Home » Berita » Dasco Usul Pemerintah Siapkan Operasi Militer Selamatkan WNI di Myanmar, Jika Diplomasi Gagal

Dasco Usul Pemerintah Siapkan Operasi Militer Selamatkan WNI di Myanmar, Jika Diplomasi Gagal

Redaksi 04 Jul 2025 93

Jakarta, Vokalpublika.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengeluarkan pernyataan mengejutkan sekaligus menggugah perhatian publik. Ia mengusulkan agar pemerintah Indonesia menyiapkan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagai opsi terakhir untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini ditahan oleh junta militer di Myanmar, jika jalur diplomasi gagal menghasilkan hasil.

Usulan itu muncul menyusul kasus penahanan seorang WNI berinisial AP, yang disebut-sebut sebagai seorang selebgram, oleh otoritas militer Myanmar pada Desember 2024. AP dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh pengadilan militer Myanmar atas dugaan keterlibatannya dengan kelompok bersenjata yang dianggap membahayakan rezim junta.

“Jika jalur diplomasi sudah ditempuh secara maksimal namun tetap tidak berhasil, maka pemerintah perlu mempertimbangkan operasi militer selain perang. Ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025,” kata Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen, Rabu (2/7).

UU TNI yang baru memang membuka ruang hukum bagi TNI untuk melakukan operasi militer non-perang demi melindungi kepentingan nasional, termasuk menyelamatkan WNI yang terancam di luar negeri.

Baca juga:  Bupati Sudewo Diserbu Massa, DPRD Sepakat Bentuk Pansus Lengserkan

Namun, Dasco menegaskan bahwa diplomasi tetap harus menjadi pilihan utama. Ia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memaksimalkan pendekatan melalui jalur diplomatik dan konsuler, termasuk melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon.

“Kita harus tetap mendahulukan diplomasi. Tapi negara tidak boleh abai jika jalur itu buntu. Keselamatan WNI adalah tanggung jawab negara,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Puan: Diplomasi Jadi Langkah Awal

Senada dengan Dasco, Ketua DPR RI Puan Maharani turut menekankan pentingnya upaya diplomatik dalam menangani kasus ini. “Kami mendorong pemerintah terus menjalin komunikasi diplomatik yang intensif, karena keselamatan WNI adalah prioritas,” ujar Puan dalam pernyataan terpisah.

Hingga kini, Kemlu RI telah mengirimkan nota diplomatik dan melakukan sejumlah langkah non-litigasi, termasuk pengajuan grasi kepada otoritas Myanmar. Pemerintah juga memberikan pendampingan hukum kepada AP selama proses persidangan.

Baca juga:  Yusril: UU 24/1956 dan Perjanjian Helsinki Tak Bisa Jadi Dasar Sengketa 4 Pulau Aceh–Sumut

Meski begitu, kondisi Myanmar yang masih dilanda konflik sipil dan pemerintahan militer yang represif membuat ruang gerak diplomatik menjadi tantangan tersendiri.

Pengamat: Usulan OMSP Harus Dikaji Cermat

Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Dr. Reza Pohan, menilai usulan OMSP sebagai bentuk tekanan diplomatik dan pernyataan bahwa Indonesia tidak tinggal diam jika warganya terancam di luar negeri.

“Ini adalah sinyal bahwa negara siap melindungi warga negaranya dalam situasi darurat. Tapi tentu perlu pengkajian matang, karena masuk ke wilayah negara lain, apalagi yang sedang konflik internal, mengandung risiko geopolitik yang tidak kecil,” ujarnya.

Reza juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, Kemlu, dan BIN, jika opsi OMSP benar-benar disiapkan. “Kita juga harus mengantisipasi reaksi dari negara-negara tetangga dan ASEAN secara keseluruhan,” tambahnya.

Kasus AP Cerminan Tantangan Perlindungan WNI

Baca juga:  Presiden Prabowo Putuskan 4 Pulau Jadi Milik Aceh, Sengketa dengan Sumut Berakhir

Kasus AP bukan yang pertama melibatkan WNI dalam masalah hukum di luar negeri, namun konteks Myanmar yang sedang dalam krisis menjadikan kasus ini sangat kompleks. Pemerintah Indonesia menghadapi ujian besar dalam menyeimbangkan pendekatan lunak diplomasi dan kemungkinan respons keras demi menegakkan tanggung jawab konstitusional terhadap warganya.

Di tengah situasi geopolitik yang rapuh dan kepemimpinan militer Myanmar yang sulit ditembus, semua mata kini tertuju pada langkah pemerintah berikutnya.

Apakah jalur diplomasi akan membawa pulang AP ke tanah air? Atau benarkah Indonesia akan mengaktifkan kekuatan militernya demi satu nyawa warga negara?

Pertanyaan itu masih menggantung—namun satu hal yang pasti, keberanian negara dalam melindungi rakyatnya sedang diuji

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Ada Apa di Ampelgading? Satpol PP Pemalang Tertibkan Warung Remang-remang

Alwi Assagaf

14 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aktivitas sejumlah warung remang-remang yang diduga beroperasi di balik bangunan liar di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menjadi sasaran patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemalang. Selasa malam (14/1/2026). Penertiban dilakukan sebagai bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) serta upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. Langkah tersebut menandai keseriusan Satpol PP, …

Sejumlah Sekolah Penerima Manfaat Program MBG di Pemalang Keluhkan Hidangan Dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tidak Layak

Alwi Assagaf

14 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com –Keluhan wali murid dan siswa tentang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul karena kualitas makanan yang tidak layak, seperti menu yang terlalu sederhana (hanya nasi putih, olahan tempe goreng tepung, bakso, buah klengkeng sebanyak tiga buah dan potongan wortel). Sehingga dinilai oleh sejumlah walimurid, menu tersebut belum memenuhi standar gizi seimbang dan tujuan …

Praktik Terselubung Jual Beli LKS Untuk Siswa Sekolah Dasar di Pemalang Kembali Mencuat: Menimbulkan Konflik Kepentingan!

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sejumlah siswa SDN 02 Suru Wanarata, Pemalang, menerima selebaran mengenai buku Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Buku Pendamping yang ditawarkan dari pihak luar. Setiap buku dijual Rp 10.000 per judul, dengan total 9 buku, sehingga jika dibeli semua mencapai Rp 90.000 per siswa. Penawaran ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan sekolah dan kelengkapan …

PAC Hanura Nongsa Salurkan Bantuan Al-Qur’an dan Yasin di Masjid Jabal Nur

Redaksi

13 Jan 2026

Batam, vokalpublika.com– Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menggelar kegiatan sosial keagamaan bagi umat Muslim di wilayah Kelurahan Batu Besar, RW 23, pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa buku ayat suci Al-Qur’an, buku Yasin, dan buku Iqro yang dipusatkan di Masjid Jabal Nur Rohanelman, …

Kampanye Kreatif Oleh Babinsa Koramil Comal Kodim Pemalang: Sosialisasi Penerimaan CABA CATA PK Gel. I TA 2026 di SMK Nusantara

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang – Dalam rangka memberikan sosialisasi serta menumbuhkan minat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Babinsa Koramil 04/Comal Kodim 0711/Pemalang melaksanakan kampanye kreatif penerimaan Calon Bintara (CABA) dan Calon Tamtama Prajurit Karier (CATA PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Nusantara …

Mengejutkan! Pohon Besar di Jalan KH. Ahmad Dahlan Tumbang Pada Malam Hari, Minim Penerangan

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah pohon beserta ranting terlihat tumbang dan berada di area tengah Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Senin (12/1/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui dari unggahan foto salah satu pengguna media sosial yang beredar di ruang digital. Dalam foto yang diunggah, tampak batang dan ranting pohon berada di badan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x