Home » Berita » Kasus Raya Ungkap Lemahnya Perlindungan Anak: Program Ada, Pengawasan Tiada

Kasus Raya Ungkap Lemahnya Perlindungan Anak: Program Ada, Pengawasan Tiada

Admin 23 Aug 2025 206

Sukabumi, vokalpublika.com – Kasus tragis yang menimpa Raya, seorang bocah asal Sukabumi, kembali membuka mata publik tentang lemahnya sistem perlindungan anak di Indonesia. Raya harus meregang nyawa akibat penyakit cacingan yang sebenarnya dapat dicegah melalui program kesehatan dasar. Ironisnya, program pencegahan seperti pemberian obat cacing massal sudah lama dicanangkan pemerintah, tetapi pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari maksimal.

Endryana Juwita Prahara Santhi,S.Pd
Atau yg biasa disapa Nyimas Riri, seorang aktivis perempuan dan perlindungan anak yang kini berdomisili di Bali, menyampaikan keprihatinannya. “Saya sebagai mantan kader desa di salah satu desa di Kabupaten Tangerang, dulu tidak ada insentif tapi kami tetap jalan. Sekarang insentif besar, tapi keadaannya seperti ini,” ujar Riri. Ia menegaskan, kasus ini menunjukkan lemahnya pendampingan, bahkan sejak masa kehamilan ibu Raya yang diketahui mengidap gangguan kesehatan mental (OODJ).

Baca juga:  Rakyat Karimun Bersuara Bentuk Tim AI untuk Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

“Seharusnya sejak awal sudah ada pendampingan kepada keluarga Raya, bukan menunggu sampai ada korban,” tambah Riri.

Kasus Raya seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah. Cacingan bukan penyakit baru, bukan pula sulit dicegah. Fakta bahwa masih ada anak yang jatuh sakit parah akibat penyakit ini menunjukkan adanya celah besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari minimnya pengawasan, lemahnya intervensi dini, hingga rendahnya kesadaran aparatur di tingkat desa.

Baca juga:  Kapolres Lampung Barat Pimpin Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional

Padahal, pemerintah Indonesia memiliki program pencegahan cacingan massal, termasuk pemberian obat cacing secara berkala di sekolah dan posyandu. Namun, kasus ini membuktikan bahwa koordinasi antarlembaga, pengawasan lapangan, dan tanggung jawab aparatur desa hingga dinas kesehatan masih lemah.

Pertanyaan besar yang muncul: di mana peran aparatur ketika seorang anak di wilayahnya bisa terabaikan hingga menderita penyakit yang seharusnya dapat dicegah? Tidak cukup jika pemerintah hanya bergerak setelah kasus ini viral. Deteksi dini, pendampingan keluarga, serta pemenuhan hak dasar kesehatan anak seharusnya menjadi prioritas utama.

Raya hanyalah satu nama. Namun, di balik kasusnya, ada potensi ribuan anak lain yang mengalami hal serupa tanpa sorotan media. Negara wajib hadir bukan sekadar melalui slogan, tetapi lewat langkah nyata: memperkuat program kesehatan preventif, menggiatkan edukasi masyarakat, dan memastikan pengawasan berjalan efektif.

Baca juga:  Proyek Pembangunan Jembatan di Pesisir Barat Diduga Asal Jadi

Konstitusi menegaskan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang. Karena itu, pemerintah tak boleh lagi abai. Kasus Raya adalah cermin rapuhnya sistem perlindungan anak kita. Jangan sampai tragedi ini terulang.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Dugaan ​Bisnis Internet Ilegal di Pemalang Tuai Sorotan

Alwi Assagaf

13 Apr 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Praktik penyediaan jasa internet tanpa izin atau “RT/RW Net” ilegal kini menjadi sorotan tajam di Kabupaten Pemalang. Modus operandi dengan membeli paket data personal untuk kemudian dikomersilkan kembali secara luas diduga telah merambah ke berbagai desa di Kecamatan Petarukan. ​Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Petarukan menggelar audiensi resmi pada Senin (13/4). Namun, …

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Penipuan PO Sembako Murah

Redaksi

13 Apr 2026

TANJUNG PERAK,Vokalpublika.com|| Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya. Terduga pelaku EA kini telah diamankan Polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000. Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu …

Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar

Redaksi

13 Apr 2026

TANJUNG PERAK, vokalpublika.com – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) skala besar pada Sabtu (12/4/2026) malam hingga dini hari. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, hingga balap liar dan tawuran remaja. Kegiatan patroli …

Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (DPC PJI) Kab. NGanjuk menggelar penghelatan Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke 1089 Th

Redaksi

13 Apr 2026

Nganjuk, vokalpublika.com -Atas nama ketua panitia penyelenggara kegiatan, DR. Junari S.Ag. MSi dalam sambutannya menyampaikan, “kegiatan halal bihalal 1447 H dan Peringatan Hari Jadi Kab . Nganjuk ke 1089 tahun, terselenggara karena soliditas dari Pengurus dan anggota DPC . PJI Kab. Nganjuk. Hal itu Faktualitas dari kerja keras dan terbinanya persaudaraan yang kuat di tubuh …

Badan Pangan Nasional Pemerintah Genjot Bantuan pangan Beras dan Minyak Goreng alokasi Februari dan Maret 2026.

Redaksi

12 Apr 2026

Probolinggo,-vokalpublika.com,-Bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026, beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter per KPMKeluarga Penerima Manfaat, disalurkan serentak se Indonesia. Program ini menyasar 33 hingga 35 juta KPM untuk menjaga daya beli saat Ramadan.Mulai disalurkan intensif sekitar awal April 2026 di berbagai daerah terpantau di Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.Target Penerima Masyarakat …

Serikat Pelaut LPS Pemalang Resmi Berafiliansi ke FSP Pelabuhan dan Strategis Nasional dibawah naungan DPP K- Sarbumusi

Alwi Assagaf

12 Apr 2026

Jakarta, Vokalpublika.com – Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) Pemalang menggelar kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sekretariat DPP Konfederasi Sarbumusi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur serikat pekerja, antara lain Serikat Pelaut LPS Pemalang, Federasi SPPSN, FSPPSN, serta Serikat Pelaut PELNI. Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x