Home » Berita » Skandal Alutsista: KPK Didesak Audit Forensik Proyek OPV dan Fregat, Usut Broker Jimmy Wijaya

Skandal Alutsista: KPK Didesak Audit Forensik Proyek OPV dan Fregat, Usut Broker Jimmy Wijaya

admin 02 Oct 2025 54

VokalPublika.com | Jakarta – Desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan dalam pengadaan kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan tender fregat TNI Angkatan Laut semakin menguat.
Dorongan ini datang dari Paijo Parikesit, pengamat kebijakan pertahanan dari Siasat Strategis Center (SSC), yang menilai ada potensi penyimpangan besar dalam dua proyek strategis tersebut.

Dalam video berdurasi 4 menit 56 detik yang beredar luas di media sosial di antaranya akun Reel KaraEng Bontolangkasa Ri Sombaopu dan TikTok Berita Sejiwa Paijo menyoroti pola sistematis keterlibatan perantara atau broker Alutsista, yang disebut-sebut membuka peluang mark-up, deviasi, dan bancakan fee proyek.

“Nama Jimmy Wijaya konsisten muncul dalam dua kasus besar, Fregat 2020 dan OPV 2023–2024. Perannya sebagai broker membuat proyek pertahanan strategis berubah menjadi arena bancakan. KPK tidak boleh pura-pura buta,” ujar Paijo Parikesit dalam pernyataannya, Sabtu (27/9/2025).

Dua Proyek Bernilai Triliunan Rupia

Paijo menilai, keterlibatan Jimmy Wijaya sebagai perantara antara vendor asing dan Kementerian Pertahanan membuka peluang konflik kepentingan serius.

Baca juga:  Tercium Aroma Pungli, Aktivis Pemalang Siap Bubarkan Kegiatan Inspiring Teacher Day

Proyek OPV 2023–2024, misalnya, mencakup pembangunan dua kapal dengan kode Hull 406 dan Hull 411, bernilai total Rp 2,16 triliun.
Kontraknya sudah diteken sejak 2020, namun progres sempat macet di kisaran 35% pada Maret 2023 dan baru diluncurkan pada September 2024 mengindikasikan keterlambatan, inefisiensi, serta potensi bancakan termin pembayaran.

Sementara itu, Tender Fregat 2020 juga dikaitkan dengan nama yang sama. Jimmy Wijaya diduga berperan sebagai broker utama, mengatur jalur lobi, fee, dan pembagian keuntungan di balik keputusan pembelian kapal fregat TNI AL.

“Keterlibatan broker non-teknis dalam proyek strategis pertahanan menciptakan konflik kepentingan. Ini menggeser orientasi pengadaan dari kebutuhan pertahanan menjadi urusan dagang,” ungkap Paijo.

Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar

Menurut analisis SSC, potensi kerugian negara dari dua proyek ini bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
Berikut estimasi yang dihitung oleh SSC:

  • Biaya modal keterlambatan proyek OPV:
    Rp 2,16 triliun × 8% = Rp 173,1 miliar per tahun.
    Jika menggunakan asumsi 10%, kerugian mencapai Rp 216,4 miliar.
  • Mark-up dan fee broker:
    Mark-up konservatif 5–10% dari nilai kontrak berarti potensi kerugian Rp 216 miliar hingga lebih.
  • Kerugian non-moneter:
    Penurunan jam patroli laut, keterlambatan operasional, dan risiko strategis pertahanan nasional.
Baca juga:  Penguatan Sinergi Lintas Kementerian, Kemenko Dorong Penyederhanaan Layanan Ekspor-Impor Lewat INSW

Desakan Konkret untuk KPK

SSC menilai KPK tidak boleh pasif. Paijo mengajukan lima langkah konkret yang harus segera dilakukan lembaga antirasuah tersebut:

  1. Audit forensik seluruh pembayaran proyek OPV.
  2. Investigasi khusus terhadap peran Jimmy Wijaya dalam proyek OPV dan Fregat.
  3. Pembekuan sementara pembayaran mencurigakan hingga audit selesai.
  4. Blacklist Jimmy Wijaya dan broker lain yang terbukti menjadi saluran fee ilegal.
  5. Buka kontrak strategis kepada publik untuk menjamin transparansi.

“Jika KPK membiarkan peran Jimmy Wijaya tanpa disentuh, maka KPK sedang melegalkan bancakan di sektor pertahanan. Membiarkan broker mengatur Alutsista adalah pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Paijo.

Integritas Pertahanan Dipertaruhkan

Kasus ini disebut menjadi ujian serius bagi integritas sektor pertahanan Indonesia.
SSC menegaskan, proyek Alutsista bernilai triliunan rupiah seharusnya murni demi memperkuat daya tangkal bangsa bukan menjadi ladang bisnis segelintir pihak.

Baca juga:  TNI Mbangun Desa, Satgas TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim Pemalang Genjot Pekerjaan Talud di Sukorejo

Dengan tuntutan publik yang kian meningkat, KPK kini ditantang untuk menunjukkan taringnya.
Apakah lembaga antikorupsi itu berani membuka tabir dugaan peran broker Jimmy Wijaya, atau justru membiarkan skandal ini tenggelam di balik jargon kedaulatan pertahanan?

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Kampanye Kreatif Oleh Babinsa Koramil Comal Kodim Pemalang: Sosialisasi Penerimaan CABA CATA PK Gel. I TA 2026 di SMK Nusantara

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang – Dalam rangka memberikan sosialisasi serta menumbuhkan minat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Babinsa Koramil 04/Comal Kodim 0711/Pemalang melaksanakan kampanye kreatif penerimaan Calon Bintara (CABA) dan Calon Tamtama Prajurit Karier (CATA PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Nusantara …

Mengejutkan! Pohon Besar di Jalan KH. Ahmad Dahlan Tumbang Pada Malam Hari, Minim Penerangan

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah pohon beserta ranting terlihat tumbang dan berada di area tengah Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Senin (12/1/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui dari unggahan foto salah satu pengguna media sosial yang beredar di ruang digital. Dalam foto yang diunggah, tampak batang dan ranting pohon berada di badan …

Jalan Rusak Masih Jadi Momok Bagi Warga Pemalang: Selain Banyak Lobang, Saat Hujan Ancam Keselamatan

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah video yang beredar di media sosial menyoroti kondisi jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang. Dalam unggahan vidio tersebut, pada Senin (12/1/2026), kondisi jalan tampak rusak parah dan dipenuhi lubang, sehingga menyita perhatian masyarakat. Video berdurasi 2 menit 18 detik itu memperlihatkan badan jalan yang mengalami kerusakan di …

Dukung Program Nasional, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Turun Langsung Lakukan Pendampingan Penyiapan Lahan KDKMP

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dalam rangka mendukung program nasional penguatan ekonomi desa, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan pendampingan kegiatan Pembukaan Penyiapan Lahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bertempat di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Senin (12/01/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Danramil 12/Watukumpul Kapten Inf Mulyo Hartono, didampingi Babinsa Desa Jojogan Serka …

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Dua Rumah Warga Tambakrejo – Pemalang Rusak

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Pemalang pada Jumat sore, (9/1/2026). Dampak peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga di Dukuh Sumberharjo, RT 03 RW 07, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, mengalami kerusakan bagian atap dan bangunan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pemalang, kejadian …

Jalan Desa Kalisaleh – Belik Pemalang Rusak Bertahun-tahun! Minim Penerangan, Warga Dihimbau Hati-hati

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi jalan Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, memerlukan perhatian serius. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang, sementara fasilitas penerangan jalan masih sangat minim. Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kesulitan bagi warga dan pengendara yang melewati jalan tersebut. Informasi mengenai kondisi jalan ini muncul melalui video unggahan salah …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x