Home » Uncategorized » Dukung Pengembangan TSTH2 di Humbahas, Wamen ATR/BPN Tekankan Kepastian Tanah dan Tata Ruang Berbasis Data

Dukung Pengembangan TSTH2 di Humbahas, Wamen ATR/BPN Tekankan Kepastian Tanah dan Tata Ruang Berbasis Data

Clara T S 03 Apr 2026 217

vokalpublika.com
Humbang Hasundutan
Pemerintah terus mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi penguatan ketahanan pangan nasional. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Institut Teknologi Del, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (1/4/2026).

Advertisement
ADVERTISEMENT

Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) di Kawasan Danau Toba. Dalam kesempatan itu, Wamen Ossy menegaskan bahwa kepastian tata ruang dan legalitas tanah merupakan elemen krusial dalam mendukung investasi serta pengembangan kawasan berbasis riset.

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh ikhtiar dalam mewujudkan kemandirian pangan. Kepastian tata ruang dan kepastian hukum atas tanah menjadi aspek utama yang akan kami berikan,” tegasnya.

Baca juga:  Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan: Pejabat Administrator Harus Menjadi Arsitek Perubahan demi Pelayanan Publik yang Lebih Berkualitas

Kawasan TSTH2 sendiri dirancang sebagai pusat riset terintegrasi yang berfokus pada pengembangan bibit unggul pertanian serta budidaya tanaman herbal dan hortikultura, baik untuk kebutuhan lokal maupun pasar internasional. Kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong inovasi berbasis sains dan teknologi.

Menurut Wamen Ossy, pendekatan berbasis data dan riset menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh Institut Teknologi Del dalam mengembangkan kawasan TSTH2 sebagai model pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Setiap keputusan dan kebijakan harus dilandasi data yang kuat, bukan semata asumsi atau prediksi,” ujarnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, yang menekankan pentingnya riset dalam mendukung ketahanan nasional. Menurutnya, seluruh program pembangunan harus didasarkan pada kajian ilmiah yang terukur agar dapat diimplementasikan secara efektif.

Baca juga:  PT DPM Respon Aksi AMDPP: Tegaskan Komitmen Tuntaskan AMDAL dan Siap Berkontribusi bagi Pembangunan Dairi

“Setiap langkah pembangunan harus berbasis studi dan data. Dengan begitu, kita dapat menjalankan program secara terarah dan terukur, bukan sekadar keinginan semata,” ungkap Luhut.

Ia juga menilai bahwa berbagai komponen pendukung pengembangan TSTH2 telah tersedia. Tahap selanjutnya adalah memastikan implementasi berjalan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor.

“Semua harus dipadukan dalam kerja sama tim yang solid. Dari berbagai studi yang telah dilakukan, kini saatnya fokus pada pelaksanaan yang terintegrasi,” tambahnya.

Usai rapat, Wamen Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, serta perwakilan kementerian/lembaga lainnya meninjau fasilitas greenhouse pembibitan di kawasan TSTH2. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pertanian modern, dengan berbagai komoditas unggulan seperti kentang, bawang, cabai, serta tanaman herbal.

Baca juga:  Kantor Pertanahan Kota Denpasar Raih Predikat WBBM dari Kementerian PANRB, Perkuat Komitmen Layanan Bersih dan Profesional

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara Sri Pranoto beserta jajaran.

Pengembangan TSTH2 di kawasan Danau Toba diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern berbasis riset dan teknologi di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan.(clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
PD Pasar Dairi Berjibaku Setiap Sabtu, Penertiban Tak Boleh Lengah Demi Pasar Aman dan Nyaman

Clara T S

19 Sep 2026

SIDIKALANG — vokalpublika.comUpaya membenahi wajah pasar di Kabupaten Dairi terus dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Penertiban tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari kerja rutin yang digerakkan jajaran direksi bersama seluruh divisi, dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan. ADVERTISEMENT Setiap Sabtu, jajaran direksi PD Pasar turun langsung memimpin kegiatan …

Kebakaran Hebat di Jalan Tapanuli/pak pak Sidikalang, 5 Rumah Ludes Terbakar, 1 Orang Meninggal Dunia

Clara T S

18 Sep 2026

SIDIKALANG —vokalpublika.comKebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Tapanuli/pak pak, tepatnya di samping Galon Naibaho, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18/9/2026) sore. ADVERTISEMENT Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Dairi langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat pada pukul 16.23 WIB. Armada Damkar berangkat pukul 16.24 WIB …

Si Jago Merah Mengamuk di Jalan Pakpak! Tiga Rumah Diduga Ludes, Ledakan Bikin Panik

Clara T S

18 Sep 2026

SIDIKALANG —vokalpublika.comKebakaran hebat terjadi di kawasan Jalan Pakpak, Sidikalang, Kabupaten Dairi, tepatnya di sekitar persimpangan Jalan Tapanuli, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. ADVERTISEMENT Kobaran api dengan cepat membesar dan disertai suara ledakan berulang dari lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat warga di sekitar lokasi panik dan berupaya menjauh dari titik kebakaran. Hingga berita ini diturunkan, …

Layanan Pengukuran Terjadwal ATR/BPN Pangkas Waktu Pengurusan Peta Bidang Tanah

Clara T S

17 Sep 2026

BOGOR —vokalpublika.comMasyarakat kini tidak lagi harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan Peta Bidang Tanah (PBT). Melalui layanan Pengukuran Terjadwal, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan kepastian waktu sekaligus mempercepat proses pengukuran bidang tanah. ADVERTISEMENT Manfaat tersebut dirasakan langsung Iswandi Arfan, warga Kabupaten Bogor, yang mengaku proses pengurusan PBT kini jauh lebih cepat dibandingkan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x