Home » Berita » Putusan MA: Pasir Laut Bukan Komoditas, Laut Harus Dilindungi

Putusan MA: Pasir Laut Bukan Komoditas, Laut Harus Dilindungi

Alamsyah 26 Jun 2025 264

jakarta, vokalpublika.com – Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Dalam putusan Nomor 5/P/HUM/2025 yang dibacakan pada Senin (2/6/2025), MA menyatakan sejumlah pasal dalam peraturan itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan dan memerintahkan pemerintah untuk mencabutnya.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Putusan ini sekaligus melarang pemerintah melanjutkan kebijakan ekspor pasir laut yang sempat kembali bergulir setelah puluhan tahun dihentikan. “Menyatakan Pasal 10 ayat (2), (3), dan (4) PP Nomor 26 Tahun 2023 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, dan karenanya tidak berlaku umum,” demikian bunyi salinan putusan majelis hakim kasasi yang diterima Kompas.

Majelis hakim berpendapat, pembentukan PP 26/2023 tidak memiliki dasar hukum yang sah karena tidak berdasarkan amanat undang-undang, melainkan semata-mata pada kebutuhan praktis. Hakim juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai bagian dari upaya mempertahankan daya dukung ekosistem pesisir dan laut Indonesia.

Baca juga:  Basudewo Semeru, Polres Probolinggo Intensifkan Program Polisi Dakwah Wujudkan Kamtibmas Kondusif.

Riwayat Panjang Ekspor Pasir Laut

Kebijakan ekspor pasir laut bukan hal baru. Indonesia mulai mengekspor pasir sejak era 1970-an, terutama ke Singapura untuk kepentingan reklamasi wilayah. Namun, pada 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri resmi menghentikan praktik tersebut lewat surat keputusan bersama tiga menteri, dengan alasan kerusakan lingkungan yang masif dan potensi hilangnya pulau-pulau kecil akibat abrasi.

Data Departemen Perindustrian dan Perdagangan kala itu mencatat, dari dua juta meter kubik pasir laut yang diekspor setiap hari, hanya 900 ribu meter kubik yang tercatat legal. Kerugian negara ditaksir mencapai 330 juta dollar AS per tahun.

Pasir Indonesia digunakan untuk mereklamasi delapan pulau kecil yang kemudian menjadi bagian dari Pulau Jurong di Singapura. Akibat reklamasi, wilayah daratan Jurong maju sekitar 3,5 kilometer ke arah barat daya.

Baca juga:  Sinergi Forkopimda: Bupati, Dandim dan Kapolres Pemalang Dampingi Kunker Menteri Wihaji di Bantarbolang

Desakan dan Pembukaan Keran Ekspor

Setelah lebih dari dua dekade, desakan untuk membuka kembali ekspor pasir laut kembali mencuat pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Asosiasi Pengusaha Pasir Laut (APPL) menjadi salah satu pihak yang mendorong pembukaan ekspor dengan alasan banyaknya perusahaan tambang yang mati suri.

APPL sempat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah daerah membuka ruang untuk pengerukan pasir bagi kebutuhan dalam negeri. Namun, Ketua APPL Herry Tousa menilai harga jual pasir domestik terlalu rendah. Ia juga berpendapat, pengerukan dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) tidak merusak ekosistem.

Wacana ekspor kembali diperkuat lewat revisi regulasi dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya, yakni PP Nomor 5 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut, pemanfaatan pasir laut masuk dalam subsektor pengelolaan ruang laut berbasis risiko.

Baca juga:  Sekda Pemalang dan Pemcam Ulujami Apresiasi Festival Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sampaikan Pesan Pilkades Damai

Namun, Presiden Joko Widodo membantah pemerintah membuka keran ekspor pasir laut. Ia menegaskan bahwa yang diekspor adalah hasil sedimentasi, bukan pasir laut. “Sedimen itu beda, meski wujudnya pasir. Itu sedimentasi yang mengganggu pelayaran,” ujar Jokowi pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/9/2024)

Putusan MA dan Masa Depan Ekosistem Laut

Putusan MA menjadi sinyal tegas bahwa perlindungan lingkungan laut tidak bisa dikompromikan. Pemerintah diminta segera mencabut PP 26/2023 serta menghentikan seluruh aktivitas ekspor sedimentasi laut yang selama ini dinilai sebagai bentuk eksploitasi pasir laut secara terselubung.

Dengan putusan ini, arah kebijakan pengelolaan ruang laut di Indonesia kembali berada pada jalur konservasi dan keberlanjutan ekosistem, bukan semata-mata kepentingan ekonomi jangka pendek.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
PKKMB Hari Kedua Universitas Malahayati: Mahasiswa Baru Dibekali Riset hingga Bela Negara

Redaksi

08 Sep 2026

BANDAR LAMPUNG,vokpublika.com— Universitas Malahayati gelar PKKMB hari kedua bagi 1.196 mahasiswa baru di Gedung Graha Bintang, Selasa. Kegiatan berlangsung runtut dari pagi hingga sore dengan dua sesi utama. ADVERTISEMENT Sesi Pagi, Diisi pengenalan fasilitas kampus yakni, UPT Balai Bahasa dan program unggulan & fasilitas pembelajaran bahasa asing. Perpustakaan, akses keanggotaan, katalog digital, ruang baca riset. …

Hak Jawab PT Anugrah Bayuarya Perkasa: Akui Ada Perbaikan Pasangan Batu, Tegaskan Progres Pekerjaan Capai 97 Persen

Redaksi

08 Sep 2026

SAMBAS, KALBAR,vokalpublika.com— PT Anugrah Bayuarya Perkasa menyampaikan hak jawab sekaligus klarifikasi atas pemberitaan dan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan yang sedang dikerjakan perusahaan di wilayah Tebas, Kabupaten Sambas. ADVERTISEMENT Klarifikasi tersebut disampaikan secara resmi melalui surat Nomor: 06/PT.ABP/IX/2026 tertanggal 5 September 2026, yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (DPD ASWIN) Kalimantan Barat. Dalam …

Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun ke Lapangan Serap Aspirasi Warga

Alwi Assagaf

08 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Tak sekadar perayaan seremonial, jajaran direksi memilih turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan mendengarkan masukan para pelanggan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door). ADVERTISEMENT ​Langkah tersebut dipimpin langsung …

​Polemik Iuran Rp500 Ribu SPPG Pemalang Disorot, Diduga Langgar Aturan BGN, Pengurus Paguyuban: Itu Sah dan Hak Organisasi

Alwi Assagaf

07 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. Kebijakan tersebut dipertanyakan karena dikhawatirkan berdampak pada kualitas porsi dan hak penerima manfaat. ADVERTISEMENT ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola dapur dari total 140 unit SPPG …

Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda, Tanjungpinggir Padukan Lomba dan Pelayanan Warga

Redaksi

07 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Batam, berlangsung meriah. Berbagai lomba yang melibatkan masyarakat digelar di Taman Wisata Tangga Seribu Habibi Dangas, Sekupang, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Meski digelar setelah momentum perayaan 17 Agustus, kegiatan tersebut tetap mendapat antusiasme warga. Lurah Tanjungpinggir, H Agus Syofian, mengatakan, …

Sekda Pemalang dan Pemcam Ulujami Apresiasi Festival Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sampaikan Pesan Pilkades Damai

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Gelaran tahunan di kawasan wisata Mina Padi tersebut dinilai sukses menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kondusivitas warga. ​Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Sekda Pemalang Bagus Sutopo menggarisbawahi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x