Home » Berita » Kapolres Nias Selatan Disorot: Korban Penganiayaan Dikriminalisasi, Pelaku Masih Bebas

Kapolres Nias Selatan Disorot: Korban Penganiayaan Dikriminalisasi, Pelaku Masih Bebas

Redaksi 14 Aug 2025 127

Nias Selatan, Vokalpublika.com– Penegakan hukum di wilayah Polres Nias Selatan kembali menuai sorotan tajam. Seorang warga, Fatinaso Bu’ulolo, yang diduga kuat menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal, justru ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian. Ironisnya, para pelaku kekerasan yang menyebabkan luka serius pada dirinya masih bebas berkeliaran.

Peristiwa ini terjadi pada 22 Mei 2025 dan langsung memicu gelombang pertanyaan dari masyarakat serta pengamat hukum. Mereka menyoroti peran dan tanggung jawab Kapolres Nias Selatan dalam memastikan proses hukum berjalan objektif dan profesional.

“Kami mempertanyakan netralitas dan integritas aparat di Polres Nias Selatan, khususnya Kapolres sebagai penanggung jawab tertinggi. Kenapa korban yang jelas-jelas mengalami luka parah justru dijadikan tersangka? Ada apa di balik semua ini?” ujar salah satu anggota keluarga korban kepada wartawan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fatinaso Bu’ulolo mengalami pemukulan brutal hingga luka parah dan berdarah-darah. Namun, dalam proses penyidikan, statusnya berubah menjadi tersangka. Fakta ini memunculkan dugaan kuat adanya rekayasa kasus dan manipulasi fakta oleh oknum aparat.

Baca juga:  Kasus Penganiayaan di Warung Karaoke, Pelaku Gunakan Asbak dan Batu Bata

Keluarga korban bahkan mencurigai adanya kolusi antara pelaku dan oknum penyidik Polres Nias Selatan, serta kemungkinan pelaku memiliki kedekatan khusus dengan pihak aparat, yang berpotensi mempengaruhi arah penyidikan.

Kasus ini telah memicu desakan dari berbagai pihak agar Kapolda Sumatera Utara segera turun tangan, mengevaluasi, dan memeriksa kinerja Kapolres Nias Selatan. Isu yang diangkat bukan hanya soal pelanggaran prosedur, tetapi juga pelanggaran terhadap asas keadilan dan hak asasi manusia.

“Kami meminta Kapolda Sumut dan Mabes Polri membentuk tim khusus untuk memeriksa Kapolres Nias Selatan. Jangan biarkan hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas. Rakyat sudah muak dengan kriminalisasi korban dan pembiaran terhadap pelaku,” tegas seorang tokoh masyarakat Nias Selatan.

Kisah Fatinaso Bu’ulolo menjadi gambaran nyata bagaimana hukum bisa berbalik menekan korban. Meski tubuhnya penuh luka akibat kekerasan, status hukumnya justru menjadi pelaku. Keanehan ini pantas menjadi perhatian serius publik, apalagi jika terbukti ada penyalahgunaan wewenang yang melindungi pelaku dan mengorbankan keadilan.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Projo Salurkan Kurma, Takjil dan Sembako untuk Jamaah Masjid di Bulan Ramadhan

admin

09 Mar 2026

Karimun, Vokalpublika.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh relawan Projo. Pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran DPD Projo Kepulauan Riau bersama DPC Projo Karimun melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian kurma, takjil, serta paket sembako kepada masyarakat dan jamaah masjid di sejumlah titik di Kabupaten Karimun. Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut …

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Redaksi

09 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …

Merasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu

Redaksi

09 Mar 2026

Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …

Dharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Gelar HPN dan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta insan pers Kabupaten Pemalang. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim dan piatu menerima santunan serta bingkisan secara simbolis dari panitia AWPB. …

Pesan Imam Subiyanto Dalam Acara HPN Yang Digelar Oleh Aliansi Wartawan Pantura Bersatu: Jurnalis Harus Punya Kepekaan Sosial dan Profesional

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan berbagi ceria kepada adek – adek istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026) sore. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Pemalang (Camat, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x