Home » Berita » NELAYAN BURU KOMPAK TOLAK PENGERUKAN PASIR LAUT, DESAK PEMDA EVALUASI PROGRAM SEDIMENTASI

NELAYAN BURU KOMPAK TOLAK PENGERUKAN PASIR LAUT, DESAK PEMDA EVALUASI PROGRAM SEDIMENTASI

admin 21 Jun 2026 1.048

Buru, VokalPublika.com – Gelombang penolakan terhadap rencana pengerukan pasir laut yang dikemas dalam program pengelolaan sedimentasi terus menguat di Kabupaten Buru. Seluruh golongan nelayan, mulai dari nelayan jaring kelong, nelayan udang, hingga nelayan togok, menyatakan sikap menolak aktivitas pengerukan yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Para nelayan menilai aktivitas pengerukan dasar laut dapat menimbulkan dampak serius terhadap habitat biota laut, meningkatkan kekeruhan perairan, serta mengganggu wilayah tangkap yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Salah seorang perwakilan nelayan menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak yang akan ditimbulkan apabila pengerukan tetap dilaksanakan.

“Kalau laut dikeruk dengan alasan sedimentasi, yang hancur itu rumah ikan dan udang. Jaring kelong dan togok kami tidak akan dapat apa-apa lagi. Kami hidup dari laut ini, kalau dirusak, kami mau kasih makan apa anak istri?” ujarnya.

Baca juga:  LIRA WAJO SOROTI KAPASITAS PEMENANG PROYEK WIRINGTAPPARENG, DIREKTUR CV RAFA AZKA BANTAH

KHAWATIRKAN KERUSAKAN EKOSISTEM

Menurut para nelayan, keberadaan laut yang sehat merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas hasil tangkapan. Mereka khawatir pengerukan pasir laut akan merusak keseimbangan ekosistem pesisir yang selama ini menopang kehidupan ribuan keluarga nelayan di wilayah tersebut.

Nelayan jaring kelong dan togok, misalnya, sangat bergantung pada kondisi arus alami dan kejernihan air laut untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Aktivitas pengerukan dalam skala besar dikhawatirkan akan meningkatkan tingkat kekeruhan atau turbiditas perairan sehingga ikan dan udang menjauh dari area tangkap tradisional.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah disebut beralasan bahwa program pengelolaan sedimentasi memiliki dasar hukum dan bertujuan untuk mendukung penataan alur pelayaran serta membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.

Namun demikian, masyarakat nelayan menilai kajian dampak lingkungan yang menjadi dasar program tersebut perlu dibuka secara transparan kepada publik, khususnya kepada kelompok masyarakat yang akan terdampak langsung.

Baca juga:  Laga Epik di San Siro: Inter Milan Singkirkan Barcelona 4-3, Lolos ke Final Liga Champions 2025 dengan Agregat 7-6

DESAK PEMDA DUDUK BERSAMA NELAYAN

Meski menolak rencana pengerukan, forum lintas golongan nelayan di Buru menegaskan bahwa mereka tidak menutup ruang dialog. Mereka berharap Pemerintah Daerah bersedia melibatkan masyarakat pesisir dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut ruang hidup dan sumber ekonomi nelayan.

Dalam pernyataannya, para nelayan menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah sebagai alternatif kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada masyarakat dan lingkungan.

Beberapa poin yang disampaikan antara lain:

  • Mendesak pemerintah membuka secara transparan dokumen dan kajian lingkungan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kepada perwakilan nelayan dan masyarakat pesisir.
  • Menetapkan kawasan tangkap tradisional nelayan kelong, nelayan udang, dan nelayan togok sebagai zona yang bebas dari aktivitas pengerukan pasir laut.
  • Mengalihkan fokus program pembangunan pesisir pada kegiatan yang bersifat restoratif, seperti rehabilitasi hutan mangrove dan pemulihan terumbu karang yang dinilai lebih mampu meningkatkan populasi ikan dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Baca juga:  Tekanan Sektor Transportasi dan Keuangan Seret IHSG ke Zona Merah di Sesi I

PEMBANGUNAN HARUS BERPIHAK PADA RAKYAT DAN LINGKUNGAN

Masyarakat nelayan menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Namun mereka berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

Menurut mereka, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kini, perhatian publik tertuju kepada Pemerintah Daerah untuk menentukan langkah selanjutnya terkait polemik program pengelolaan sedimentasi tersebut, sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh masyarakat nelayan di Kabupaten Buru.

(Redaksi Vokal Publika)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Pemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah

Redaksi

25 Sep 2026

TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Bekasi memperkuat integrasi data pertanahan dan perpajakan melalui pemanfaatan Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan administrasi, mendukung pengelolaan pajak daerah, serta mendorong pelayanan publik yang lebih tertib. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antar daerah dan pemanfaatan aplikasi SISGITA yang …

Satresnarkoba Polres Pemalang Ringkus Pengedar 151 Gram Sabu dan Tembakau Sintetis

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang— Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Pemalang menggagalkan peredaran narkotika lintas jaringan dengan menyita 151,36 gram sabu dan 62,36 gram tembakau sintetis. Seorang pria berinisial AAS (29) ditangkap tanpa perlawanan di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. ADVERTISEMENT ​Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Resnarkoba AKP Wahyudi Wibowo menjelaskan, penangkapan dilakukan di rumah …

Posisikan Stasiun Pemantau Land Subsidence, Camat Ulujami dan Badan Geologi Sosialisasi di Blendung

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Ulujami bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar sosialisasi dan survei rencana pembangunan Stasiun Pemantau Penurunan Muka Tanah (land subsidence) di Desa Blendung, Pemalang. ADVERTISEMENT ​Kegiatan yang berlangsung sebelum Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa (Musdes RKP Desa) tersebut dipimpin langsung oleh Camat Ulujami, Waluyo. Turut …

Dugaan Rave American Blend Tanpa Pita Cukai di Kepri, Inisial AY dan LC Disorot, Bea Cukai Batam: Jadi Atensi Unit P2

Redaksi

24 Sep 2026

Batam, vokalpublika– Peredaran rokok merek Rave American Blend yang diduga tidak dilengkapi pita cukai kembali menjadi perhatian di Kota Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri). ADVERTISEMENT Berdasarkan penelusuran redaksi, terdapat informasi mengenai dua orang berinisial AY dan LC yang diduga terkait dengan aktivitas distribusi rokok tersebut. Namun, informasi mengenai keterlibatan keduanya masih memerlukan pendalaman …

Camat Ulujami Pemalang Sosialisasi Tahapan Pengisian BPD bagi 17 Desa di Pemalang

Alwi Assagaf

24 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, menggelar sosialisasi tahapan pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bagi 17 desa yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2026. ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Ulujami pada Rabu (23/9/2026) siang, dan dihadiri oleh seluruh kepala desa serta anggota BPD se-Kecamatan Ulujami. Camat Ulujami, Waluyo, menegaskan bahwa …

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Apresiasi Respons BP Batam

Redaksi

24 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Aliran air bersih di Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang, Kota Batam, kembali berjalan lancar. Kondisi tersebut disambut lega oleh warga yang sebelumnya harus mengandalkan pasokan air melalui mobil tangki, bahkan hingga malam hari. ADVERTISEMENT Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam atas membaiknya layanan air di kawasan permukiman tersebut. Salah …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x