Home » Berita » Skandal Alutsista: KPK Didesak Audit Forensik Proyek OPV dan Fregat, Usut Broker Jimmy Wijaya

Skandal Alutsista: KPK Didesak Audit Forensik Proyek OPV dan Fregat, Usut Broker Jimmy Wijaya

admin 02 Oct 2025 102

VokalPublika.com | Jakarta – Desakan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan dalam pengadaan kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan tender fregat TNI Angkatan Laut semakin menguat.
Dorongan ini datang dari Paijo Parikesit, pengamat kebijakan pertahanan dari Siasat Strategis Center (SSC), yang menilai ada potensi penyimpangan besar dalam dua proyek strategis tersebut.

Dalam video berdurasi 4 menit 56 detik yang beredar luas di media sosial di antaranya akun Reel KaraEng Bontolangkasa Ri Sombaopu dan TikTok Berita Sejiwa Paijo menyoroti pola sistematis keterlibatan perantara atau broker Alutsista, yang disebut-sebut membuka peluang mark-up, deviasi, dan bancakan fee proyek.

“Nama Jimmy Wijaya konsisten muncul dalam dua kasus besar, Fregat 2020 dan OPV 2023–2024. Perannya sebagai broker membuat proyek pertahanan strategis berubah menjadi arena bancakan. KPK tidak boleh pura-pura buta,” ujar Paijo Parikesit dalam pernyataannya, Sabtu (27/9/2025).

Dua Proyek Bernilai Triliunan Rupia

Paijo menilai, keterlibatan Jimmy Wijaya sebagai perantara antara vendor asing dan Kementerian Pertahanan membuka peluang konflik kepentingan serius.

Baca juga:  Dugaan Pengondisian Jual Beli Seragam dan LKS di Pemalang Bikin Gaduh Viral di Media Sosial, Kuswanto, SH : Kami  Akan Laporkan Kepada APH

Proyek OPV 2023–2024, misalnya, mencakup pembangunan dua kapal dengan kode Hull 406 dan Hull 411, bernilai total Rp 2,16 triliun.
Kontraknya sudah diteken sejak 2020, namun progres sempat macet di kisaran 35% pada Maret 2023 dan baru diluncurkan pada September 2024 mengindikasikan keterlambatan, inefisiensi, serta potensi bancakan termin pembayaran.

Sementara itu, Tender Fregat 2020 juga dikaitkan dengan nama yang sama. Jimmy Wijaya diduga berperan sebagai broker utama, mengatur jalur lobi, fee, dan pembagian keuntungan di balik keputusan pembelian kapal fregat TNI AL.

“Keterlibatan broker non-teknis dalam proyek strategis pertahanan menciptakan konflik kepentingan. Ini menggeser orientasi pengadaan dari kebutuhan pertahanan menjadi urusan dagang,” ungkap Paijo.

Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar

Menurut analisis SSC, potensi kerugian negara dari dua proyek ini bisa mencapai ratusan miliar rupiah.
Berikut estimasi yang dihitung oleh SSC:

  • Biaya modal keterlambatan proyek OPV:
    Rp 2,16 triliun × 8% = Rp 173,1 miliar per tahun.
    Jika menggunakan asumsi 10%, kerugian mencapai Rp 216,4 miliar.
  • Mark-up dan fee broker:
    Mark-up konservatif 5–10% dari nilai kontrak berarti potensi kerugian Rp 216 miliar hingga lebih.
  • Kerugian non-moneter:
    Penurunan jam patroli laut, keterlambatan operasional, dan risiko strategis pertahanan nasional.
Baca juga:  Jalan Desa Kalisaleh - Belik Pemalang Rusak Bertahun-tahun! Minim Penerangan, Warga Dihimbau Hati-hati

Desakan Konkret untuk KPK

SSC menilai KPK tidak boleh pasif. Paijo mengajukan lima langkah konkret yang harus segera dilakukan lembaga antirasuah tersebut:

  1. Audit forensik seluruh pembayaran proyek OPV.
  2. Investigasi khusus terhadap peran Jimmy Wijaya dalam proyek OPV dan Fregat.
  3. Pembekuan sementara pembayaran mencurigakan hingga audit selesai.
  4. Blacklist Jimmy Wijaya dan broker lain yang terbukti menjadi saluran fee ilegal.
  5. Buka kontrak strategis kepada publik untuk menjamin transparansi.

“Jika KPK membiarkan peran Jimmy Wijaya tanpa disentuh, maka KPK sedang melegalkan bancakan di sektor pertahanan. Membiarkan broker mengatur Alutsista adalah pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Paijo.

Integritas Pertahanan Dipertaruhkan

Kasus ini disebut menjadi ujian serius bagi integritas sektor pertahanan Indonesia.
SSC menegaskan, proyek Alutsista bernilai triliunan rupiah seharusnya murni demi memperkuat daya tangkal bangsa bukan menjadi ladang bisnis segelintir pihak.

Baca juga:  Warga dan Mahasiswa Kecamatan Bua Geruduk PT BMS, Kades Padang Kalua Bongkar Dugaan Kamuflase Rekrutmen Karyawan

Dengan tuntutan publik yang kian meningkat, KPK kini ditantang untuk menunjukkan taringnya.
Apakah lembaga antikorupsi itu berani membuka tabir dugaan peran broker Jimmy Wijaya, atau justru membiarkan skandal ini tenggelam di balik jargon kedaulatan pertahanan?

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
​Gotong Royong Kodim Pemalang dan Masyarakat Bangun Jembatan Penghubung Belik-Randudongkal

Alwi Assagaf

27 Apr 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Personel Kodim 0711/Pemalang melalui Koramil 11/Belik bersama warga Desa Sikasur melaksanakan gotong royong pembangunan Jembatan Garuda di atas Sungai Dauan, Senin (27/4/2026). Infrastruktur ini dibangun untuk menghubungkan Desa Sikasur (Kecamatan Belik) dengan Desa Karangmoncol (Kecamatan Randudongkal). Jembatan dengan dimensi panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter tersebut saat ini memasuki tahap pengerjaan …

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup Baru, Desak Penegakan Hukum Tegas di Tengah Krisis Lingkungan Nasional

Redaksi

27 Apr 2026

Jakarta, vokalpublika.com – Ketua Umum DPP Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia (GHLHI), Bakti Lubis, menyoroti penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dengan menekankan pentingnya langkah tegas dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Dalam keterangannya, Bakti Lubis menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar kepemimpinan baru di sektor lingkungan hidup mampu menghadirkan perubahan nyata di …

Mengungkap Tabir Proyek Rp25 Miliar di Pesisir Barat: Dugaan Penyimpangan hingga Minim Pengawasan, Mutu Pendidikan Terancam

Redaksi

27 Apr 2026

Pesisir Barat, Vokalpublik.com – Proyek Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk renovasi dan rehabilitasi madrasah di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dengan nilai mencapai Rp25,48 miliar, kini menjadi sorotan serius. Program yang digulirkan pemerintah pusat melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk Tahun Anggaran 2025–2026 itu diduga menyisakan sejumlah …

Iuran Sampah Dipertanyakan Respons Desa Kaduagung Belum Menyeluruh

Redaksi

27 Apr 2026

Kuningan, vokalpublika.com— Polemik pengelolaan sampah di Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, masih menyisakan tanda tanya. Selain dugaan praktik pembakaran sampah secara terbuka, transparansi penggunaan iuran kebersihan sebesar Rp10 ribu per rumah tangga juga menjadi sorotan. Permasalahan ini mencuat setelah awak media menerima keluhan warga terkait masih berlangsungnya pembakaran sampah di lingkungan desa, meski masyarakat …

​Pegiringan Berbenah: Inilah Misi Strategis Widiyana Aji Setiantoko, Transparansi Untuk Desa Sejahtera

Alwi Assagaf

27 Apr 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Mengusung semangat perubahan dengan jargon “Pegiringan Berbenah”, Widiyana Aji Setiantoko, S.Pd., secara resmi memaparkan visi dan misinya untuk membangun Desa Pegiringan menjadi wilayah yang lebih maju dan mandiri. ​Dalam keterangannya, Widiyana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Visi utamanya adalah mewujudkan Desa Pegiringan yang Maju, Mandiri, Religius, dan Sejahtera Bersama.​Untuk …

110 Ekor Sapi Dikirim ke Banjarmasin, Total Permintaan Hewan K urban Capai Ribuan

Redaksi

27 Apr 2026

NAGEKEO , vokalpublika.com– Menjelang perayaan Idul Adha, permintaan terhadap hewan kurban khususnya sapi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Pulau Flores, mengalami peningkatan yang cukup signifikan tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun, total permintaan yang masuk mencapai angka sekitar 6.000 ekor sapi. Namun, hingga saat ini realisasi pengiriman atau ketersediaan yang sudah terdistribusi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x