- BeritaKisah Haru Seorang Nenek di Brebes: Satgas TMMD Ke-127 Bedah Rumah Miliknya
- UncategorizedAnniversary Pertama, HIPMI Dairi Tegaskan Komitmen Sosial Lewat Aksi Berbagi di SLB Sidiangkat
- BeritaBerkah Ramadan, Polres Probolinggo Kota Bersama GP Ansor Salurkan 500 Paket Beras dan Santuni Anak Yatim.
- UncategorizedBahas Final Rekomendasi Rakernas XVII APKASI, Bupati Dairi Tegaskan Komitmen Selaraskan Pembangunan Desa dengan Kebijakan Nasional
- UncategorizedPererat Silaturahmi Ramadan, Kantor Pertanahan Dairi Gelar Buka Puasa Bersama Pegawai
- UncategorizedBupati Dairi Ikuti Rapat Bersama Mendagri Bahas Penyesuaian TKD 2026 untuk Daerah Terdampak Bencana

Dugaan Pungli Mencuat: Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja Disorot, Dugaan Pungutan Ganda Bebani Pedagang Kecil
BUKATEJA – Pengelolaan Pasar Rakyat Bukateja menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan pungutan ganda yang dinilai memberatkan pedagang. Selain retribusi resmi dari pemerintah daerah, pedagang juga mengaku masih dikenai iuran tambahan oleh paguyuban, memunculkan pertanyaan serius soal transparansi, legalitas, dan akuntabilitas pengelolaan dana di pasar tersebut.
Sejumlah pedagang menyebut setiap hari harus membayar dua jenis pungutan. Retribusi resmi sebesar Rp900 per lapak disetorkan kepada pengelola pasar. Namun, di luar itu, ada iuran paguyuban yang disebut mencapai Rp1.000 per lapak per hari. Jika dijumlah, total pungutan harian bisa menembus Rp1.900 per lapak.
“Setiap hari ada dua tarikan. Kami sudah bayar retribusi resmi, tapi masih ada iuran lagi. Tidak jelas peruntukannya,” ujar salah satu pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Bagi pedagang kecil, nominal tersebut dinilai tidak ringan. Dalam sebulan, akumulasi pungutan bisa mencapai puluhan ribu rupiah per lapak—angka yang cukup signifikan di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif dan daya beli yang belum sepenuhnya pulih.
Kepala Pasar Bukateja, Somikhin, menegaskan retribusi resmi sebesar Rp900 per hari seharusnya sudah mencakup fasilitas lapak, kebersihan, dan keamanan pasar.
“Retribusi itu sudah termasuk kebersihan dan keamanan. Kami memiliki lima petugas kebersihan dan empat petugas keamanan yang bekerja setiap hari,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan dasar penarikan iuran tambahan oleh paguyuban yang disebut telah berlangsung sejak November 2022.
“Kalau kebersihan dan keamanan sudah ditanggung dari retribusi resmi, lalu iuran harian paguyuban itu untuk apa dan ke mana alirannya? Ini harus jelas,” tegas Somikhin.
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang, Ali, membantah adanya iuran Rp1.000 per lapak. Ia mengklaim iuran yang ditarik hanya Rp500 per hari dan digunakan untuk kepentingan operasional pedagang.
“Bukan seribu, tapi Rp500 per lapak per hari. Dana itu untuk kebutuhan bersama seperti beli sapu, perbaikan kecil, dan operasional,” katanya.
Menurut Ali, dana iuran juga dipakai untuk membayar sopir Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengangkut sampah setiap Selasa sekitar Rp200–300 ribu per minggu, pembelian speaker, pemasangan CCTV, serta honor pekerja. Paguyuban beralasan iuran diperlukan karena proses pengajuan perbaikan fasilitas ke pemerintah dinilai memakan waktu lama.
“Kami tidak bisa menunggu lama. Kalau ada kerusakan, harus segera ditangani,” ujar Sekretaris Paguyuban.
Namun, keterangan berbeda justru datang dari Khodir, petugas yang menarik iuran ke pedagang. Ia menyebut iuran yang ditarik sebesar Rp1.000 per pedagang per hari dengan jumlah pedagang sekitar 500 orang.
“Dulu bisa terkumpul sekitar Rp400 ribu per hari, sekarang naik turun karena ada pedagang yang tidak berjualan atau tidak memberi iuran. Dari dana itu kami sudah beli pengeras suara, memperbaiki pipa air, membayar sopir truk sampah. Untuk tenaga kebersihan yang digaji dinas, bukan dari paguyuban,” jelasnya.
Perbedaan keterangan antar-pihak ini memperkuat dugaan adanya ketidaksinkronan dalam pengelolaan pasar. Pemerintah memungut retribusi resmi yang diklaim telah mencakup layanan dasar, sementara paguyuban menarik iuran dengan alasan kebutuhan operasional yang sebagian bersinggungan dengan fungsi yang sama.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: apakah iuran paguyuban memiliki dasar hukum formal? Apakah ada kesepakatan tertulis dengan pemerintah daerah? Bagaimana mekanisme pelaporan, pencatatan, dan audit dana yang telah dipungut selama ini?
Pengamat hukum publik, Rasmono, menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi memicu konflik kepentingan dan dugaan maladministrasi.
“Jika ada dua pihak sama-sama memungut dana tanpa regulasi dan mekanisme pengawasan yang jelas, itu rawan konflik dan potensi penyimpangan. Harus ada audit terbuka serta kejelasan kewenangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait legalitas iuran paguyuban maupun mekanisme pengawasan dana yang telah dipungut sejak 2022.
Polemik pungutan ganda di Pasar Rakyat Bukateja bukan sekadar persoalan administrasi. Isu ini menyangkut kepercayaan publik, perlindungan pedagang kecil, serta tata kelola aset daerah. Transparansi, audit menyeluruh, dan kejelasan regulasi menjadi langkah mendesak agar polemik tidak semakin melebar dan merugikan pelaku ekonomi rakyat.***
Alwi Assagaf
06 Mar 2026
BREBES, Vokalpublika.com – Nenek Rastip (60), warga penerima manfaat program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, menunjukkan semangat yang luar biasa. Meski di usianya yang senja dan memiliki keterbatasan fisik, beliau ikut serta dalam membantu pengerjaan rumahnya pada Jumat (06/03/2026). Walaupun penglihatannya sudah mulai berkurang, nenek Rastip tak …
Redaksi
06 Mar 2026
Probolinggo – Vokalpublika.com –Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, jajaran Polres Probolinggo Kota menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), santunan anak yatim, serta buka puasa bersama yang berlangsung di lapangan apel Polres Probolinggo Kota. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, komunitas, dan pengusaha muda di Kota Probolinggo. Kamis (05/03/2026). …
Redaksi
06 Mar 2026
Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kata Probolinggo Arifin Budianto menegaskan, komitmennya dalam memperkuat pembinaan calon pengantin dan generasi muda, melalui Program “The Most KUA Move for Sakinah Maslahat”, yang dilaksanakan serentak se Jawa Timur, Rabu 4 Maret 2026 di aula MAN 2 kota Probolinggo. Program yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian …
Redaksi
05 Mar 2026
Nganjuk, vokalpublika.com -Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berada di Desa Bagor Wetan. Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting yang diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam tidak hanya meninjau …
Redaksi
05 Mar 2026
Nganjuk, vokalpublika.com- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk dengan meninjau langsung pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya tidak hanya melakukan peninjauan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan menyerahkan santunan kepada …
Alwi Assagaf
05 Mar 2026
Pemalang, Vokalpublika.com – 5 Maret 2026 – Anggota Koramil 08/Randudongkal Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma bersama Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 9 Randudongkal melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan takjil kepada warga dan pengguna jalan di wilayah Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danramil 08/Randudongkal Kapten Arm Andumiyanta tersebut dilaksanakan di lokasi Koperasi …
17 Sep 2025 4.717 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu Kadis …
07 Oct 2025 3.731 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.166 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. Perkara kecelakaan maut tersebut …
05 Aug 2025 3.119 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada …
22 May 2025 2.534 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat Durian, …
14 May 2025 2.470 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga membuang …
28 Jul 2025 2.146 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), …