Home » Berita » Tujuh Bulan Bungkam, Sufmi Dasco Ahmad Didesak Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Judi Kamboja

Tujuh Bulan Bungkam, Sufmi Dasco Ahmad Didesak Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Judi Kamboja

Redaksi 03 Nov 2025 292

VokalPublika.com | Jakarta – Sudah tujuh bulan berlalu sejak Majalah Tempo merilis laporan investigatif berjudul “Pengusaha dan Politikus Pengendali Judi Online di Kamboja” (6 April 2025). Dalam laporan tersebut, nama Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI sekaligus tokoh penting Partai Gerindra, disebut-sebut terkait jaringan bisnis kasino Golden Princess Hotel & Casino di Bavet City, Kamboja.

Namun hingga kini, Dasco tetap bungkam. Tak ada bantahan resmi, tak ada klarifikasi publik.
Sikap diam itu kini menjadi bahan perbincangan luas, bahkan disebut sebagai “bom waktu” yang bisa mengguncang fondasi moral partai penguasa.

“Diamnya bukan strategi cerdas, tapi gejala feodalisme elite. Wakil rakyat yang diam ketika rakyat disiksa di Kamboja adalah pengkhianat demokrasi,” tegas Wanda Assyura, Ketua Pemuda Aceh-Jakarta, dalam pernyataannya, Minggu (2/11/2025).

Wanda yang juga dikenal sebagai aktivis antikorupsi menilai, seorang pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan tuduhan sebesar itu di hadapan rakyat.
“Sebagai pendukung Prabowo, saya khawatir Dasco jadi batu sandungan moral. Gerindra harus bersih. Kalau tidak, kepercayaan publik bisa runtuh,” tambahnya.

Baca juga:  MK Tegaskan Petani Boleh Berkebun di Kawasan Hutan Tanpa Izin, Asalkan Tidak untuk Komersil

Laporan Tempo dan Jejak Bisnis di Kamboja

Dalam laporan Tempo, disebutkan bahwa nama Dasco muncul dalam dokumen perusahaan yang berafiliasi dengan jaringan kasino di Kamboja.
Perusahaan tersebut juga dikaitkan dengan praktik online scam, perdagangan orang, dan eksploitasi ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang dijadikan pekerja ilegal di kompleks serupa.

Tempo mengaku sudah berupaya meminta tanggapan Dasco sebelum berita terbit, namun semua permintaan wawancara, pesan, dan surat resmi tidak direspons.
Sejumlah kader Gerindra kemudian menyebut laporan itu sebagai “fitnah politik menjelang konsolidasi kabinet”.
Namun, dokumen perusahaan yang bocor tetap memperlihatkan nama Dasco di antara pemegang afiliasi bisnis.

Tagar #DascoBukaSuara Menggema

Seiring bungkamnya sang politisi, tagar #DascoBukaSuara kini ramai di media sosial.
Sejumlah aktivis mendesak PPATK melakukan audit transaksi lintas negara dan KPK memeriksa laporan harta kekayaan Dasco (LHKPN).
Video viral yang menunjukkan penyiksaan WNI di kompleks judi Bavet City turut memicu kemarahan publik dan menambah tekanan terhadap Dasco serta partainya.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Sukomoro Dukung Ketahanan Pangan, Kawal Pemanfaatan Lahan Pekarangan

“Satgas Judi Online akan kehilangan wibawa jika aparatnya menyentuh publik tapi tidak menyentuh elite,” sindir Wanda.

Sumber internal PPATK membenarkan adanya permintaan pemantauan transaksi terkait jaringan kasino Kamboja, meski belum ada pernyataan resmi apakah nama Dasco masuk dalam daftar tersebut.
Sementara itu, beberapa anggota Komisi III DPR mulai mendesak KPK mengambil langkah hukum untuk memastikan kejelasan kasus ini.

Keretakan di Tubuh Gerindra

Situasi ini juga berdampak ke dalam tubuh Partai Gerindra.
Beberapa sumber menyebut, isu Dasco menjadi topik sensitif di grup internal partai. Figur Sjafrie Sjamsoeddin kini lebih sering tampil sebagai wajah komunikasi politik Gerindra, menggantikan peran publik Dasco yang kian meredup.

“Dasco ini bom waktu. Kalau tidak segera ditangani, bisa merusak reputasi partai dan Presiden Prabowo sendiri,” ujar Wanda.

Gerindra kini dihadapkan pada dilema besar: menunggu klarifikasi atau mengambil langkah disipliner internal untuk menjaga moral partai.
Publik menanti apakah Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal menolak praktik kotor dalam politik, akan bersikap tegas terhadap dugaan ini.

Baca juga:  Farida Farichah Resmi Menjabat Wakil Menteri Koperasi

Diam yang Berdetak

Bagi sebagian pengamat, sikap bungkam Dasco bisa jadi strategi bertahan di tengah badai politik. Namun, di mata publik, diam justru menciptakan persepsi negatif.

Jika Dasco bersih, publik menuntut transparansi dari rekening pribadi, aset keluarga, hingga rekam transaksi luar negeri.
Tapi jika diam terus menjadi pilihan, maka diam itu bukan emas, melainkan detak bom waktu yang siap mengguncang kepercayaan rakyat dan menodai citra partai yang mengusung moralitas.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Projo Salurkan Kurma, Takjil dan Sembako untuk Jamaah Masjid di Bulan Ramadhan

admin

09 Mar 2026

Karimun, Vokalpublika.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh relawan Projo. Pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran DPD Projo Kepulauan Riau bersama DPC Projo Karimun melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian kurma, takjil, serta paket sembako kepada masyarakat dan jamaah masjid di sejumlah titik di Kabupaten Karimun. Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut …

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Redaksi

09 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …

Merasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu

Redaksi

09 Mar 2026

Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …

Dharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Gelar HPN dan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta insan pers Kabupaten Pemalang. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim dan piatu menerima santunan serta bingkisan secara simbolis dari panitia AWPB. …

Pesan Imam Subiyanto Dalam Acara HPN Yang Digelar Oleh Aliansi Wartawan Pantura Bersatu: Jurnalis Harus Punya Kepekaan Sosial dan Profesional

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan berbagi ceria kepada adek – adek istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026) sore. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Pemalang (Camat, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x