- AdvertorialPemkot Probolinggo Bersama Bea Cukai Ajak Masyarakat Basmi Rokok Ilegal Yang Beredar di Tengah-tengah masyarakat
- UncategorizedInvestasi DPM di Parongil Dinilai Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal, Delphi: Manfaat Harus Dirasakan Masyarakat
- UncategorizedFakta Lapangan di Bonian: Air Masih Aman, Pertanian Tetap Berjalan, Warga Harapkan Peluang Ekonomi dari PT DPM
- BeritaPemkot Bekasi Integrasikan Data Tanah dan Pajak, Dorong Administrasi Lebih Akurat dan Pelayanan Lebih Mudah
- UncategorizedHANTARU ke-66, Kantor Pertanahan Dairi Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
- BeritaSatresnarkoba Polres Pemalang Ringkus Pengedar 151 Gram Sabu dan Tembakau Sintetis

NELAYAN BURU KOMPAK TOLAK PENGERUKAN PASIR LAUT, DESAK PEMDA EVALUASI PROGRAM SEDIMENTASI
Buru, VokalPublika.com – Gelombang penolakan terhadap rencana pengerukan pasir laut yang dikemas dalam program pengelolaan sedimentasi terus menguat di Kabupaten Buru. Seluruh golongan nelayan, mulai dari nelayan jaring kelong, nelayan udang, hingga nelayan togok, menyatakan sikap menolak aktivitas pengerukan yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Para nelayan menilai aktivitas pengerukan dasar laut dapat menimbulkan dampak serius terhadap habitat biota laut, meningkatkan kekeruhan perairan, serta mengganggu wilayah tangkap yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Salah seorang perwakilan nelayan menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak yang akan ditimbulkan apabila pengerukan tetap dilaksanakan.
“Kalau laut dikeruk dengan alasan sedimentasi, yang hancur itu rumah ikan dan udang. Jaring kelong dan togok kami tidak akan dapat apa-apa lagi. Kami hidup dari laut ini, kalau dirusak, kami mau kasih makan apa anak istri?” ujarnya.
KHAWATIRKAN KERUSAKAN EKOSISTEM
Menurut para nelayan, keberadaan laut yang sehat merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas hasil tangkapan. Mereka khawatir pengerukan pasir laut akan merusak keseimbangan ekosistem pesisir yang selama ini menopang kehidupan ribuan keluarga nelayan di wilayah tersebut.
Nelayan jaring kelong dan togok, misalnya, sangat bergantung pada kondisi arus alami dan kejernihan air laut untuk mendapatkan hasil tangkapan yang optimal. Aktivitas pengerukan dalam skala besar dikhawatirkan akan meningkatkan tingkat kekeruhan atau turbiditas perairan sehingga ikan dan udang menjauh dari area tangkap tradisional.
Di sisi lain, Pemerintah Daerah disebut beralasan bahwa program pengelolaan sedimentasi memiliki dasar hukum dan bertujuan untuk mendukung penataan alur pelayaran serta membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.
Namun demikian, masyarakat nelayan menilai kajian dampak lingkungan yang menjadi dasar program tersebut perlu dibuka secara transparan kepada publik, khususnya kepada kelompok masyarakat yang akan terdampak langsung.
DESAK PEMDA DUDUK BERSAMA NELAYAN
Meski menolak rencana pengerukan, forum lintas golongan nelayan di Buru menegaskan bahwa mereka tidak menutup ruang dialog. Mereka berharap Pemerintah Daerah bersedia melibatkan masyarakat pesisir dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut ruang hidup dan sumber ekonomi nelayan.
Dalam pernyataannya, para nelayan menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah sebagai alternatif kebijakan yang dinilai lebih berpihak kepada masyarakat dan lingkungan.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain:
- Mendesak pemerintah membuka secara transparan dokumen dan kajian lingkungan, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kepada perwakilan nelayan dan masyarakat pesisir.
- Menetapkan kawasan tangkap tradisional nelayan kelong, nelayan udang, dan nelayan togok sebagai zona yang bebas dari aktivitas pengerukan pasir laut.
- Mengalihkan fokus program pembangunan pesisir pada kegiatan yang bersifat restoratif, seperti rehabilitasi hutan mangrove dan pemulihan terumbu karang yang dinilai lebih mampu meningkatkan populasi ikan dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
PEMBANGUNAN HARUS BERPIHAK PADA RAKYAT DAN LINGKUNGAN
Masyarakat nelayan menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Namun mereka berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.
Menurut mereka, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju kepada Pemerintah Daerah untuk menentukan langkah selanjutnya terkait polemik program pengelolaan sedimentasi tersebut, sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran yang disampaikan oleh masyarakat nelayan di Kabupaten Buru.
(Redaksi Vokal Publika)
FIFA World Cup 2026
Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat
48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026
Redaksi
25 Sep 2026
TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Bekasi memperkuat integrasi data pertanahan dan perpajakan melalui pemanfaatan Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketepatan administrasi, mendukung pengelolaan pajak daerah, serta mendorong pelayanan publik yang lebih tertib. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antar daerah dan pemanfaatan aplikasi SISGITA yang …
Alwi Assagaf
24 Sep 2026
Pemalang— Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Pemalang menggagalkan peredaran narkotika lintas jaringan dengan menyita 151,36 gram sabu dan 62,36 gram tembakau sintetis. Seorang pria berinisial AAS (29) ditangkap tanpa perlawanan di Desa Kebojongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. ADVERTISEMENT Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui Kasat Resnarkoba AKP Wahyudi Wibowo menjelaskan, penangkapan dilakukan di rumah …
Alwi Assagaf
24 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Ulujami bersama Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar sosialisasi dan survei rencana pembangunan Stasiun Pemantau Penurunan Muka Tanah (land subsidence) di Desa Blendung, Pemalang. ADVERTISEMENT Kegiatan yang berlangsung sebelum Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa (Musdes RKP Desa) tersebut dipimpin langsung oleh Camat Ulujami, Waluyo. Turut …
Redaksi
24 Sep 2026
Batam, vokalpublika– Peredaran rokok merek Rave American Blend yang diduga tidak dilengkapi pita cukai kembali menjadi perhatian di Kota Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri). ADVERTISEMENT Berdasarkan penelusuran redaksi, terdapat informasi mengenai dua orang berinisial AY dan LC yang diduga terkait dengan aktivitas distribusi rokok tersebut. Namun, informasi mengenai keterlibatan keduanya masih memerlukan pendalaman …
Alwi Assagaf
24 Sep 2026
Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, menggelar sosialisasi tahapan pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bagi 17 desa yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2026. ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Ulujami pada Rabu (23/9/2026) siang, dan dihadiri oleh seluruh kepala desa serta anggota BPD se-Kecamatan Ulujami. Camat Ulujami, Waluyo, menegaskan bahwa …
Redaksi
24 Sep 2026
Batam, vokalpublika.com— Aliran air bersih di Perumahan GMP Tahap 2, Tanjung Sengkuang, Kota Batam, kembali berjalan lancar. Kondisi tersebut disambut lega oleh warga yang sebelumnya harus mengandalkan pasokan air melalui mobil tangki, bahkan hingga malam hari. ADVERTISEMENT Warga pun menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam atas membaiknya layanan air di kawasan permukiman tersebut. Salah …
17 Sep 2025 5.739 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. ADVERTISEMENT Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu …
07 Oct 2025 4.621 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.988 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. ADVERTISEMENT Perkara kecelakaan maut …
05 Aug 2025 3.816 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. ADVERTISEMENT Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi …
22 May 2025 3.332 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. ADVERTISEMENT Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat …
14 May 2025 3.285 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. ADVERTISEMENT Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga …
28 Jul 2025 2.685 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. ADVERTISEMENT Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai …