Home » Uncategorized » Penangkapan Pembeli Emas Kecil Dianggap Berlebihan, PETI Skala Besar Diduga Masih Bebas Beroperasi : Kasus Sidiq Tuai Kritik

Penangkapan Pembeli Emas Kecil Dianggap Berlebihan, PETI Skala Besar Diduga Masih Bebas Beroperasi : Kasus Sidiq Tuai Kritik

Clara T S 26 Jan 2026 110

Landak Vokalpublika
Semut di Seberang Lautan Tampak, Gajah di Pelupuk Mata Tak Terlihat.”
Pepatah ini terasa tepat menggambarkan penangkapan Sidiq Firmansyah, seorang pembeli emas skala kecil yang selama ini hanya mengumpulkan barang dari para pengerekek di wilayah Mandor.

Sidiq, warga Liansipi, Kecamatan Mandor, baru beberapa bulan terakhir merintis usaha sebagai pembeli emas hasil aktivitas masyarakat. Jumlah emas yang ia tampung pun sangat kecil, jauh berbeda dari para pemodal besar yang bisa menghasilkan emas hingga ons per hari.

Namun nasib berkata lain. Selasa (13/01) sekitar pukul 18.00 WIB, Sidiq ditangkap Satuan Tipiter Polres Landak di Dusun Pampadang. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa lebih dari 8 gram emas, uang tunai Rp9 juta, timbangan, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Baca juga:  BBM Langka di Dairi: Pemkab Usulkan Kuota Naik Dua Kali Lipat, Warga Diminta Hindari Panic Buying

Usai diamankan, Sidiq langsung dibawa menggunakan mobil polisi menuju Mapolres Landak. Kabar penangkapan itu cepat menyebar dan sampai ke telinga keluarga di Liansipi.

Keluarga Syok dan Berduka
Saat tim media berkunjung ke kediaman Sidiq, suasana haru menyelimuti rumah sederhana tersebut. Sang istri, Ersa, dengan mata berkaca-kaca menceritakan awal mula peristiwa hingga kabar penangkapan suaminya.

“Dua hari lalu saya sudah ingatkan Sidiq supaya tidak membeli emas dulu karena ada kabar kurang bagus. Tapi dia bilang, kalau tidak bekerja, kami mau beli beras dan kebutuhan anak pakai apa,” tutur Ersa.

Ia mengatakan sempat mendengar informasi bahwa razia PETI akan ditunda hingga minggu depan. Namun hingga malam tiba, Sidiq tak kunjung pulang. “Tiba-tiba saya ditelepon polisi, bilang suami saya ditangkap dan sudah ditahan di Landak,” ujarnya.

Baca juga:  “Keadilan untuk Tesen: Saat Penegakan Hukum Mengutamakan Nurani dan Kemanusiaan”

Dalam telepon itu, Ersa diminta datang untuk menjemput Sidiq. “Tapi saat sampai di kantor polisi, saya hanya bisa melihat dan berbicara sebentar. Suami saya tetap ditahan, padahal saya sudah menjelaskan apa adanya,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Ketua DPD Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Landak, Ya’ Aiy Bonar, turut angkat suara. Ia menilai penangkapan ini terkesan berlebihan, mengingat Sidiq hanyalah pembeli emas kecil yang sedang merintis usaha dan merupakan tulang punggung keluarga.

“Penangkapan ini dilakukan tanpa koordinasi dengan pengurus RT setempat, sehingga terkesan dipaksakan dan seolah menjadikan Sidiq sebagai korban,” kritiknya.

Baca juga:  Tiga Hari Pencarian Berakhir Duka, Pelajar 12 Tahun Feri Immanuel Sinaga Ditemukan Mengapung di Sungai Sopo Butar

Bonar juga menyoroti ironi di lapangan: saat Sidiq ditangkap, aktivitas penambangan ilegal (PETI) justru masih berlangsung tidak jauh dari lokasi.

“Kalau memang mau menegakkan hukum, jangan pilih-pilih. Para penambang PETI bekerja secara terbuka, bahkan ada yang pakai excavator. Polisi pasti tahu siapa saja pemodal dan penampung emas PETI di Mandor,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ya’ Aiy Bonar meminta Polres Landak mempertimbangkan kembali kasus ini dan segera membebaskan Sidiq.

“Mari kita jaga kondusivitas dan keberlangsungan usaha masyarakat di Kabupaten Landak,” pungkasnya. (Bsg)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Pria Lajang Ditemukan Meninggal di Belakang Toko Bento Sidikalang, Penyebab Masih Diselidiki

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI /vokalpublika.comWarga Sidikalang digegerkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di belakang Toko Bento, tepatnya di tembusan Jalan Klasen Pajak Sidikalang, pada Jumat (17/4/2026). Korban diketahui bernama Binhot Nababan, seorang pria lajang yang selama ini tinggal bersama ibunya, Maulina Silaban. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui dan …

Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik, 18 Puskesmas Dairi Resmi Terapkan BLUD

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comWakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menegaskan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat membacakan sambutan Bupati pada upacara Hari Kesadaran Nasional, Jumat (17/4/2026).Disampaikan bahwa momentum Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai penguatan kembali nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya berorientasi pelayanan. ASN dituntut untuk selalu …

Hadiri Paskah BAMAGNAS, Wabup Dairi Tekankan Kebangkitan Kristus sebagai Energi Perdamaian dan Kepedulian Sosial

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comPemerintah Kabupaten Dairi menegaskan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkelanjutan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, saat menghadiri Perayaan Paskah keluarga besar Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Kabupaten Dairi di Aula Hotel The Sasta, Sidikalang, Kamis (16/4/2026). Mewakili Bupati Dairi, Vickner Sinaga, Wahyu menegaskan bahwa perayaan …

Pemkab Dairi–Mercy Corps Gelar Workshop IKD, Perkuat Kapasitas Daerah Hadapi Risiko Bencana

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI/vokalpublika.comPemerintah Kabupaten Dairi terus memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana melalui penguatan instrumen pengukuran ketahanan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan workshop pemenuhan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) yang digelar bersama Mercy Corps Indonesia di Balai Budaya Sidikalang, Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Dairi, Vickner Sinaga, yang diwakili Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Junihardi Siregar. …

Klarifikasi SMPN 1 Berampu: Isu Toilet Rusak dan Bau Pesing Dibantah, Kondisi Dinilai Masih Terkendali

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI /vokalpublika.comPihak SMP Negeri 1 Berampu, Kabupaten Dairi, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan kondisi toilet sekolah rusak parah hingga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kepala sekolah, Toman Simanjuntak, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, dari total fasilitas toilet yang ada, …

Klarifikasi SMPN 1 Berampu: Isu Toilet Rusak dan Bau Pesing Dibantah, Kondisi Dinilai Masih Terkendali

Clara T S

17 Apr 2026

DAIRI /vokalpublika.comPihak SMP Negeri 1 Berampu, Kabupaten Dairi, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan kondisi toilet sekolah rusak parah hingga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kepala sekolah, Toman Simanjuntak, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, dari total fasilitas toilet yang ada, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x