Home » Berita » Perbup Ende Nomor 7 Tahun 2025 Jadi Bukti Komitmen Bupati Yosef Badeoda Dalam Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Perbup Ende Nomor 7 Tahun 2025 Jadi Bukti Komitmen Bupati Yosef Badeoda Dalam Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Redaksi 24 Sep 2025 154

vokalpublika.com

Penulis : MERIDIAN DEWANTA, SH

Salah satu kendala penyelenggaraan pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat adalah masih minimnya Kepala Daerah yang memiliki komitmen, tanggung jawab dan kepemimpinan yang kuat untuk menyelenggarakan pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Ende patut diapresiasi karena pada tahun 2017 menerbitkan
PERATURAN DAERAH KABUPATEN ENDE NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG
PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN
MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN ENDE, lalu disusul pada tahun 2025 Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH menerbitkan PERATURAN BUPATI ENDE NOMOR 7 TAHUN 2025 TENTANG TATA CARA IDENTIFIKASI, VERIFIKASI, VALIDASI, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT.

Walau diapresiasi oleh publik, terbitnya PERATURAN DAERAH KABUPATEN ENDE NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG
PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN
MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN ENDE itu harus ada peraturan turunan sebagai pedoman teknis pelaksanaannnya agar Perda itu tidak mangkrak, sehingga butuh komitmen mulia Bupati Ende untuk segera menerbitkan Peraturan Bupati.

Baca juga:  Angka Stunting di Batam Terus Menurun, Pemko Paparkan 8 Aksi Konvergensi

Sejak terbitnya PERATURAN DAERAH KABUPATEN ENDE NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG
PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN
MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KABUPATEN ENDE itu, ada 2 Bupati yang memimpin Kabupaten Ende yaitu Ir. Marselinus Y. W. Petu yang meninggal pada tanggal 26 Mei 2019, dan kemudian digantikan oleh wakilnya Drs. Djafar H. Achmad, M.M, yang menjabat sampai 31 Desember 2023.

Namun baru pada masa kepemimpinan Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH, tepatnya setelah 2 bulan beliau dilantik diterbitkanlah PERATURAN BUPATI ENDE NOMOR 7 TAHUN 2025 TENTANG TATA CARA IDENTIFIKASI, VERIFIKASI, VALIDASI, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT.

Kita semua tau bahwa keberadaan Masyarakat Hukum Adat selama ini sangatlah rentan karena belum ada peraturan hukum yang memadai dan tidak ada pengakuan hukum yang kuat dari pemerintah, sehingga sering menyebabkan terjadinya perampasan wilayah adat, konflik agraria, marginalisasi, kriminalisasi dan lain sebagainya.

Oleh karena itu terbitnya
PERATURAN BUPATI ENDE NOMOR 7 TAHUN 2025 TENTANG TATA CARA IDENTIFIKASI, VERIFIKASI, VALIDASI, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT adalah wujud komitmen mulia dan kepemimpinan yang tegas dari Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH untuk mengakui dan melindungi eksistensi Masyarakat Hukum Adat.

Baca juga:  Wisata Air Kebanggaan Pemalang Waterpark Widuri Tak Terawat Alias Terbengkalai, Kini Jadi Kolam Pemancingan Warga

Komitmen mulia dari Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH untuk mengakui dan melindungi eksistensi Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Ende tersebut, harus menjadi teladan bagi para Kepala Daerah lainnya di wilayah Provinsi NTT khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk segera menerbitkan payung hukum demi pengukuhan Masyarakat Hukum Adat di daerahnya masing-masing.

Kami sudah mengajukan permohonan kepada Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH untuk melakukan Identifikasi, Verifikasi, Validasi dan Penetapan demi pengakuan serta perlindungan terhadap Masyarakat Hukum Adat pada Wilayah Adat Tana Potu Panggo, Ulu Kolo Ndaru, Eko Pu’u Wege di Nualolo dan Nuanelu, Desa Manulondo – Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, dan kami berharap agar komitmen mulia itu menjalar pada kinerja tim bentukan Bupati Ende di lapangan.

Baca juga:  Gaduh Soal Ujaran Kebencian Oleh TRANS7, Hamu Fauzi Ingatkan APH : Ujaran Kebencian Itu Delik Umum

Kami sangat meyakini bahwa terbitnya
PERATURAN BUPATI ENDE NOMOR 7 TAHUN 2025 TENTANG TATA CARA IDENTIFIKASI, VERIFIKASI, VALIDASI, PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT HUKUM ADAT itu sudah pasti diimbangi dengan adanya Tim Identifikasi, Verifikasi dan Validasi yang piawai dan mumpuni.

Permohonan kami kepada Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, SH.,MH untuk melakukan Identifikasi, Verifikasi, Validasi dan Penetapan demi pengakuan serta perlindungan Masyarakat Hukum Adat pada Wilayah Adat Tana Potu Panggo, Ulu Kolo Ndaru, Eko Pu’u Wege di Desa Manulondo – Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, dipastikan akan menjadi preseden bagi permintaan pengukuhan Mayarakat Hukum Adat pada wilayah lainnya.

(MERIDIAN DEWANTA, SH – KOORDINATOR TIM PEMBELA DEMOKRASI INDONESIA WILAYAH NTT / TPDI-NTT / ADVOKAT PERADI / KUASA HUKUM LAURENSIUS LAU)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Aksi Ramadan: Ratusan Paket Takjil Gratis Dibagikan Dandim Pemalang Bersama Komunitas Moge dan Vespa Laris Diserbu Warga

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Kodim 0711/Pemalang bersama komunitas Moge dan Vespa Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan bagi-bagi takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Gedung Juang, Jalan Pemuda, Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin sore (9/3/2026). Kegiatan sosial …

Projo Salurkan Kurma, Takjil dan Sembako untuk Jamaah Masjid di Bulan Ramadhan

admin

09 Mar 2026

Karimun, Vokalpublika.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh relawan Projo. Pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran DPD Projo Kepulauan Riau bersama DPC Projo Karimun melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian kurma, takjil, serta paket sembako kepada masyarakat dan jamaah masjid di sejumlah titik di Kabupaten Karimun. Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut …

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Redaksi

09 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …

Merasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu

Redaksi

09 Mar 2026

Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …

Dharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Gelar HPN dan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta insan pers Kabupaten Pemalang. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim dan piatu menerima santunan serta bingkisan secara simbolis dari panitia AWPB. …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x