Home » Berita » Dugaan Pungli Mencuat: Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja Disorot, Dugaan Pungutan Ganda Bebani Pedagang Kecil

Dugaan Pungli Mencuat: Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja Disorot, Dugaan Pungutan Ganda Bebani Pedagang Kecil

Alwi Assagaf 14 Feb 2026 60

BUKATEJA – Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan pungutan ganda yang dinilai memberatkan pedagang. Selain retribusi resmi dari pemerintah daerah, pedagang juga mengaku masih dikenai iuran tambahan oleh paguyuban, memunculkan pertanyaan serius soal transparansi, legalitas, dan akuntabilitas pengelolaan dana di pasar tersebut.

Sejumlah pedagang menyebut setiap hari harus membayar dua jenis pungutan. Retribusi resmi sebesar Rp900 per lapak disetorkan kepada pengelola pasar. Namun, di luar itu, ada iuran paguyuban yang disebut mencapai Rp1.000 per lapak per hari. Jika dijumlah, total pungutan harian bisa menembus Rp1.900 per lapak.

“Setiap hari ada dua tarikan. Kami sudah bayar retribusi resmi, tapi masih ada iuran lagi. Tidak jelas peruntukannya,” ujar salah satu pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Bagi pedagang kecil, nominal tersebut dinilai tidak ringan. Dalam sebulan, akumulasi pungutan bisa mencapai puluhan ribu rupiah per lapak—angka yang cukup signifikan di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih.

Kepala Pasar Bukateja, Somikhin, menegaskan retribusi resmi sebesar Rp900 per hari seharusnya sudah mencakup fasilitas lapak, kebersihan, dan keamanan pasar.

Baca juga:  Menpar dan Gubernur DKI Jakarta Sepakat Perkuat Kolaborasi Pariwisata Kota Global

“Retribusi itu sudah termasuk kebersihan dan keamanan. Kami memiliki lima petugas kebersihan dan empat petugas keamanan yang bekerja setiap hari,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan dasar penarikan iuran tambahan oleh paguyuban yang disebut telah berlangsung sejak November 2022.

“Kalau kebersihan dan keamanan sudah ditanggung dari retribusi resmi, lalu iuran harian paguyuban itu untuk apa dan ke mana alirannya? Ini harus jelas,” tegas Somikhin.

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang, Ali, membantah adanya iuran Rp1.000 per lapak. Ia mengklaim iuran yang ditarik hanya Rp500 per hari dan digunakan untuk kepentingan operasional pedagang.

“Bukan seribu, tapi Rp500 per lapak per hari. Dana itu untuk kebutuhan bersama seperti beli sapu, perbaikan kecil, dan operasional,” katanya.

Menurut Ali, dana iuran juga dipakai untuk membayar sopir Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengangkut sampah setiap Selasa sekitar Rp200–300 ribu per minggu, pembelian speaker, pemasangan CCTV, serta honor pekerja. Paguyuban beralasan iuran diperlukan karena proses pengajuan perbaikan fasilitas ke pemerintah dinilai memakan waktu lama.

Baca juga:  Tonaas Wangko Ishak Tambani Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Pembangunan Sulut

“Kami tidak bisa menunggu lama. Kalau ada kerusakan, harus segera ditangani,” ujar Sekretaris Paguyuban.

Namun, keterangan berbeda justru datang dari Khodir, petugas yang menarik iuran ke pedagang. Ia menyebut iuran yang ditarik sebesar Rp1.000 per pedagang per hari dengan jumlah pedagang sekitar 500 orang.

“Dulu bisa terkumpul sekitar Rp400 ribu per hari, sekarang naik turun karena ada pedagang yang tidak berjualan atau tidak memberi iuran. Dari dana itu kami sudah beli pengeras suara, memperbaiki pipa air, membayar sopir truk sampah. Untuk tenaga kebersihan yang digaji dinas, bukan dari paguyuban,” jelasnya.

Perbedaan keterangan antar-pihak ini memperkuat dugaan adanya ketidaksinkronan dalam pengelolaan pasar. Pemerintah memungut retribusi resmi yang diklaim telah mencakup layanan dasar, sementara paguyuban menarik iuran dengan alasan kebutuhan operasional yang sebagian bersinggungan dengan fungsi yang sama.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah iuran paguyuban memiliki dasar hukum formal? Apakah ada kesepakatan tertulis dengan pemerintah daerah? Bagaimana mekanisme pelaporan, pencatatan, dan audit dana yang telah dipungut selama ini?

Baca juga:  Nabil Alif Budiman, Daniel Yager Sahaduta Rambe, dan Damar Arka Maheswara Antar SMA Negeri 3 Batam Juara 1 Olimpiade Pajak Nasional Tanpa Dukungan Pemerintah

Pengamat hukum publik, Rasmono, menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi memicu konflik kepentingan dan dugaan maladministrasi.

“Jika ada dua pihak sama-sama memungut dana tanpa regulasi dan mekanisme pengawasan yang jelas, itu rawan konflik dan potensi penyimpangan. Harus ada audit terbuka serta kejelasan kewenangan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait legalitas iuran paguyuban maupun mekanisme pengawasan dana yang telah dipungut sejak 2022.

Polemik pungutan ganda di Pasar Rakyat Bukateja bukan sekadar persoalan administrasi. Isu ini menyangkut kepercayaan publik, perlindungan pedagang kecil, serta tata kelola aset daerah. Transparansi, audit menyeluruh, dan kejelasan regulasi menjadi langkah mendesak agar polemik tidak semakin melebar dan merugikan pelaku ekonomi rakyat.***

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
​Kisah Haru Seorang Nenek di Brebes: Satgas TMMD Ke-127 Bedah Rumah Miliknya

Alwi Assagaf

06 Mar 2026

BREBES, Vokalpublika.com – Nenek Rastip (60), warga penerima manfaat program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, menunjukkan semangat yang luar biasa. Meski di usianya yang senja dan memiliki keterbatasan fisik, beliau ikut serta dalam membantu pengerjaan rumahnya pada Jumat (06/03/2026). ​Walaupun penglihatannya sudah mulai berkurang, nenek Rastip tak …

Berkah Ramadan, Polres Probolinggo Kota Bersama GP Ansor Salurkan 500 Paket Beras dan Santuni Anak Yatim.

Redaksi

06 Mar 2026

Probolinggo – Vokalpublika.com –Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, jajaran Polres Probolinggo Kota menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), santunan anak yatim, serta buka puasa bersama yang berlangsung di lapangan apel Polres Probolinggo Kota. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, komunitas, dan pengusaha muda di Kota Probolinggo. Kamis (05/03/2026). …

Kantor Urusan Agama K U A kanigaran gelar The Most K U A movie for sakinah Maslahat serentak se Jawa Timur.

Redaksi

06 Mar 2026

Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kata Probolinggo Arifin Budianto menegaskan, komitmennya dalam memperkuat pembinaan calon pengantin dan generasi muda, melalui Program “The Most KUA Move for Sakinah Maslahat”, yang dilaksanakan serentak se Jawa Timur, Rabu 4 Maret 2026 di aula MAN 2 kota Probolinggo. Program yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian …

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Bagor Wetan Nganjuk, Serahkan Piagam, Sembako dan Santunan untuk Warga

Redaksi

05 Mar 2026

Nganjuk, vokalpublika.com -Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Bagor Wetan. Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam tidak hanya meninjau …

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Bagor Wetan Nganjuk, Sekaligus Serahkan Piagam juga Sembako Dan Santunan kepada Warga

Redaksi

05 Mar 2026

Nganjuk, vokalpublika.com- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya tidak hanya melakukan peninjauan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menyerahkan santunan kepada …

​Hujan Turun, Semangat Berbagi Anggota Koramil Randudongkal Bersama Persit Malah Semakin Berkobar

Alwi Assagaf

05 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – 5 Maret 2026 – Anggota Koramil 08/Randudongkal Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma bersama Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 9 Randudongkal melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan di wilayah Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. ​Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danramil 08/Randudongkal Kapten Arm Andumiyanta tersebut dilaksanakan di lokasi Koperasi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x