Home » Berita » Kasus Raya Ungkap Lemahnya Perlindungan Anak: Program Ada, Pengawasan Tiada

Kasus Raya Ungkap Lemahnya Perlindungan Anak: Program Ada, Pengawasan Tiada

Admin 23 Aug 2025 180

Sukabumi, vokalpublika.com – Kasus tragis yang menimpa Raya, seorang bocah asal Sukabumi, kembali membuka mata publik tentang lemahnya sistem perlindungan anak di Indonesia. Raya harus meregang nyawa akibat penyakit cacingan yang sebenarnya dapat dicegah melalui program kesehatan dasar. Ironisnya, program pencegahan seperti pemberian obat cacing massal sudah lama dicanangkan pemerintah, tetapi pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari maksimal.

Endryana Juwita Prahara Santhi,S.Pd
Atau yg biasa disapa Nyimas Riri, seorang aktivis perempuan dan perlindungan anak yang kini berdomisili di Bali, menyampaikan keprihatinannya. “Saya sebagai mantan kader desa di salah satu desa di Kabupaten Tangerang, dulu tidak ada insentif tapi kami tetap jalan. Sekarang insentif besar, tapi keadaannya seperti ini,” ujar Riri. Ia menegaskan, kasus ini menunjukkan lemahnya pendampingan, bahkan sejak masa kehamilan ibu Raya yang diketahui mengidap gangguan kesehatan mental (OODJ).

Baca juga:  Prabowo Tiba di Jakarta Usai Lawatan ke Rusia dan Pertemuan dengan Presiden Putin

“Seharusnya sejak awal sudah ada pendampingan kepada keluarga Raya, bukan menunggu sampai ada korban,” tambah Riri.

Kasus Raya seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah. Cacingan bukan penyakit baru, bukan pula sulit dicegah. Fakta bahwa masih ada anak yang jatuh sakit parah akibat penyakit ini menunjukkan adanya celah besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari minimnya pengawasan, lemahnya intervensi dini, hingga rendahnya kesadaran aparatur di tingkat desa.

Baca juga:  Wakil Ketua Dekranasda Luwu Tampilkan Gaun Batik Luwu di UMKM FI3STA 2025 Makassar

Padahal, pemerintah Indonesia memiliki program pencegahan cacingan massal, termasuk pemberian obat cacing secara berkala di sekolah dan posyandu. Namun, kasus ini membuktikan bahwa koordinasi antarlembaga, pengawasan lapangan, dan tanggung jawab aparatur desa hingga dinas kesehatan masih lemah.

Pertanyaan besar yang muncul: di mana peran aparatur ketika seorang anak di wilayahnya bisa terabaikan hingga menderita penyakit yang seharusnya dapat dicegah? Tidak cukup jika pemerintah hanya bergerak setelah kasus ini viral. Deteksi dini, pendampingan keluarga, serta pemenuhan hak dasar kesehatan anak seharusnya menjadi prioritas utama.

Raya hanyalah satu nama. Namun, di balik kasusnya, ada potensi ribuan anak lain yang mengalami hal serupa tanpa sorotan media. Negara wajib hadir bukan sekadar melalui slogan, tetapi lewat langkah nyata: memperkuat program kesehatan preventif, menggiatkan edukasi masyarakat, dan memastikan pengawasan berjalan efektif.

Baca juga:  Tanggapan Lewat Media, Bupati Iskandarsyah Dinilai Menghindari Dialog soal Mosi Tidak Percaya

Konstitusi menegaskan, setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang. Karena itu, pemerintah tak boleh lagi abai. Kasus Raya adalah cermin rapuhnya sistem perlindungan anak kita. Jangan sampai tragedi ini terulang.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Kuasa Hukum Jordan Minta Polres Karimun Segera Tetapkan Tersangka EP dan F Alias Gugun

admin

26 Feb 2026

Karimun, vokalpublika.com – Kuasa hukum korban dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan atas nama Jordan meminta Polres Karimun segera menetapkan tersangka terhadap EP dan F alias Gugun. Permintaan tersebut berkaitan dengan laporan polisi bernomor LP/B/56/XI/2025/SPKT/PolresKarimun/PoldaKepulauanRiau tertanggal 1 November 2025 yang saat ini tengah ditangani oleh penyidik. Kuasa hukum pelapor, Advokat Ronald Reagen Baringbing, S.H dan …

Malam Anugerah ASN Achievements Award, Disdikbud Kota Probolinggo Raih Juara I Tingkat Jatim.

Redaksi

26 Feb 2026

Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Instansi tersebut meraih Juara I kategori Performance Appraisal Terbaik dalam dalam ajang ASN Achievement Awards Tahun 2025, yang digelar di Surabaya pada hari Selasa 24 februari 2026 malam.Penghargaan itu diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, dan tertuang dalam Piagam …

Ramadan sebagai Momentum Konsolidasi: DPW GHLHI Kepri Gelar Buka Puasa Bersama di Batam

Redaksi

25 Feb 2026

Batam, vokalpublika.com– Dewan Pimpinan Wilayah Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia (DPW GHLHI) Kepulauan Riau menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama pada Rabu (25/2/2026) pukul 17.00 WIB hingga selesai, bertempat di Swiss-Belhotel Baloi, Batam. Kegiatan yang mengusung tema silaturahmi dan penguatan sinergi penegakan hukum lingkungan ini dihadiri jajaran pengurus DPW, komunitas lingkungan hidup di Batam, serta Ketua …

Bendahara GHLHI Provinsi Kepri Berbagi Kurma di Beberapa Masjid Nongsa

Redaksi

25 Feb 2026

Batam, vokalpublika.com – GHLHI Provinsi Kepulauan Riau kembali menebar kepedulian di bulan suci Ramadan melalui kegiatan berbagi kurma yang dilaksanakan di beberapa masjid di Nongsa. Kegiatan ini diwakili oleh Bendahara GHLHI Provinsi Kepri, Eko Istiyanto, yang hadir langsung di tengah jamaah. Pembagian kurma dilakukan menjelang waktu berbuka puasa, menyasar jamaah masjid serta masyarakat sekitar. Suasana …

Sinergi TNI dan Dinkes Brebes Perkuat Kesehatan Gigi Siswa Melalui Program TAF di Desa Cikuya

Alwi Assagaf

25 Feb 2026

Brebes, Vokalpublika.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes memperluas cakupan kegiatannya pada sektor kesehatan masyarakat. Selain fokus pada infrastruktur, Satgas TMMD bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menggelar pemberian Topikal Aplikasi Flour (TAF) bagi siswa SD Negeri Cikuya 01, Rabu 25 Februari 2026. ​Layanan kesehatan preventif ini dilakukan oleh Terapis …

Wakil Bupati Pemalang Bereaksi Usai Unggahan Menu SD 02 Jrakah Tuai Kritik Pedas di Media Sosial

Alwi Assagaf

24 Feb 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, kini justru menuai sorotan tajam. Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi yang ideal, kualitas hidangan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Pemalang dinilai jauh dari ekspektasi dan terkesan dikelola secara asal-asalan. ​Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x