Home » Berita » Eskalasi Politik Memuncak, Eko Patrio dan Uya Kuya Mundur dari DPR Usai Rumah Dijarah Massa

Eskalasi Politik Memuncak, Eko Patrio dan Uya Kuya Mundur dari DPR Usai Rumah Dijarah Massa

Admin 31 Aug 2025 639

Jakarta, vokalpublika.com – Gelombang kemarahan rakyat terhadap perilaku elit politik di Senayan akhirnya menelan korban. Dua politisi selebritas Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya, resmi mengundurkan diri dari kursi legislatif setelah kediaman pribadi mereka di Jakarta diserbu dan dijarah massa, Minggu (31/8/2025).

Peristiwa penjarahan yang berlangsung pasca pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan DPR ini menjadi simbol puncak eskalasi krisis kepercayaan publik terhadap wakil rakyat. Aksi spontan warga tersebut dipicu oleh video viral Eko dan Uya yang berjoget di Gedung DPR RI, sesaat setelah pengumuman kenaikan fasilitas dewan, di tengah kondisi ekonomi rakyat yang kian terhimpit.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN segera merespons cepat. Melalui Wakil Ketua Umum Viva Yoga Mauladi, PAN mengumumkan keputusan menonaktifkan keduanya dari Fraksi PAN DPR RI, berlaku mulai 1 September 2025. “Mencermati dinamika dan perkembangan saat ini, DPP PAN memutuskan menonaktifkan Saudaraku Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) dan Saudaraku Surya Utama (Uya Kuya) sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” tegas Viva Yoga dalam keterangan resminya, Minggu (31/8).

Baca juga:  Diduga Anggaran Siluman, Jogging Track di Lapangan Wanarejan Selatan - Pemalang Mangkrak, Warga Bingung Kenapa Tanpa Papan Proyek?

Sebelumnya, kedua artis-politisi itu sudah mencoba meredam amarah publik melalui unggahan video permintaan maaf di media sosial. Eko Patrio, dengan wajah tertunduk didampingi Pasha Ungu, menyampaikan penyesalan.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan saya,” ujarnya.

Senada, Uya Kuya menyampaikan permintaan maaf yang diwarnai penyesalan mendalam.
“Saya menyampaikan permohonan maaf tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir,” kata Uya dalam video di akun Instagram-nya.

Baca juga:  Warga Jakarta Galang Petisi Tolak Privatisasi PAM Jaya

Namun, gelombang amarah rakyat tampaknya sudah tak terbendung. Penjarahan di rumah Eko Patrio dan Uya Kuya menjadi titik balik dramatis, menandai bagaimana publik tidak lagi sekadar meluapkan protes di jalan, melainkan langsung mengarah ke ranah pribadi para politisi yang dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio sebelumnya sudah memperingatkan bahwa jalan terbaik bagi politisi yang pernyataannya memicu gejolak adalah mundur.
“Pilihannya tinggal mundur mendengarkan rakyat, atau bertahan sampai situasinya makin panas dan parah,” ujarnya. Prediksi itu kini terbukti: pengunduran diri Eko dan Uya dipandang sebagai langkah proaktif PAN untuk menyelamatkan wajah partai sekaligus menenangkan badai politik yang tengah membara.

PAN dalam pernyataan resminya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pemerintah.
“Kami memohon agar masyarakat sabar dan percaya penuh kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menangani persoalan ini secara cepat, tepat, dan berpihak kepada rakyat,” lanjut Viva Yoga.

Baca juga:  Bentuk Penghormatan Kepada Jasa Para Pahlawan, HUT Ke 64 Korem 071/Wk, Kodim 0711/Pemalang Gelar Ziarah Rombongan di TMP Jayana Sureng Yudha

Meski begitu, publik menilai pengunduran diri ini hanyalah permukaan dari masalah besar: retaknya legitimasi DPR di mata rakyat. Krisis politik yang dipicu oleh ulah segelintir anggota dewan dinilai sebagai kegagalan kolektif lembaga legislatif dalam menjaga wibawa, etika, dan empati.

Kini, sorotan tajam publik tidak hanya tertuju pada dua figur artis-politisi yang tumbang, tetapi juga pada DPR sebagai institusi. Pertanyaan besar mengemuka, sampai kapan wakil rakyat terus abai pada suara rakyat sebelum badai kemarahan benar-benar meluluhlantakkan kredibilitas parlemen?

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Ada Apa di Ampelgading? Satpol PP Pemalang Tertibkan Warung Remang-remang

Alwi Assagaf

14 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aktivitas sejumlah warung remang-remang yang diduga beroperasi di balik bangunan liar di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menjadi sasaran patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemalang. Selasa malam (14/1/2026). Penertiban dilakukan sebagai bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) serta upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. Langkah tersebut menandai keseriusan Satpol PP, …

Sejumlah Sekolah Penerima Manfaat Program MBG di Pemalang Keluhkan Hidangan Dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tidak Layak

Alwi Assagaf

14 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com –Keluhan wali murid dan siswa tentang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul karena kualitas makanan yang tidak layak, seperti menu yang terlalu sederhana (hanya nasi putih, olahan tempe goreng tepung, bakso, buah klengkeng sebanyak tiga buah dan potongan wortel). Sehingga dinilai oleh sejumlah walimurid, menu tersebut belum memenuhi standar gizi seimbang dan tujuan …

Praktik Terselubung Jual Beli LKS Untuk Siswa Sekolah Dasar di Pemalang Kembali Mencuat: Menimbulkan Konflik Kepentingan!

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sejumlah siswa SDN 02 Suru Wanarata, Pemalang, menerima selebaran mengenai buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Buku Pendamping yang ditawarkan dari pihak luar. Setiap buku dijual Rp 10.000 per judul, dengan total 9 buku, sehingga jika dibeli semua mencapai Rp 90.000 per siswa. Penawaran ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan sekolah dan kelengkapan …

PAC Hanura Nongsa Salurkan Bantuan Al-Qur’an dan Yasin di Masjid Jabal Nur

Redaksi

13 Jan 2026

Batam, vokalpublika.com– Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menggelar kegiatan sosial keagamaan bagi umat Muslim di wilayah Kelurahan Batu Besar, RW 23, pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa buku ayat suci Al-Qur’an, buku Yasin, dan buku Iqro yang dipusatkan di Masjid Jabal Nur Rohanelman, …

Kampanye Kreatif Oleh Babinsa Koramil Comal Kodim Pemalang: Sosialisasi Penerimaan CABA CATA PK Gel. I TA 2026 di SMK Nusantara

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang – Dalam rangka memberikan sosialisasi serta menumbuhkan minat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Babinsa Koramil 04/Comal Kodim 0711/Pemalang melaksanakan kampanye kreatif penerimaan Calon Bintara (CABA) dan Calon Tamtama Prajurit Karier (CATA PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Nusantara …

Mengejutkan! Pohon Besar di Jalan KH. Ahmad Dahlan Tumbang Pada Malam Hari, Minim Penerangan

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah pohon beserta ranting terlihat tumbang dan berada di area tengah Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Senin (12/1/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui dari unggahan foto salah satu pengguna media sosial yang beredar di ruang digital. Dalam foto yang diunggah, tampak batang dan ranting pohon berada di badan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x