Home » Berita » 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Perairan Kepri, GRANAT Kepri Desak Aparat Kejar Bandar hingga Pemodal dan Pengendali Jaringan: Kepri Sudah Lampu Merah, Media Harus Jadi Mitra Perangi Narkoba

1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Perairan Kepri, GRANAT Kepri Desak Aparat Kejar Bandar hingga Pemodal dan Pengendali Jaringan: Kepri Sudah Lampu Merah, Media Harus Jadi Mitra Perangi Narkoba

Redaksi 09 Aug 2026 181

BATAM, vokalpublika.com— Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi keberhasilan tim gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL), Koarmada RI, Kodaeral IV Batam, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin dalam jumlah besar melalui jalur laut.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 65 karung yang diduga berisi ketamin dengan berat sekitar 1,3 ton dari kapal MV King Sun berbendera Tanzania.

Penggagalan berawal ketika KRI Kerambit-627, unsur Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I, mencegat MV King Sun di perairan Tanjung Berkait pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kapal tersebut kemudian diserahkan kepada Kodaeral IV untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut di Dermaga TNI AL Tanjung Sengkuang, Batam, Kepulauan Riau.

Namun, bagi GRANAT Kepri, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan pihak yang berada di lapangan.

Aparat penegak hukum didorong mengembangkan penyidikan hingga menemukan bandar, pemodal, pengendali jaringan, serta pihak yang menjadi pemesan narkotika tersebut.

Ketua GRANAT Kepri, Syamsul Paloh, menilai penggagalan peredaran 1,3 ton ketamin merupakan capaian besar aparat penegak hukum. Namun, temuan tersebut sekaligus menjadi alarm serius bahwa Kepulauan Riau, khususnya Batam, masih rentan dimanfaatkan sebagai jalur masuk jaringan narkotika internasional.

“GRANAT memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat atas informasi dan keberhasilan menggagalkan peredaran 1,3 ton narkotika jenis ketamin. Ini merupakan penggagalan jaringan narkotika internasional,” ujar Syamsul, Minggu (9/8/2026).

Menurut Syamsul, pertanyaan besar yang harus dijawab bukan hanya mengenai dari mana narkotika tersebut berasal, tetapi juga sudah berapa kali jaringan serupa memasukkan narkotika melalui wilayah Kepri, berapa besar jumlahnya, serta siapa aktor utama yang berada di balik jaringan tersebut.

“Kepri ini sudah lampu merah. Tidak mungkin barang sebanyak itu dibawa tanpa ada pemesan. Ini tugas bersama aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa bandar dan aktor di balik jaringan tersebut,” tegasnya.

Posisi Strategis Kepri Jadi Kerawanan

Syamsul mengatakan posisi geografis Kepulauan Riau yang berdekatan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand menjadikan wilayah ini memiliki posisi strategis, tetapi sekaligus rentan dimanfaatkan sebagai jalur kejahatan lintas negara atau transnational crime.

Batam, menurutnya, memiliki aktivitas pelabuhan yang tinggi serta karakter geografis kepulauan dengan banyak jalur laut. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan sindikat narkotika apabila tidak diimbangi dengan pengawasan yang kuat dan berlapis.

“Kalau kita lihat dari sektor pariwisata, khususnya Batam yang berhubungan langsung dengan Singapura, Malaysia dan Thailand, secara geografis ini sangat memungkinkan terjadinya transnational crime,” katanya.

Ia juga menyoroti banyaknya pulau berpenghuni maupun tidak berpenghuni, kawasan pesisir, pelabuhan, serta berbagai titik pendaratan yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengawasan.

Baca juga:  Warga Singingi Hilir Meriahkan Senam Bersama dan Pembagian Doorprize di HUT Kuansing ke-26

Menurut Syamsul, kondisi geografis tersebut dapat dimanfaatkan sindikat narkotika yang memiliki jaringan terorganisasi dan dukungan pendanaan kuat.

“Jaringan narkotika ini sangat terorganisir. Mereka mempunyai metode, sistem pendanaan dan jaringan yang tidak terbatas. Karena itu, tidak gampang membongkar sebuah kartel narkotika,” jelasnya.

Penegakan Hukum Harus Bersinergi

GRANAT Kepri menilai pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja.

Pengawasan terhadap jalur laut Kepri membutuhkan sinergi antara kepolisian, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, BNN, serta institusi penegak hukum lainnya.

Baca juga:  GP Ansor Nagekeo Gelar Aksi Tanam Cabai dalam Rangka HUT RI ke-80 dan Pelantikan Pengurus PW GP Ansor NTT.

Menurut Syamsul, jalur laut harus menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena karakter geografis Kepri yang terbuka dan memiliki banyak akses perairan.

“Harus ada sinergitas antarpenegak hukum. Kepolisian, TNI Angkatan Laut, Bea Cukai dan seluruh institusi terkait harus memperkuat benteng di jalur laut,” ujarnya.

Ia berharap pengungkapan kasus dalam jumlah besar tidak hanya berujung pada penangkapan pihak yang berada di lapangan.

Menurutnya, aparat harus mampu mengembangkan penyidikan secara mendalam untuk mengungkap struktur jaringan hingga aktor yang mengendalikan peredaran narkotika dari belakang layar.

“GRANAT Kepri berharap institusi penegak hukum mempunyai kapasitas untuk menyeret aktor di balik jaringan ini. Kami yakin aparat mampu membuka dan mengungkap jaringan ini,” katanya.

Media Punya Peran Strategis

Selain penindakan, Syamsul menilai media massa memiliki peran strategis dalam perang melawan narkotika.

Baca juga:  Dedy Jarliyostika Ingatkan Nelayan Karimun Waspadai Cuaca Buruk

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi mengenai keberhasilan aparat, tetapi juga memiliki tanggung jawab edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.

“Media sangat penting sebagai mitra penegak hukum dan sebagai sarana untuk bersama-sama menyampaikan bahaya narkotika kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pemberitaan yang konsisten mengenai bahaya narkotika dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan tekanan moral terhadap bandar dan jaringan narkotika.

“Media memiliki sarana pemberitaan untuk mempublikasikan betapa dahsyatnya bahaya narkoba. Karena itu, sudah saatnya seluruh komponen bangsa mengibarkan genderang perang terhadap narkotika, para mafia, serta para pendukungnya,” tegas Syamsul.

GRANAT Kepri, lanjutnya, mengajak seluruh elemen masyarakat mengambil bagian dalam upaya pemberantasan narkotika.

Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya mengandalkan operasi penindakan, tetapi harus dibarengi dengan pencegahan, edukasi, pengawasan, dan partisipasi masyarakat.

“Ini musuh negara dan musuh bangsa. Semua komponen masyarakat harus ikut mengambil bagian. Aparat melakukan penindakan, masyarakat melakukan pencegahan, dan media ikut mengedukasi serta mengawal pemberitaan,” pungkasnya.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
​Penarikan Rp500 Ribu Dapur MBG Pemalang Menuai Sorotan, Aliran Dana Masih Gelap

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola dapur operasional yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. ADVERTISEMENT Transparansi pengelolaan serta urgensi pembentukan paguyuban tersebut kini dipertanyakan demi memastikan dana kas tidak memangkas ketersediaan maupun kualitas porsi bagi penerima manfaat. ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola …


Kapolda Jabar dan Ketua Bhayangkari Daerah Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Nelayan Pangandaran

Redaksi

06 Sep 2026

PANGANDARAN — Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial serta menghadirkan institusi kepolisian di tengah masyarakat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Nila Pipit Rismanto menggelar kunjungan kerja sekaligus menyerahkan paket bantuan sosial (baksos) Di kampung Nelayan Kabupaten Pangandaran ADVERTISEMENT Kegiatan humanis ini bertujuan untuk membantu …

Menembus Keterbatasan, Kasek dan Siswa SMPN 1 Atap Pabuaran Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Sekolah Hingga Sampah di Aliran Sungai

Alwi Assagaf

05 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Keterbatasan fasilitas di wilayah terpencil tidak menyurutkan langkah SMPN Pabuaran Satu Atap, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang untuk mewujudkan lingkungan belajar yang sehat. ADVERTISEMENT Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Budiman, seluruh siswa bersama jajaran guru dan komite sekolah menggelar aksi gotong royong membersihkan area sekolah hingga aliran sungai Pabuaran yang tertimbun sampah, Sabtu …

Pilkades Serentak Pemalang 2026: Kecamatan Rilis Daftar Resmi Bakal Calon di 12 Desa

Alwi Assagaf

05 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Pemalang resmi mempublikasikan daftar Bakal Calon Kepala Desa (Bakal Calon Kades) yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. ADVERTISEMENT Berdasarkan data resmi kecamatan, pemungutan suara serentak dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026.​Publikasi ini menjadi pendorong keterbukaan informasi publik serta keterlibatan masyarakat dalam mengawal tahapan demokrasi di …

Tahapan ​Pilkades Serentak 2026, Pemcam Pulosari: Mari Jaga Kondusifitas Bersama-sama

Alwi Assagaf

05 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, resmi merilis daftar nama Bakal Calon Kepala Desa (Bakal Calon Kades) yang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada 9 November 2026. ADVERTISEMENT ​Pilkades serentak di wilayah Kecamatan Pulosari ini mencakup delapan desa, yaitu Desa Siremeng, Nyalembeng, Batursari, Pagenteran, Clekatakan, Penakir, Gunungsari, dan Cikendung. ​Sesuai …

​Pemcam Ulujami Kawal Tahapan Pilkades Serentak 2026, Pendaftaran Resmi Ditutup di 15 Desa

Alwi Assagaf

05 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami, Kabupaten Pemalang, terus mengawal kelancaran seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Tahapan pendaftaran bakal calon (balon) kepala desa di 15 desa se-Kecamatan Ulujami secara resmi ditutup pada Jumat (4/9/2026). ADVERTISEMENT ​Camat Ulujami, Waluyo, menyatakan bahwa jajaran Pemcam Ulujami berfokus memastikan panitia di tingkat desa bekerja secara …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x