Home » Berita » Aksi Tolak Privatisasi PAM Jaya Dilakukan di DPRD Provinsi Jakarta

Aksi Tolak Privatisasi PAM Jaya Dilakukan di DPRD Provinsi Jakarta

Redaksi 10 Sep 2025 261

Jakarta, vokalpublika.com – Ratusan warga Jakarta datang ke DPRD Jakarta menyerukan penolakan rencana privatisasi Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Warga yang bergerak dalam organisasi Urban Poor Consortium (UPC) dan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta menolak Privatisasi PAM Jaya.

Rencana privatisasi PAM Jaya oleh pemerintah provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) banyak mendapatkan penolakan terhadap rencana privatisasi PAM jaya. Rencana privatisasi PAM Jaya ditakutkan menjadi cara komersialisasi air karena nantinya yang akan mengelola PAM Jaya adalah perusahaan swasta.

Baca juga:  Sinergi Lintas Sektor, Kodim Pemalang Bersama Pemda Tanam Pohon Sepanjang Jalan Gatot Subroto

Dalam kesempatan ini, 5 perwakilan kampung dipersilahkan untuk masuk ke dalam gedung DPRD Jakarta untuk menemui anggota DPRD Jakarta. “Tolak Privatisasi PAM Jaya, di Indonesia air lebih mahal dari di Singapura. Kami tidak mau nantinya warga Jakarta kesulitan air dan terbebani.” Teriak orator di mobil komando.

Disela-sela kawan mereka berdialog dengan anggota DPRD Jakarta, warga yang berada diluar gerbang gedung DPRD Jakarta bergoyang diiringi musik Gema Maumere. Beberapa spanduk yang mereka bawa bertulis, “AIR BUKAN KOMODITAS”, “PAM JAYA HARUS PERUMDA”, “AIR ADALAH HAM” dan “TOLAK PRIVATISASI PAM JAYA “.

Baca juga:  Rumah Digeruduk Massa, Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan NasDem dari DPR RI

Massa aksi mempertanyakan rencana privatisasi PAM Jaya, karena selama ini warga Jakarta tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan. “Selama ini kita warga Jakarta tidak pernah dilibatkan dalam proses pembahasan revitalisasi PAM Jaya.” Kata Agus warga kampung Sumur.

Ada 46 anggota DPRD Jakarta menolak Privatisasi PAM Jaya dan 59 anggota DPRD Jakarta menerima rencana privatisasi PAM Jaya. Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Privatisasi PAM Jaya sedang dibahas DPRD Jakarta saat ini.

Saat ini warga masyarakat mengeluhkan berbagai kenaikan kebutuhan hidup di Jakarta, mereka takut air semakin susah dan mahal. Oleh sebab itu, warga Jakarta secara tegas menolak rencana privatisasi PAM Jaya dan warga Jakarta yang paling dirugikan oleh kebijakan pemerintah Provinsi Jakarta. (Don).

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Bahu Membahu Sukseskan Program Pemerintah: Danramil 01/Pemalang, Bersama Camat Turun Langsung Dukung Pembangunan Koperasi Merah Putih

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Perubahan mulai terlihat di Jalan Anggur, Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Minggu (11/1/2026). Warga yang sebelumnya hanya berbincang soal kebutuhan harian kini mulai membahas peluang usaha bersama seiring proses pembangunan Koperasi Merah Putih yang mendapat pendampingan Danramil 01 dan Camat Pemalang. Keterlibatan Danramil (Koramil 01/Pemalang) tampak sejak tahap awal perencanaan. Pendampingan …

Wajah Baru Kota Probolinggo WaliKota Aminuddin Resmikan Proyek Alun-alun dan Infrastruktur Yang Lain

Redaksi

11 Jan 2026

Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Sejak penutup proyek pembangunan dilakukan beberapa hari lalu, masyarakat nampak antusias dengan wajah baru Alun-alun yang lebih luas dan tertata. Terpantau masyarakat sudah banyak berolahraga atau pun sekadar berjalan-jalan di kawasan Alun-alun. Tak sedikit yang mengabadikan momen saat beraktivitas disana.Pembangunan trotoar pematusan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo rampung, Sabtu (10/1/2026) petang.Wajah baru Alun-alun pun diresmikan Wali …

Aroma KKN Menguat, Proyek Pengaman Pantai Gunungsitoli Diduga Sarat Penyalahgunaan Wewenang

Redaksi

10 Jan 2026

Gunungsitoli, vokalpubika.com — Dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) kembali mencuat di Kota Gunungsitoli. Kali ini, sorotan publik tertuju pada proyek Pengaman Pantai yang diduga kuat sarat konflik kepentingan serta penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat daerah. Ketua DPC Pelita Prabu Kota Gunungsitoli, Happy A. Zalukhu, menegaskan bahwa indikasi penyimpangan dalam proyek tersebut tidak bisa …

Pemalang Tetapkan City Walk Sebagai Kawasan Bebas Pedagang: Pedagang Sebelum Ada City Walk Bagaimana Nasibnya Sekarang?

Alwi Assagaf

09 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kota Pemalang kini memiliki aturan tegas untuk kawasan City Walk di Jalan Jenderal Sudirman. Pemerintah Kabupaten menetapkan area ini sebagai zona bebas pedagang kaki lima (PKL), seiring upaya menata ruang publik perkotaan agar lebih rapi dan tertib. Melalui video imbauan berdurasi 1 menit 37 detik, Satpol PP bersama Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang …

Ruas Jalan Perwira Petarukan – Pemalang Rusak Parah: Bahayakan Pengendara, Mobilitas Warga Terganggu

Alwi Assagaf

09 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi jalan kabupaten kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, kerusakan jalan tersebut dinilai sangat mengancam keselamatan para pejalan kaki maupun para pengendara, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Hampir setahun belakangan, Jalan Perwira yang berada di wilayah Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, belum tersentuh perbaikan. Ruas jalan milik pemkab yang menghubungkan dua kecamatan (Kecamatan …

Ketum Hanura Oso Resmikan Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat Bareng 7 Parpol Lain

Redaksi

09 Jan 2026

Jakarta, vokalpublika.com – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta (Oso) dan tujuh pimpinan partai politik (parpol) nonparlemen meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).Sekber GKSR dibentuk untuk memperjuangkan hilangnya suara rakyat pada Pemilu 2024 lalu. Delapan partai nonparlemen tersebut adalah Partai Hanura, Partai Persatuan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x