Home » Uncategorized » Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Clara T S 07 Sep 2026 9

SLEMAN — vokalpublika.com
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang tidak hanya cakap membaca peta dan menguasai teknologi, tetapi juga mampu memahami manusia, sejarah, serta kebudayaan yang hidup di balik setiap bidang tanah.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN dalam rangkaian wisuda Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, Sabtu (5/9/2026).

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Sri Sultan mengatakan, kemampuan teknis dalam bidang pertanahan harus berjalan beriringan dengan kepekaan sosial dan pemahaman terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.

“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang mampu membaca peta sekaligus memahami manusia di dalam peta. Saudara perlu cakap menguasai teknologi, tetapi tetap bijak dalam menimbang rasa keadilan. Saudara perlu teguh menjalankan regulasi, tetapi tetap arif membaca sejarah dan kebudayaan masyarakat,” pesan Sri Sultan.

Menurutnya, tanah bagi masyarakat Indonesia bukan sekadar hamparan fisik yang dapat dipetakan dan diukur. Tanah merupakan bagian dari jati diri, jejak perjuangan, ruang kehidupan, sekaligus fondasi bagi keberlangsungan masyarakat.

Baca juga:  Rabu Tertib di Pasar Sidikalang, Penertiban PD Pasar Berdampak pada Kelancaran Aktivitas Pedagang dan Masyarakat

Di atas tanah, masyarakat membangun rumah, mengembangkan mata pencaharian, memproduksi pangan, membentuk komunitas, serta mewariskan nilai dan kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, tanah juga kerap dimaknai sebagai Ibu Pertiwi yang memberikan kehidupan dan menopang keberlanjutan peradaban.

Sri Sultan menilai pengelolaan pertanahan karena itu tidak dapat dilepaskan dari nilai, sejarah, dan kebudayaan masyarakat. Dalam filosofi Jawa, misalnya, terdapat prinsip Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengajarkan ikhtiar untuk menjaga keselamatan, ketenteraman, dan keharmonisan kehidupan.

Prinsip tersebut, kata Sri Sultan, mengandung pesan bahwa setiap kebijakan dan tindakan dalam pengelolaan tanah harus diarahkan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, tertib, dan manusiawi.

Pemahaman terhadap nilai lokal juga tercermin dalam berbagai tradisi masyarakat di Nusantara. Di Minangkabau, misalnya, dikenal konsep Harta Pusaka Tinggi yang berkaitan dengan tanah ulayat dan tanggung jawab antargenerasi. Di Bali, sistem subak menunjukkan keterkaitan antara tanah, air, pertanian, dan kehidupan sosial-spiritual melalui filosofi Tri Hita Karana.

Sementara itu, di berbagai wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua dan Maluku, keberadaan hak ulayat menunjukkan bahwa tanah dalam banyak komunitas adat dipahami sebagai ruang hidup bersama yang melekat pada tanggung jawab sosial dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Refleksi Setahun Kepemimpinan, Pemkab Dairi Perkuat Sinergi Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan

“Keragaman ini adalah kekayaan tata kelola pemerintahan Indonesia. Regulasi perlu membacanya dengan jernih, kebijakan perlu menghormatinya dengan arif, teknologi perlu mengakomodasinya dengan presisi dan kepekaan,” tutur Sri Sultan.

Ia menekankan, ilmu pertanahan pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai aspek teknis seperti pengukuran, pemetaan, administrasi, dan sertipikasi. Di balik setiap bidang tanah terdapat manusia dengan hak, kepentingan, sejarah, dan harapan.

Karena itu, penguatan keamanan tenurial harus ditempatkan dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Kepastian hak atas tanah membutuhkan kelembagaan serta tata kelola yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di sinilah ilmu pertanahan memperoleh kedudukan strategis. Ilmu pertanahan bekerja di antara ukuran dan makna, antara peta dan manusia, antara sertipikat dan juga martabat,” ungkap Sri Sultan.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Sri Sultan mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugas nantinya mereka akan berhadapan dengan berbagai dokumen dan proses administrasi pertanahan yang mungkin terlihat rutin. Namun, di balik setiap berkas tersebut terdapat kehidupan manusia yang menggantungkan harapan pada kepastian dan keadilan.

Baca juga:  Kementerian ATR/BPN Revisi Regulasi Tata Ruang untuk Perkuat Ketahanan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim

Karena itu, ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan harus diwujudkan melalui pelayanan yang profesional, berintegritas, serta peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Sri Sultan juga berpesan agar para lulusan membawa ilmu dan kompetensinya ke tengah masyarakat dengan sikap rendah hati. Menurutnya, setiap pekerjaan di bidang pertanahan harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat.

“Setiap pengukuran menjadi jalan menuju kepastian, setiap pemetaan menjadi jalan menuju keteraturan, dan setiap pelayanan pertanahan menjadi jalan menuju ketenteraman sosial,” pesannya.

Ia berharap para lulusan Politeknik Agraria STPN mampu menjadi insan pertanahan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis dan penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap manusia, budaya, serta nilai keadilan dalam setiap tugas yang dijalankan.

“Dengan visi seperti itulah kita menaruh harapan besar kepada para wisudawan-wisudawati yang akan mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja,” pungkas Sri Sultan.(clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Pesan Menteri Nusron kepada 568 Wisudawan Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana Pun Bekerja

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN — vokalpublika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, berpesan kepada 568 taruna dan taruni Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) agar senantiasa menjunjung tinggi integritas di mana pun mereka bekerja. ADVERTISEMENT Pesan tersebut disampaikan Menteri Nusron saat mewisuda 568 taruna dan taruni Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik …

Menteri ATR/Kepala BPN Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian Masyarakat

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN —Vokalpunlika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa transformasi organisasi dan layanan pertanahan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut tidak boleh sekadar mengubah struktur organisasi, tetapi harus berujung pada layanan yang lebih mudah, jelas, cepat, dan memberikan kepastian. ADVERTISEMENT Penegasan itu disampaikan Nusron saat memimpin Rapat Koordinasi …

Pemkab Dairi dan PT DPM Perkuat UMKM Kopi, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Clara T S

07 Sep 2026

DAIRI —vokalpublika.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bersama PT Dairi Prima Mineral (DPM) terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan pelatihan bagi Kelompok Binaan Sinaok di Desa Tuntung Batu. Kelompok UMKM …

Wamen Ossy Serahkan Sertipikat MBR di Kabupaten Banjar, Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Layak Huni

Clara T S

07 Sep 2026

BANJAR —vokalpublika.comKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui percepatan legalisasi dan sertipikasi tanah. ADVERTISEMENT Sebanyak 40 sertipikat tanah bagi MBR di Desa Mekar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan bersama Ketua Komisi II …

Menteri Nusron Tekankan Tradisi Dialektika Berpikir: Kritik dan Perbedaan Pemikiran Harus Tetap Hidup di Kampus

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN — vokalpublika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang terbuka bagi pertukaran gagasan, termasuk pemikiran kritis terhadap negara maupun kebijakan pemerintah. ADVERTISEMENT Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum bertema “Tanah, Negara, dan …

Rocky Gerung Ajak Taruna Politeknik Agraria STPN Pahami Tiga Konsep Pemaknaan Tanah

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN —Vokalpublika comPemahaman yang utuh mengenai tanah dinilai menjadi bekal penting bagi calon insan pertanahan dalam menjalankan tugas pengelolaan pertanahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tanah tidak hanya dipandang sebagai objek kepemilikan, tetapi juga memiliki dimensi sosial, historis, filosofis, dan ekonomi. ADVERTISEMENT Hal tersebut disampaikan akademisi sekaligus filsuf Rocky Gerung saat memberikan kuliah umum kepada …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x