebijakan eksekutif.

Menurutnya, kebijakan seperti pembatasan UHC dan polemik penataan PKL pada City Walk membuktikan bahwa hasil rapat tidak pernah benar-benar mengikat eksekutif.

“Kalau setelah Banggar membahas anggaran, dinas masih bisa bikin kebijakan sepihak tanpa pembahasan, itu berarti hasil rapat hanya jadi dokumen, bukan pedoman,” ujarnya.

Koordinasi Antar Lembaga Dipertanyakan.

GEMPAR juga menyoroti lemahnya koordinasi antara DPRD, Bupati, dan dinas. Dalam sistem pemerintahan daerah, rapat komisi seharusnya menjadi ruang pengawasan teknis, sementara paripurna menjadi forum pengambilan keputusan politik tertinggi di daerah.

Baca juga:  Pagelaran Wayang Golek Dalam Rangka HUT ke-451 Kabupaten Pemalang: Bupati dan Wakil Tidak Datang

Namun faktanya, kebijakan tetap berjalan tanpa sinkronisasi.

“Ini menunjukkan rapat-rapat itu tidak pernah benar-benar menyentuh akar masalah. Eksekutif jalan sendiri, legislatif belakangan kaget,” kata Muzaki.

Banggar Disorot: Anggaran Tapi Tak Berpihak

Secara khusus, GEMPAR menyoroti peran Banggar yang membahas dan menyetujui anggaran, namun dinilai gagal memastikan anggaran tersebut berpihak pada kepentingan rakyat dan dijalankan sesuai kesepakatan.

“Kalau Banggar sudah ketok palu, tapi kebijakan di lapangan justru membatasi hak dasar warga, berarti ada yang salah serius dalam pengawasan,” ujarnya.

GEMPAR: Jangan Jadikan Rapat Sekadar Legitimasi.

GEMPAR menegaskan bahwa rapat-rapat DPRD tidak boleh dijadikan sekadar alat legitimasi politik, sementara kebijakan nyata justru merugikan masyarakat.

“Jangan jadikan paripurna, komisi, dan Banggar hanya sebagai panggung formal untuk melegalkan kekacauan kebijakan,” tegas Muzaki.

GEMPAR mendesak agar DPRD dan Bupati melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme rapat dan pengambilan keputusan, serta memastikan setiap kebijakan strategis benar-benar lahir dari proses bersama dan bertanggung jawab.

“Kalau rapat hanya melahirkan kekacauan, maka yang bermasalah bukan rakyat, tapi sistem dan aktor di dalamnya,” pungkas Muzaki Ali.*** (Alwi Assagaf)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Kepedulian di Bulan Ramadhan, Forum Wartawan Pemalang Berbagi Ratusan Takjil Gratis

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Mengisi momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan positif, Forum Wartawan Pemalang (FWP) menggelar aksi sosial berbagi takjil gratis, Rabu (11/3/2026) sore. ​Sebanyak 200 paket takjil didistribusikan kepada masyarakat di area Rumah Sakit (RS) Comal Baru. Sasaran utama pembagian ini adalah para penghuni rumah sakit, keluarga yang sedang menjenguk pasien, serta …

Kodim Resmikan Media Center Sahabat Kodim, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers di Bulan Ramadan

Redaksi

11 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com -Kodim 0810 Nganjuk resmi meresmikan Media Center Sahabat Kodim yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama mitra Kodim dan insan pers, dalam rangka mempererat sinergi dan silaturahmi di bulan suci Ramadan.Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri oleh jajaran Kodim 0810 Nganjuk, para mitra kerja, serta sejumlah wartawan yang selama ini …

Hadirkan Infrastruktur Baru, Dandim Pemalang Tutup TMMD Sengkuyung I di Desa Surajaya

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com — Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., secara resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). ​Mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini …

​Korban Penipuan Seleksi CPNS Laporkan Kasus ke Polres Pemalang Melalui Kuasa Hukum DS Law Office

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​Pemalang, Vokalpublika.com – Andi Ashadi Haris, didampingi Kuasa Hukum Adv. David Santosa, S.H. dan paralegal Ali Afandi dari DS LAW OFFICE, resmi melayangkan aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pemalang atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Aduan tersebut berbunyi pada (HAT) warga Klareyan, Pemalang. ​Perkara ini bermula sekitar tahun 2017-2018, saat pelapor, …

​Ikatan Wartawan Online Indonesia Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Bekasi

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​BEKASI, Vokalpublika.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan status tersangka terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam skandal suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Desakan ini muncul setelah daftar penerima aliran dana terungkap dalam persidangan pengusaha Sarjan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 9 Maret 2026. ​Ketua …

Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pesisir Barat Belum Tetapkan Tersangka, Keluarga Korban Tunggu Kepastian Hukum

Redaksi

11 Mar 2026

Pesisir barat Vokalpublika.com-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Pesisir Barat menuai sorotan dari pihak keluarga korban. Pelapor yang juga orang tua korban, Edi Pasal, mengaku masih menantikan kepastian hukum dari proses penyidikan yang tengah berjalan di Polres Pesisir Barat. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui Laporan Polisi Nomor: …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x