Home » Uncategorized » Integrasi NIB dan NOP Disepakati, Menteri ATR/BPN: PAD PBB Bisa Naik Tanpa Menaikkan Tarif

Integrasi NIB dan NOP Disepakati, Menteri ATR/BPN: PAD PBB Bisa Naik Tanpa Menaikkan Tarif

Clara T S 12 Aug 2026 68

JAKARTA –vokalpublika.com
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat memperkuat sinkronisasi data pertanahan dan perpajakan melalui pengintegrasian Nomor Induk Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Advertisement
ADVERTISEMENT

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri Dalam Negeri yang berlangsung di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, integrasi NIB dan NOP merupakan langkah penting untuk menyatukan basis data yang digunakan Kantor Pertanahan (Kantah) dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, selama ini masih ditemukan perbedaan antara data pertanahan dengan data PBB, termasuk terkait luas bidang tanah maupun informasi objek pajak. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam pengelolaan perpajakan daerah.

“Dengan adanya integrasi ini, maka semua WP atau wajib pajak di bidang pertanahan akan transparan semua datanya, baik tarifnya maupun luasannya,” ujar Nusron.

Baca juga:  Polres Dairi Kawal Ketertiban Arus Lalulintas Di Seluruh SPBU, Pastikan Situasi Tetap Aman Dan Lancar

Ia menjelaskan, melalui integrasi tersebut, data pertanahan yang dikelola Kementerian ATR/BPN dapat diselaraskan dengan data perpajakan yang dimiliki pemerintah daerah. Dengan demikian, masyarakat maupun pemerintah memiliki rujukan data yang lebih akurat dan seragam.

Kebijakan tersebut juga dinilai dapat mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor PBB.

Nusron mengungkapkan, penerapan integrasi NIB dan NOP sebelumnya telah dilakukan di Kabupaten Serang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan PAD dari sektor PBB dalam kurun waktu dua tahun.

Peningkatan tersebut terjadi karena sebelumnya terdapat data PBB yang tidak sesuai dengan data pertanahan, bahkan pada sejumlah objek pajak luas tanah yang tercatat dalam data PBB lebih kecil dibandingkan luas bidang yang tercatat dalam NIB.

“Insyaallah kalau NOP dan NIB diberlakukan, saya jamin PAD dari PBB akan naik minimal 100% tanpa harus menaikkan tarif,” tegas Nusron.

Perkuat Koordinasi Pemda dan Kantor Pertanahan

Baca juga:  Toleransi dan Kebersamaan Warnai Buka Puasa Pemkab Dairi Bersama Insan Pers

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, SEB yang ditandatangani bersama Menteri ATR/Kepala BPN menjadi landasan bagi pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan untuk memperkuat koordinasi serta melakukan integrasi data secara lebih sistematis.

Tito meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan membangun koordinasi antara perangkat daerah yang menangani pendapatan daerah dengan Kantor Pertanahan di masing-masing kabupaten/kota.

Menurutnya, integrasi data tidak hanya berkaitan dengan PBB, tetapi juga dapat mempercepat berbagai proses pelayanan yang berhubungan dengan pertanahan dan perpajakan daerah.

“Intinya, lakukan koordinasi, integrasi data, dan kecepatan untuk proses Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), penerbitan BPHTB, dan itu juga membuat retribusi daerah, PAD, menjadi meningkat,” kata Tito.

Dorong Pelayanan Pertanahan Lebih Transparan

Pengintegrasian NIB dan NOP menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem pelayanan pertanahan dan perpajakan yang lebih terintegrasi, akurat, transparan, serta efisien.

Baca juga:  Restorative Justice Jadi Solusi, Warga dan PT Gruti Sepakat Berdamai, Seluruh Tahanan Dibebaskan

Melalui SEB tersebut, pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan diperintahkan untuk menindaklanjuti kerja sama dalam pelaksanaan Integrasi NIB dan NOP.

Sinkronisasi data diharapkan mampu mengurangi perbedaan informasi antara data pertanahan dan perpajakan, sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga dapat memiliki basis data yang lebih valid dalam mengoptimalkan penerimaan daerah tanpa harus mengandalkan kenaikan tarif pajak.

Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis data serta memperkuat tata kelola pertanahan dan perpajakan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kabinet Merah Putih.

(Clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN — vokalpublika.comGubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, menegaskan Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang tidak hanya cakap membaca peta dan menguasai teknologi, tetapi juga mampu memahami manusia, sejarah, serta kebudayaan yang hidup di balik setiap bidang tanah. ADVERTISEMENT Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN dalam …

Pesan Menteri Nusron kepada 568 Wisudawan Politeknik Agraria STPN: Jaga Integritas di Mana Pun Bekerja

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN — vokalpublika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, berpesan kepada 568 taruna dan taruni Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) agar senantiasa menjunjung tinggi integritas di mana pun mereka bekerja. ADVERTISEMENT Pesan tersebut disampaikan Menteri Nusron saat mewisuda 568 taruna dan taruni Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik …

Menteri ATR/Kepala BPN Tegaskan Transformasi Layanan Pertanahan Harus Bermuara pada Kepastian Masyarakat

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN —Vokalpunlika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa transformasi organisasi dan layanan pertanahan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transformasi tersebut tidak boleh sekadar mengubah struktur organisasi, tetapi harus berujung pada layanan yang lebih mudah, jelas, cepat, dan memberikan kepastian. ADVERTISEMENT Penegasan itu disampaikan Nusron saat memimpin Rapat Koordinasi …

Pemkab Dairi dan PT DPM Perkuat UMKM Kopi, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Clara T S

07 Sep 2026

DAIRI —vokalpublika.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bersama PT Dairi Prima Mineral (DPM) terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan pelatihan bagi Kelompok Binaan Sinaok di Desa Tuntung Batu. Kelompok UMKM …

Wamen Ossy Serahkan Sertipikat MBR di Kabupaten Banjar, Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Layak Huni

Clara T S

07 Sep 2026

BANJAR —vokalpublika.comKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui percepatan legalisasi dan sertipikasi tanah. ADVERTISEMENT Sebanyak 40 sertipikat tanah bagi MBR di Desa Mekar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diserahkan langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan bersama Ketua Komisi II …

Menteri Nusron Tekankan Tradisi Dialektika Berpikir: Kritik dan Perbedaan Pemikiran Harus Tetap Hidup di Kampus

Clara T S

07 Sep 2026

SLEMAN — vokalpublika.comMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang terbuka bagi pertukaran gagasan, termasuk pemikiran kritis terhadap negara maupun kebijakan pemerintah. ADVERTISEMENT Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum bertema “Tanah, Negara, dan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x