Home » Advertorial » Wajib Diusut Tuntas! Nama Sufmi Dasco dan Benny Rhamdani Disebut dalam Dugaan TPPO Kamboja

Wajib Diusut Tuntas! Nama Sufmi Dasco dan Benny Rhamdani Disebut dalam Dugaan TPPO Kamboja

admin 25 Nov 2025 292

JAKARTA, vokalpublika.com — Dugaan keterlibatan pejabat publik dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Kamboja kembali mencuat seiring terungkapnya kisah kelam ribuan WNI yang diduga menjadi korban eksploitasi dalam jaringan judi online di negara tersebut. Dua nama yang kini ikut disorot publik adalah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan mantan Kepala BP2MI Benny Rhamdani. Keduanya disebut-sebut dalam berbagai laporan dan kesaksian korban terkait dugaan pengiriman ilegal tenaga kerja ke Kamboja.

Ketua Umum Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN), Dr. Rahman Sabon Nama, mendesak pemerintah mengambil langkah tegas dan cepat.
“Pemerintah Prabowo diminta untuk segera mengusut skandal yang banyak merugikan TKA Indonesia lewat praktik perdagangan manusia,” tegas Sabon Nama dalam keterangan pers, Selasa (8/4/2025).

400 WNI Dipulangkan, Banyak yang Mengaku Korban Penipuan

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah memulangkan setidaknya 400 WNI dari Kamboja. Mereka sebelumnya berhasil melarikan diri dari apa yang disebut sebagai “kamp perjudian online”. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20 orang berasal dari Sulawesi Utara dan mengaku direkrut melalui jaringan yang dikaitkan dengan mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Baca juga:  Mahasiswa dan Masyarakat Sulut Serukan Dukungan untuk Prof. Ing Mokoginta, Desak Presiden Prabowo Usut Mafia Tanah

Salah satu korban, disamarkan bernama Budi, mengungkapkan bahwa dirinya dijanjikan pekerjaan layak di luar negeri.
“Kami direkrut oleh tim bentukan Pak Benny Rhamdani yang menjanjikan pekerjaan di pabrik dan perkebunan. Untuk itu kami diminta membayar biaya antara 25 sampai 35 juta rupiah,” ujarnya.

Para korban mengaku bekerja di lingkungan penuh penyiksaan, tidak digaji, dan beberapa rekannya hilang tanpa kabar. Dugaan adanya praktik pengambilan organ pun ikut mencuat dari sejumlah laporan keluarga korban.

Laporan Investigasi: Nama Sufmi Dasco Ikut Terseret

Nama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga ikut menjadi sorotan setelah laporan investigasi yang diterbitkan Tempo.co pada 6 April 2025. Laporan tersebut yang disebut telah hilang dari sebagian situs rekanan menyebut adanya dugaan hubungan bisnis antara Dasco dan operator kasino di Kamboja melalui perusahaan Golden Oasis Entertainment Ltd.

Baca juga:  Li Claudia Chandra dan Erlita Amsakar Rayakan Hari Ibu ke-97 dengan Sentuhan Kasih untuk Para Lansia di Batam

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Dasco diduga pernah terlibat dalam aktivitas bisnis di wilayah Sihanoukville dan Poipet, dua kota yang dikenal sebagai pusat industri kasino dan perjudian online di Kamboja.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dasco belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Industri perjudian online atau yang kerap disebut “Bisnis 303” disebut-sebut melibatkan oknum pejabat dari berbagai institusi, mulai dari kementerian hingga aparat penegak hukum. Informasi yang beredar menyebut adanya peran sejumlah oknum Mabes Polri, Kemenkominfo, dan Kemendagri dalam jaringan tersebut.

Desakan Publik kepada Presiden Prabowo

Fenomena judi online yang sudah merenggut ribuan korban di Indonesia juga mendapat sorotan dari berbagai tokoh publik.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, misalnya, lewat akun X meminta Presiden Prabowo mengambil tindakan tegas.
“Kami butuh ketegasan, Pak Presiden. Terlalu banyak korban,” tulis Susi dalam unggahannya yang viral pada 7 April 2025.

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, juga menyampaikan kritik keras soal potensi keterlibatan pejabat publik dalam jaringan judi online dan TPPO.
“Jika keterlibatan oknum Wakil Ketua DPR RI dalam kasus judi online itu benar, saya meminta yang bersangkutan segera mengundurkan diri. Demikian juga Benny Rhamdani perlu diproses hukum,” ujarnya.

Baca juga:  Korban yang Tak Tercatat Pascabencana

Wilson menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra memiliki tanggung jawab moral untuk menindak kader atau pejabat yang terlibat.
“Jangan hanya omon-omon. Buktikan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Pemerintah Diharapkan Bergerak Cepat

Kasus TPPO Kamboja ini kini menjadi perhatian serius publik. Pemerintah didesak segera membentuk tim investigasi independen untuk memastikan dugaan keterlibatan pejabat publik dapat dibuktikan secara hukum.

Skandal ini bukan hanya menyangkut perdagangan manusia, namun juga mencoreng citra negara dan melibatkan keselamatan ribuan WNI yang menjadi korban eksploitasi.

Vokalpublika.com masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Serikat Pelaut LPS Pemalang Resmi Berafiliansi ke FSP Pelabuhan dan Strategis Nasional dibawah naungan DPP K- Sarbumusi

Alwi Assagaf

12 Apr 2026

Jakarta, Vokalpublika.com – Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) Pemalang menggelar kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sekretariat DPP Konfederasi Sarbumusi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur serikat pekerja, antara lain Serikat Pelaut LPS Pemalang, Federasi SPPSN, FSPPSN, serta Serikat Pelaut PELNI. Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus …

Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi Ditindak, Li Claudia Chandra Turun Langsung

Redaksi

12 Apr 2026

Batam, vokalpublika.com Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bergerak cepat menghentikan aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Jabi, Minggu (12/4/2026). Ia turun langsung memimpin penertiban bersama tim gabungan di lapangan. Langkah ini tidak sekadar penindakan biasa. Li Claudia menyoroti dua persoalan serius sekaligus, yakni kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap Bandara Internasional Hang Nadim yang …

Kendalikan Lonjakan Harga BBM di Batam, Li Claudia Chandra Rapatkan Pelaku Usaha, Pertamina dan PLN

Redaksi

12 Apr 2026

Batam, vokalpublika.com – Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Li Claudia Chandra, memimpin pertemuan strategis bersama pelaku usaha, Pertamina, dan PLN untuk merespons dinamika harga minyak global yang dipicu eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Pertemuan berlangsung selama dua hari, 9 hingga 10 April 2026, di Batam Centre. Dalam forum tersebut, Li Claudia Chandra menegaskan …

Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

Redaksi

12 Apr 2026

Kota Bekasi, vokalpublika.com— Kegiatan Al-Muhajirien Model United Nations (AYIMUN) kembali digelar dengan semangat kolaborasi dan kepemudaan. Acara ini berlangsung di Four Points by Sheraton Bekasi pada Sabtu (11/4/26). Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, serta Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas …

Dairi Science Olympiade 2026: Membangun Karakter dan Prestasi Lewat Sains

Clara T S

11 Apr 2026

DAIRI, vokalpublika.comKolaborasi strategis antara POSI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi kembali menghadirkan ajang bergengsi Dairi Science Olympiade (DSO) 2026, yang digelar di Perguruan Kristen Methodist Indonesia Sidikalang, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu platform kompetisi akademik terbesar di wilayah Dairi dan sekitarnya, dengan jumlah peserta mencapai 2.417 siswa/i, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Para …

PLN Batam Tegaskan Aturan Listrik MKS, Warga Diingatkan Risiko dan Sanksi

Redaksi

11 Apr 2026

Batam, vokalpublika.com– PT PLN Batam menegaskan aturan penggunaan listrik melalui skema Multi Guna Khusus Sementara (MKS) serta mengingatkan masyarakat terkait risiko dan sanksi jika terjadi pelanggaran. Melalui keterangan resmi, Manajer Humas PLN Batam, Yoga Perdana menjelaskan bahwa MKS merupakan solusi sementara bagi masyarakat yang tinggal di lahan dengan status legalitas belum lengkap, seperti di kawasan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x