Home » Berita » Kaijo: Ritual masyarakat Adat Mbay untuk Menghentikan Serangan Hama dan Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Kaijo: Ritual masyarakat Adat Mbay untuk Menghentikan Serangan Hama dan Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Redaksi 03 Dec 2025 269

Nagekeo, vokalpublika.com – Kaijo merupakan sebuah ritual adat dalam komunitas masyarakat adat Mbay yang berisi nyanyian berupa pantun dan tarian selama 5 malam secara berturut-turut.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Ritual Kaijo ini diyakini masyarakat adat Mbay memiliki kekuatan magis religius hingga terbukti secara turun-temurun mampu menghentikan dari setiap serangan hama.

Tujuan dari Kaijo itu sendiri untuk menyelamatkan hasil panen, ketahanan pangan di tingkat lokal, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Muhayam Amir yang merupakan salah satu tokoh dari masyarakat adat Mbay menceritakan bahwa ritual ada Kaijo lahir sebagai akibat dari datangnya serangan hama terhadap tanaman pertanian.

Di awal peristiwa ini, masyarakat adat Mbay merespon dengan cara-cara yang sangat emosional seperti mencaci, menghujat, bahkan sampai pada membakar dan memusnahkan tempat-tempat tertentu yang dianggap sebagai tempat berkembang biaknya hama-hama tersebut.

Ekspresi emosional ini kemudian dilakoni selama ritual Kaijo, namun cara ini lambat laun ternyata tidak menyelesaikan persoalan hama, justru serangan hama semakin masif dan sampai berdampak pada gagal panen dan terjadinya kelaparan di mana-mana.

Dalam situasi sulit dan terpuruk, para leluhur hanya bisa pasrah secara total pada sang pencipta. Suatu ketika, dalam renungan panjang mereka, pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah petunjuk (dalam bahasa Mbay: Toingnot) bahwa tidak ada cara lain kecuali membuat ritual untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan.

Dengan bekal kematangan emosional dan kesadaran berpikir yang tinggi, mereka mampu menemukan sebuah konsep ritual yang dikenal dengan nama Kaijo.

Baca juga:  Koramil 13/Pulosari Bersama Warga dan Relawan Gotong Royong Bersihkan Lokasi Pasca Banjir Bandang di Desa Penakir

Dalam bahasa Mbay, Kaijo terdiri dari dua suku kata yaitu “Kaik” dan “Jo’o”.
Kaik artinya membiarkan, sementara Jo’o artinya menghentikan. Kaik dan Jo’o kemudian dirangkaikan menjadi satu kata yaitu Kaijo.

Leluhur masyarakat adat Mbay pada zamannya memandang hama-hama tersebut adalah makhluk yang diciptakan Tuhan dengan tujuan tertentu, sehingga hama-hama tersebut tidak boleh dimusnahkan dengan dalil apapun.

Sehingga dalam ritual Kaijo, hama-hama tersebut ditangkap dan dibiarkan hidup sampai pada saatnya tiba baru disingkirkan secara hidup-hidup ke tempat asa-usulnya yang mana tempat tersebut dipercaya sebagai asal muasal hama.

Dalam tradisi masyarakat adat Mbay, Kaijo salah satu ritual tahunan yang dilakukan dengan tujuan untuk menghentikan setiap pergerakan hama yang menyerang tanaman pertanian.

Upaya ini dilakukan dengan cara berdasarkan kearifan lokal yaitu menyingkirkan hama-hama tersebut secara alami ke tempat asalnya melalui sebuah ritual yang di sebut Kaijo

Metode penyingkiran hama ini dilakukan dengan menangkap berbagai jenis hama dalam keadaan hidup, lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah yang terbuat dari bambu atau dalam bahasa Mbay biasa disebut Teru.

Dalam ritual ini, semua petani wajib membawa hama-hama yang sudah dimasukkan dalam Teru-teru itu dan digantung di sekeliling Ngandungmoles (bangunan yang terdiri dari susunan batu melingkari pohon yang hidup. Susunan batu sebagai simbol persatuan masyarakat adat, sementara pohon yang hidup sebagai simbol pemimpin yang tegas, bijaksana dan melindungi).

Baca juga:  Satresnarkoba Polres Bangkalan Bekuk Pengguna Narkoba di Tanah Merah yang Sempat Dihadang Keluarga dan Warga

Hama ini kemudian diritualkan pada malam kelima Kaijo, tepatnya pagi sebelum fajar, hama-hama tersebut kemudian ditempatkan pada Podho Nawung, asal-usulnya di sebuah bukit yang bernama Inewesan.

Setelah hama-hama tersebut diantar atau dikembalikan ke tempat asal-usulnya, maka rangkaian ritual adat Kaijo berakhir, sehingga masyarakat adat Mbay meyakini tidak akan ada lagi hama yang menyerang tanaman yang dapat merusak tanaman sehingga berdampak pada gagal panen.

Hal senada juga diceritakan oleh seorang budayawan masyarakat adat Mbay, Abdul Syukur Manetima.

Abdul Syukur menjelaskan, Kaijo adalah upacara tahunan sekali yang biasa dilaksanakan hanya pada musim penghujan atau musim tanam.

Kaijo pada masa leluhur bermakna erat kaitannya dengan hama tanaman. Kaijio hanya masyarakat adat Mbay yang diselenggarakan di kampung adat Mbay yang disebut Nggolombay.

Di sana ada Ngandung sebagai simbol pemersatu masyarakat mbay dan rumah adat yg disebut Rumah Ngandung Moles.

Seremoni adat Kaijo berkaitan erat dengan upacara untuk menolak hama atau penyakit yang merusak tanaman petani.

Kaijo dilaksanakan selama 5 malam berturut-turut dan pada malam ke-5 adalah malam puncak atau malam penutup dan paginya bersama-sama mengantar hama ke tempat yang telah ditentukan.

Jenis hama-hama tanaman yang harus disingkirkan atau dikembalikan ke tempat asal-usulnya saat ritual adat Kaijo seperti tikus, serangga, dan ulat yang merusak tanaman petani.

Baca juga:  Layanan ATR/BPN Hadir di MPP Kota Tangerang, Urusan Pertanahan Kini Lebih Mudah dan Praktis

Dulu hama yang datang seperti ulat, belalang, dan tikus, memang benar-benar sulit dibasmi.

Satu- satunya cara yaitu segera melaksanakan ritual adat Kaijo. Apabila Kaijo sudah dilaksanakan, maka sesudah malam kelima hama-hama tersebut lambat laun hilang begitu saja.

Pada malam kelima yang perlu diperhatikan oleh petani yang hadir, harus dibawa Teru (semacam tabung bambu) yang diisi dengan jenis hama seperti ulat, walang sangit, belalang, dan tikus, dibawa ke tempat seremoni ritual adat Kaijo dan digantung di Ngandung Moles.

Bagi yang tidak hadir langsung pada ritual adat Kaijo, bisa dapat mengirim bambu yang sudah diisi hama untuk di ke tempat asal usulnya. Memang dahulu leluhur masyarakat adat Mbay sangat patuh dengan ketentuan ritual adat Kaijo.

Kaijo juga bisa bermakna ramalan cuaca/ curah hujan tahun berjalan serta sebagai pertanda pada tahun tersebut, petani akan memperoleh produksi pertanian baik.

Dalam rangkaian acara yang dilaksanakan pada pagi hari setelah mengembalikan hama ke tempat asal-usulnya sekaligus penutup Kaijo yang juga bermakna permohonan doa masyarakat adat Mbay dijauhkan dari mara bahaya atau bencana.

(Zz)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Tags :
Related post
Petani dan Nelayan Luwu Keluhkan Distribusi Barcode BBM Bersubsidi, Desak Transparansi Penyaluran

Redaksi

21 Sep 2026

LUWU, vokalpublika.com— Kebijakan penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Luwu menuai sorotan tajam. ADVERTISEMENT Sejumlah petani dan nelayan dilaporkan mengeluhkan kejanggalan dalam penerbitan barcode BBM bersubsidi yang dinilai tidak merata dan kerap memicu kelangkaan di tingkat bawah. ​Mantan Ketua Umum BEM Ilmu Komunikasi yang juga merupakan pemuda asli Kabupaten Luwu, Bahrun, angkat bicara mengenai persoalan tersebut. …

Satlantas Polresta Tanjungpinang Gelar Razia Gabungan Bersama Polisi Militer, Dispenda, dan Jasa Raharja

Redaksi

21 Sep 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang melaksanakan kegiatan razia gabungan bersama Polisi Militer, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Tanjungpinang, dan Jasa Raharja Kota Tanjungpinang, Kamis (17/9/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Tanjungpinang, dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengguna jalan. …

Dukung Penegakan Hukum Adil di Setokok, Ketua GRIB JAYA Kepri: Tanggung Jawab PT. MIG PERKASA INDUSTRI Mutlak — Keluarga Almarhum Mohon Bantuan

Redaksi

20 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa pertikaian yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan 2 Barelang, Batam.Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara adil dan tanpa pandang bulu. ADVERTISEMENT “Kami sepenuhnya mendukung sikap dan langkah penanganan hukum …

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran

Redaksi

20 Sep 2026

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran ADVERTISEMENT SEMARANG, GMOCT 20 September 2026 – Penolakan rencana pengeboran panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo terus menguat. Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. bersama Rumah Solusi nya …

​Dorong Fasilitas Publik Batang, Rizal Bawazier Boyong CSR BNI ke Lapangan Cokronegoro Limpung​

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

BATANG, Vokalpublika.com — Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, memfasilitasi pembangunan fasilitas olahraga berupa jogging track sepanjang 400 meter di Lapangan Cokronegoro, Desa Limpung, Kabupaten Batang. Fasilitas tersebut terealisasi berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) BNI sebagai BUMN mitra kerja Komisi VI. ADVERTISEMENT ​Rizal mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan …

Sidang Kasus Penusukan Pekalongan: Advokat Muda Willy Triatama Mendorong Pengujian Unsur Kesengajaan KUHP Baru

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

Pekalongan, Vokalpublika.com — Sidang perdana perkara penusukan yang mengakibatkan meninggalnya Muhammad Zuhri alias Mamat Godril dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekalongan pada Senin (21/9/2026). Menjelang persidangan, tim kuasa hukum keluarga korban mendorong agar seluruh proses hukum diuji secara cermat, objektif, dan menyeluruh. ADVERTISEMENT ​Advokat muda Adv. Willy Triatama Bandrio, S.H., CMDF., CPLA., dari LBH Setia …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x