Home » Uncategorized » Peristiwa Ahmadi Madong dan Arif Rahman Hakim akan Pengaruhi Pandangan Masyarakat Kota Bekasi pada DPRD Kota Bekasi

Peristiwa Ahmadi Madong dan Arif Rahman Hakim akan Pengaruhi Pandangan Masyarakat Kota Bekasi pada DPRD Kota Bekasi

Redaksi 23 Sep 2025 296

Bekasi, vokalpublika.com – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2025 berlangsung tegang. Dan terjadilah peristiwa pe-nonyor-an yang dilakukan oleh Arif Rahman Hakim ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Fraksi PDIP terhadap Ahmadi Madong anggota Komisi D Fraksi PKB, DPRD Kota Bekasi.

Madong menjelaskan belum mengetahui secara persis maksud atau alasan diduga ARH sampai tega melakukan kekerasan tersebut. “Saya sih tidak tahu persis (Masalahnya) kayaknya tadi dia (ARH) di APBD itu menginginkan Rp 6,1 triliun, terus saya dapat sumber dari media bahwasannya pusat itu akan menganggarkan lebih untuk kota dan kabupaten, makanya saya minta di APBD itu dianggap Rp 7,2 triliun, bahasa saya yang mungkin terkesan tegas itu menurut dia itu malah mungkin tidak senang hati gitu,” jelasnya yang belum menerima permintaan maaf dari Arif Rahman Hakim hingga kini.

Dan akhirnya berakhir pada pelaporan yang dilakukan Ahmadi Madong ke Polresta Kota Bekasi terkait peristiwa pe-nonyor-an dirinya oleh Arif Rahman Hakim. “Saya melaporkan saudara Arif Rahman Hakim, terkait laporan saya karena saya ditoyor kepala saya. Hari ini saya melaporkan secara resmi, artinya karena kami negara hukum,” kata Madong di Mapolres Bekasi Kota.

Baca juga:  BBM Langka di Dairi: Pemkab Usulkan Kuota Naik Dua Kali Lipat, Warga Diminta Hindari Panic Buying

Pada kesempatan terpisah, Budi Arianto dari SOMASI melihat peristiwa antar anggota DPRD Kota Bekasi sebagai rapuhnya etika komunikasi politik. “Peristiwa ribut-ribut antara Ahmadi (Madong) dan Arif Rahman Hakim di DPRD Kota Bekasi kalo menurut saya bisa dimaknai sebagai cerminan Rapuhnya etika komunikasi politik, berawal dari kritik dan bergeser jadi konflik personal.” Katanya.

Budi melihat hal tersebut akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat Kota Bekasi pada wakilnya di DPRD Kota Bekasi. “Dan ini akan berdampak pada kepercayaan publik, masyarakat bisa menilai wakilnya sibuk ribut daripada fokus pada kepentingan rakyat. Intinya, ini jadi pengingat bahwa DPRD harus menjaga martabat lembaga dan mengutamakan dialog sehat.” Terangnya. (Don).

Bekasi, vokalpublika.com –

Peristiwa Ahmadi Madong dan Arif Rahman Hakim akan Pengaruhi Pandangan Masyarakat Kota Bekasi pada DPRD Kota Bekasi

Baca juga:  Di Tengah Efisiensi Anggaran, Vickner–Wahyu Tancap Gas: IPM 75,88, UHC 100 Persen dan 62 Ribu Pohon Warnai Refleksi Setahun Pemerintahan

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2025 berlangsung tegang. Dan terjadilah peristiwa pe-nonyor-an yang dilakukan oleh Arif Rahman Hakim ketua Komisi C DPRD Kota Bekasi Fraksi PDIP terhadap Ahmadi Madong anggota Komisi D Fraksi PKB, DPRD Kota Bekasi.

Madong menjelaskan belum mengetahui secara persis maksud atau alasan diduga ARH sampai tega melakukan kekerasan tersebut. “Saya sih tidak tahu persis (Masalahnya) kayaknya tadi dia (ARH) di APBD itu menginginkan Rp 6,1 triliun, terus saya dapat sumber dari media bahwasannya pusat itu akan menganggarkan lebih untuk kota dan kabupaten, makanya saya minta di APBD itu dianggap Rp 7,2 triliun, bahasa saya yang mungkin terkesan tegas itu menurut dia itu malah mungkin tidak senang hati gitu,” jelasnya yang belum menerima permintaan maaf dari Arif Rahman Hakim hingga kini.

Dan akhirnya berakhir pada pelaporan yang dilakukan Ahmadi Madong ke Polresta Kota Bekasi terkait peristiwa pe-nonyor-an dirinya oleh Arif Rahman Hakim. “Saya melaporkan saudara Arif Rahman Hakim, terkait laporan saya karena saya ditoyor kepala saya. Hari ini saya melaporkan secara resmi, artinya karena kami negara hukum,” kata Madong di Mapolres Bekasi Kota.

Baca juga:  Wakil Bupati Dairi Hadiri Tausiyah dan Buka Puasa Bersama Pelaku UMKM di Taman Rekreasi Sidikalang

Pada kesempatan terpisah, Budi Arianto dari SOMASI melihat peristiwa antar anggota DPRD Kota Bekasi sebagai rapuhnya etika komunikasi politik. “Peristiwa ribut-ribut antara Ahmadi (Madong) dan Arif Rahman Hakim di DPRD Kota Bekasi kalo menurut saya bisa dimaknai sebagai cerminan Rapuhnya etika komunikasi politik, berawal dari kritik dan bergeser jadi konflik personal.” Katanya.

Budi melihat hal tersebut akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat Kota Bekasi pada wakilnya di DPRD Kota Bekasi. “Dan ini akan berdampak pada kepercayaan publik, masyarakat bisa menilai wakilnya sibuk ribut daripada fokus pada kepentingan rakyat. Intinya, ini jadi pengingat bahwa DPRD harus menjaga martabat lembaga dan mengutamakan dialog sehat.” Terangnya. (Don).

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Dari Gelap Menuju Terang: Semangat Kartini Menginspirasi Perempuan ATR/BPN Melayani Negeri

Clara T S

21 Apr 2026

DAIRI/vokslpublika.comSemangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini kembali menggema dalam peringatan Hari Kartini Tahun 2026. Mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang”, peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran perempuan, khususnya dalam pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kartini tidak sekadar simbol sejarah, melainkan representasi perjuangan tanpa batas …

Bupati dan Wakil Bupati Dairi Lepas 17 Calon Haji, Harapkan Pulang Menjadi Haji Mabrur

Clara T S

20 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comBupati Dairi Vickner Sinaga bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala menghadiri prosesi tepung tawar bagi 17 jemaah calon haji asal Kabupaten Dairi, Senin (20/4/2026), di Balai Budaya Sidikalang. Acara tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk doa dan restu sebelum para jemaah berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dalam sambutannya, Bupati Vickner Sinaga menyampaikan ucapan selamat …

Polemik “Tangkap-Lepas” Narkotika diPolres Tanjung perak

Redaksi

20 Apr 2026

Surabaya, vokalpublika.com- Isu dugaan praktik “tangkap-lepas” dalam penanganan kasus narkotika yang menyeret nama Polres Pelabuhan Tanjung Perak menjadi sorotan publik. Tuduhan adanya permintaan uang sebagai syarat pembebasan tersangka memunculkan polemik dan pertanyaan terkait transparansi penegakan hukum. Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Adik Agus Putrawan, memberikan klarifikasi tegas bahwa tidak ada praktik tangkap-lepas …

Bupati Dairi Iringi Kepergian Kades Mbelang Malum, Sunta Tutur Simorangkir

Clara T S

19 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comBupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, Rita Puspita Vickner Sinaga, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kepala Desa Mbelang Malum, Sunta Tutur Simorangkir, yang meninggal dunia pada usia 54 tahun, Sabtu (18/4/2026). Ungkapan belasungkawa tersebut disampaikan langsung dalam prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, yang dilaksanakan usai …

Tim Gabungan Tertibkan Pasar Sidikalang, Ketegangan Lapangan Tak Surutkan Komitmen

Clara T S

18 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comUpaya penataan dan penertiban kawasan Pekan Pasar Sidikalang terus dilakukan secara konsisten oleh tim gabungan yang terdiri dari PD Pasar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Sabtu, dengan pendekatan humanis guna menciptakan ketertiban serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan pasar. Selain tiga …

Pria Lajang Ditemukan Meninggal di Belakang Toko Bento Sidikalang, Penyebab Masih Diselidiki

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI /vokalpublika.comWarga Sidikalang digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di belakang Toko Bento, tepatnya di tembusan Jalan Klasen Pajak Sidikalang, pada Jumat (17/4/2026). Korban diketahui bernama Binhot Nababan, seorang pria lajang yang selama ini tinggal bersama ibunya, Maulina Silaban. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui dan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x