Home » Berita » Miris, Bertahun-Tahun Minim Perhatian: “Sekolah Laskar Pelangi” Kubu Raya Viral, Budi Gautama: Jangan Tunggu Bangunan Rapuh Baru Pemerintah Bertindak

Miris, Bertahun-Tahun Minim Perhatian: “Sekolah Laskar Pelangi” Kubu Raya Viral, Budi Gautama: Jangan Tunggu Bangunan Rapuh Baru Pemerintah Bertindak

Redaksi 11 Aug 2026 18

KUBU RAYA, KALBAR,vokalpublika.com— Di balik sederhananya bangunan, tersimpan prestasi yang membanggakan. Namun ironi pendidikan justru terlihat di MI Hidayatussibyan, Parit Kapitan, Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya. Sekolah yang melahirkan siswa berprestasi hingga tingkat provinsi itu kini menghadapi persoalan kondisi bangunan yang disebut mulai rapuh dimakan usia.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Kisah sekolah yang layak disebut sebagai “Sekolah Laskar Pelangi” tersebut kembali mencuri perhatian setelah pemberitaan mengenai kondisi sekolah dan prestasi para siswanya viral di sejumlah media serta media sosial, termasuk TikTok, Selasa (11/8/2026).

Di tengah sorotan publik itu, Ketua DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, Budi Gautama, meminta pemerintah tidak berhenti pada perhatian sesaat. Menurutnya, viralnya kondisi sekolah harus menjadi momentum untuk melakukan verifikasi lapangan dan langkah nyata.

«“Saya terharu sekaligus prihatin. Prestasi anak-anak pada 2023 memang sudah berlalu, tetapi perjuangan mereka tidak boleh dilupakan. Dari bangunan yang sederhana, mereka mampu membawa nama sekolah hingga tingkat provinsi. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah bangunan benar-benar rapuh atau membahayakan siswa,” tegas Budi.»

Prestasi Tinggi di Tengah Keterbatasan

Pada 2023, Cici Pratiwi tercatat meraih prestasi Sains Matematika mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Sementara Syahro meraih prestasi Sains IPA tingkat kabupaten.

Prestasi tersebut disebut diperkuat dengan piagam yang berasal dari Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI.

Baca juga:  Redam Krisis Birokrasi dan Akhiri Stagnasi 9 Bulan, Bagus Sutopo Dilantik Jadi Sekda Pemalang Definitif

Fakta tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan fasilitas tidak otomatis mematikan semangat belajar. Justru dari lingkungan pendidikan yang sederhana, lahir siswa yang mampu berkompetisi di tingkat lebih tinggi.

Namun di sisi lain, kondisi fisik bangunan sekolah menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.

MI Hidayatussibyan disebut telah berdiri sejak 1979 dan dirintis oleh KH. Abd. Hakim. Selama puluhan tahun, madrasah tersebut menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat Desa Sungai Ambangah.

Kini, sebagian material bangunan, khususnya dinding papan, disebut mengalami pelapukan akibat faktor usia. Kondisi tersebut tentu membutuhkan penilaian teknis agar dapat diketahui apakah bangunan masih memenuhi aspek keselamatan dan kelayakan sebagai ruang belajar.

Bukan Sekadar Viral, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Budi Gautama menegaskan, pemberitaan media dan viralnya kondisi sekolah bukan dimaksudkan untuk menghakimi pemerintah. Sebaliknya, sorotan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan secara objektif.

«“Saya berharap pemerintah hadir. Jangan menunggu bangunan semakin rapuh baru bertindak. Kalau memang hasil pemeriksaan menunjukkan bangunan membutuhkan rehabilitasi atau pembangunan baru, tentu harus ada langkah sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran negara,” ujarnya.»

Baca juga:  Paripurna DPRD Kota Bekasi Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

Menurut Budi, penyelenggaraan pendidikan yang layak tidak hanya menyangkut proses belajar mengajar, tetapi juga ketersediaan sarana dan prasarana yang aman dan mendukung kegiatan pendidikan.

Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menempatkan sarana dan prasarana pendidikan sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menegaskan kewajiban negara, pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, dan orang tua dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Lingkungan pendidikan yang aman dan layak merupakan bagian penting dari upaya perlindungan tersebut.

Untuk madrasah, aspek sarana dan prasarana juga berkaitan dengan kebijakan Kementerian Agama mengenai standar dan kelayakan sarana pendidikan madrasah. Karena itu, menurut Budi, kondisi MI Hidayatussibyan perlu dilihat melalui verifikasi teknis dan administratif, bukan sekadar berdasarkan foto atau video yang beredar di media sosial.

Jangan Sampai Menunggu Insiden

Budi menilai prinsip kehati-hatian harus dikedepankan.

«“Keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin menunggu terjadi kerusakan berat, apalagi sampai ada korban, baru semua pihak bergerak. Pemerintah sebaiknya melakukan pengecekan kondisi bangunan dan menentukan langkah berdasarkan hasil pemeriksaan teknis,” katanya.»

Ia juga meminta pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta pihak terkait untuk membuka ruang koordinasi guna mencari solusi terhadap kebutuhan sarana pendidikan tersebut.

Baca juga:  Terekam CCTV, Kotak Amal Mushola Al Ikhsan Digondol Maling, Rp7 Juta Raib

Jika nantinya diperlukan pembangunan atau rehabilitasi, Budi berharap prosesnya dilakukan secara transparan, berdasarkan perencanaan dan ketentuan pengelolaan anggaran negara/daerah.

Viral Harus Berujung Solusi

Budi juga memberikan apresiasi kepada para guru, siswa, masyarakat, dan rekan-rekan media yang telah mengangkat kembali kisah MI Hidayatussibyan.

«“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu mengangkat persoalan ini. Harapan saya, pemberitaan ini tidak berhenti sebagai viral selama beberapa hari. Jadikan viral ini sebagai pintu masuk untuk menghadirkan solusi. Anak-anak di pelosok juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang layak,” tuturnya.»

Kini bola berada di tangan pemerintah dan instansi terkait. Apakah kisah “Sekolah Laskar Pelangi” ini hanya akan menjadi cerita viral sesaat, atau justru menjadi momentum perbaikan sarana pendidikan?

Satu hal yang pasti, prestasi anak-anak tidak boleh kalah oleh keterbatasan bangunan. Dan perhatian pemerintah semestinya hadir sebelum kondisi menjadi lebih buruk.(Martin Ateng)

Sumber: Budi Gautama, Ketua DPD ASWIN Kalimantan Barat

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
ART DIDUGA BUANG JASAD BAYI KE TEMPAT SAMPAH, POLISI UNGKAP DETIK-DETIK PERSALINAN DI KAMAR MANDI

Redaksi

11 Aug 2026

BANDAR LAMPUNG, VOKALPUBLIKA — Kasus penemuan jasad bayi perempuan di tempat pembuangan sampah rumah tangga di Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Kota Bandar Lampung, memasuki babak baru. ADVERTISEMENT Polsek Tanjung Karang Barat (TKB) mengamankan seorang perempuan berinisial S yang diduga kuat berkaitan dengan penemuan jasad bayi tersebut. S diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) …

Sat Binmas Polresta Tanjungpinang Edukasi Pelajar Sekolah Rakyat Cegah Bullying dan Penyalahgunaan Narkoba

Redaksi

11 Aug 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap bahaya bullying dan penyalahgunaan narkoba, Sat Binmas Polresta Tanjungpinang melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat Kota Tanjungpinang, Senin (10/08/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Rakyat, Jalan Borobudur, Kota Tanjungpinang dipimpin oleh Wakasat Binmas Polresta Tanjungpinang Iptu Helman …

GEDUNG SEDERHANA, PRESTASI LUAR BIASA: “SEKOLAH LASKAR PELANGI” KUBU RAYA TEMBUS JUARA SAINS PROVINSI

Redaksi

11 Aug 2026

KUBU RAYA, KALBAR, vokalpublika.com— Kemegahan gedung bukan satu-satunya ukuran untuk menilai kualitas pendidikan. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, MI Hidayatussibyan Parit Kapitan, Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya, justru mampu membuktikan bahwa semangat belajar dan ketekunan guru dapat melahirkan prestasi hingga tingkat Provinsi Kalimantan Barat. ADVERTISEMENT Madrasah yang didirikan KH. Abd. Hakim pada 1979 …

IAIN Pontianak Selangkah Lagi Jadi UIN, Gubernur Kalbar Nyatakan Dukungan

Redaksi

11 Aug 2026

PONTIANAK, vokalpublika.com— Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., melakukan silaturahmi perdana dengan Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Senin (10/8/2026). ADVERTISEMENT Pertemuan yang berlangsung di Masjid An-Na’im, Kantor Gubernur Kalimantan Barat tersebut menjadi bagian dari langkah awal Rektor IAIN Pontianak dalam membangun komunikasi dan sinergi …

​Tambang Lahan Perhutani Pemalang Dibiarkan Rusak, Tanggung Jawab Penambang Dipertanyakan

Alwi Assagaf

11 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pengelolaan bekas lahan tambang galian C seluas 5,96 hektar di Desa Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, menuai sorotan. Lahan milik Perum Perhutani yang disewa oleh CV Wiwit Kular Sukses tersebut hingga kini belum direklamasi meski aktivitas penambangan telah berhenti lebih dari satu tahun. ADVERTISEMENT ​Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan, pihak pengelola …

Marak Tiang internet Diduga Ilegal di Pemalang, Penertiban dan Transparansi Perizinan Desak Dilakukan

Alwi Assagaf

11 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Beredarnya jaringan tiang dan kabel internet (WiFi) di sepanjang sempadan jalan wilayah Kabupaten Pemalang mengundang sorotan publik. ADVERTISEMENT Selain memperburuk estetika kota, keberadaan infrastruktur telekomunikasi tersebut disinyalir berdiri tanpa melengkapi izin resmi dari instansi pemerintah daerah setempat. ​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (11/8/2026), puluhan tiang penyangga kabel internet tampak berjejer semrawut. …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x