Home » Berita » Proyek Banprov di Desa Danasari Diduga Ada Praktik Jual Beli Sehingga Tak Sesuai Kaidah Teknis, Warga : Anggaran Rp. 100 Juta Kok Aspalnya Tipis

Proyek Banprov di Desa Danasari Diduga Ada Praktik Jual Beli Sehingga Tak Sesuai Kaidah Teknis, Warga : Anggaran Rp. 100 Juta Kok Aspalnya Tipis

Alwi Assagaf 17 Nov 2025 573

Pemalang, Vokalpublika.com – Proyek rehabilitasi jalan aspal di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, kini menjadi sorotan tajam publik. Bukan tanpa alasan. Proyek senilai Rp100 juta itu hanya mencantumkan volume P: 260 m x L: 3 m x T: 0,02 m—ketebalan 2 cm, atau setipis kartu ATM. Angka ini disebut para ahli tidak masuk akal jika benar dikategorikan sebagai rehabilitasi jalan.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Papan proyek yang terpasang di lokasi menunjukkan kegiatan “Pembangunan/Rehabilitasi Jalan Aspal” menggunakan dana Banprov Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana TPK Desa Danasari. Namun setelah volume pekerjaan dibaca, banyak pihak mulai mempertanyakan kecocokan antara nilai anggaran, ketebalan pekerjaan, dan standar teknis rehabilitasi jalan nasional.

Ahli Teknik: “Rehabilitasi Kok Cuma 2 Cm? Itu Mah Perawatan Ringan, Bukan Perbaikan Jalan!”

Mengacu pada standar teknik konstruksi jalan, metode rehabilitasi harus menyesuaikan tingkat kerusakan. Untuk luas sekitar 1.200 m², metode yang dianggap paling ideal adalah overlay dengan ketebalan minimal 5 cm.

Lalu berapa kebutuhan material idealnya?

Volume hotmix: ±60 m³

Berat total hotmix: ±138 ton

Aspal murni: ±6,9 ton

Agregat & filler: ±131 ton

Jumlah tersebut jauh dari volume pekerjaan yang hanya menyediakan ketebalan 2 cm. Seorang praktisi teknik yang dimintai pendapat bahkan menyebut volume itu sebagai anomali lapangan.

Baca juga:  Pilkades 2026: Risyanto Siap Membawa Perubahan Untuk Sewaka Lebih Maju

“Rehab jalan 2 cm itu bukan rehab, itu cuma dandan kilat. Ketebalan segitu hanya cocok buat retouch, bukan perbaikan,” tegasnya pedas.

Warga Curiga: ‘Rp100 Juta tapi Aspalnya Tipis? Jangan-jangan…’

Di lokasi proyek, warga mulai menyuarakan kegelisahan. Sejumlah pengendara yang melintas mempertanyakan wajar tidaknya nilai proyek dengan ketebalan setipis itu.

“Seratus juta tapi cuma 2 cm? Kita sebagai warga ya curiga. Jangan sampai proyek ini tipis di lapangan tapi tebal di anggaran,” ungkap salah satu warga.

Mereka khawatir jalan hasil rehabilitasi akan cepat rusak, apalagi jalan desa tersebut sering dilewati kendaraan harian dengan beban bervariasi.

Standar Nasional Tidak Mendukung Ketebalan Mini 2 Cm

Sebagai pembanding:

Lapis aus (AC-WC) saja standar minimalnya 3–4 cm

Rehabilitasi penuh (overlay) idealnya 5–7 cm

Artinya, ketebalan 2 cm yang tertulis pada papan proyek bahkan belum memenuhi syarat lapis aus standar, apalagi disebut sebagai rehabilitasi.

Beberapa risiko jika tetap dikerjakan setipis itu:

Baca juga:  Lampung Barat Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak.

Mudah retak dan mengelupas

Tidak kuat menahan beban harian

Umur jalan pendek

Potensi kerusakan dini dalam hitungan bulan

Publik Mendesak Transparansi: “Jangan Sampai Ada Material Hilang di Atas Kertas!”

Karena proyek ini menggunakan dana Banprov, masyarakat berharap:

Ketebalan real harus sesuai

Hotmix benar-benar berkualitas

Pemadatan dilakukan secara profesional

Volume di lapangan wajib sama dengan volume yang diumumkan

Sejumlah pemerhati anggaran desa bahkan menuntut pengawasan lebih ketat agar tidak ada celah penyimpangan.

“Kalau papan sudah menunjukkan volume tak wajar, wajar kalau masyarakat bertanya. Yang penting jangan ada material yang ‘menghilang’ entah ke mana,” ujar seorang aktivis lokal.

Sementara Ma’nun, Kepala Desa Danasari saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, pihaknya membenarkan bahwa ada proyek rehabilitasi jalan aspal diwilayahnya.

“Gihh betul (iya betul), yang garap H. Tio. Ok matur suwun infonya,” jawab Ma’nun singkat, Senin, 17 November 2025.

Senter isu adanya praktik jual beli sejumlah proyek bantuan pemerintah provinsi. Praktik dugaan jual beli proyek Bantuan Provinsi (Banprov) dari makelar ke kontraktor merupakan isu yang sering muncul dalam pemberitaan, terutama terkait dengan alokasi dana di tingkat pemerintah daerah.

Baca juga:  Perkuat Karakter Untuk Generasi Bangsa, Kasdim Pemalang Jadi Narasumber Dalam MPLS di SMA N 3 Pemalang

Adanya isu perantara (makelar) yang mengklaim dapat mengamankan proyek yang didanai dari Banprov dan kemudian “menjual” proyek tersebut kepada kontraktor tertentu, sering kali dengan meminta imbalan (fee) atau persentase tertentu dari nilai proyek, aparat penegak hukum diharapkan mampu mengantisipasinya.

Makelar ini diduga memanfaatkan kedekatan mereka dengan pejabat atau pihak yang berpengaruh di pemerintahan provinsi atau kabupaten/kota untuk memuluskan proses lelang atau penunjukan langsung proyek, sehingga kontraktor yang “membeli” proyek tersebut bisa mendapatkan pekerjaan tanpa melalui prosedur yang benar.

Berdasarkan hasil pencarian, dugaan praktik semacam ini dilaporkan terjadi di beberapa daerah, antara lain di Jawa Tengah (Kendal, Pekalongan, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Pemalang) dan Sulawesi Utara.

Praktik semacam ini dapat menyebabkan kerugian negara, pengerjaan proyek yang tidak sesuai standar atau “asal jadi”, dan menciptakan persaingan tidak sehat di kalangan kontraktor. (Darmo Pamungkas/Tim)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Petani dan Nelayan Luwu Keluhkan Distribusi Barcode BBM Bersubsidi, Desak Transparansi Penyaluran

Redaksi

21 Sep 2026

LUWU, vokalpublika.com— Kebijakan penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Luwu menuai sorotan tajam. ADVERTISEMENT Sejumlah petani dan nelayan dilaporkan mengeluhkan kejanggalan dalam penerbitan barcode BBM bersubsidi yang dinilai tidak merata dan kerap memicu kelangkaan di tingkat bawah. ​Mantan Ketua Umum BEM Ilmu Komunikasi yang juga merupakan pemuda asli Kabupaten Luwu, Bahrun, angkat bicara mengenai persoalan tersebut. …

Satlantas Polresta Tanjungpinang Gelar Razia Gabungan Bersama Polisi Militer, Dispenda, dan Jasa Raharja

Redaksi

21 Sep 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang melaksanakan kegiatan razia gabungan bersama Polisi Militer, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Tanjungpinang, dan Jasa Raharja Kota Tanjungpinang, Kamis (17/9/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Tanjungpinang, dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus memberikan edukasi dan imbauan kepada para pengguna jalan. …

Dukung Penegakan Hukum Adil di Setokok, Ketua GRIB JAYA Kepri: Tanggung Jawab PT. MIG PERKASA INDUSTRI Mutlak — Keluarga Almarhum Mohon Bantuan

Redaksi

20 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Ketua DPD GRIB JAYA Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa pertikaian yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan 2 Barelang, Batam.Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara adil dan tanpa pandang bulu. ADVERTISEMENT “Kami sepenuhnya mendukung sikap dan langkah penanganan hukum …

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran

Redaksi

20 Sep 2026

Aliansi Gunung Ungaran dan Telomoyo Buka Posko Advokasi Geothermal, Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. dan Rumah Solusi Turun Gunung – GMOCT: #SaveGunungUngaran ADVERTISEMENT SEMARANG, GMOCT 20 September 2026 – Penolakan rencana pengeboran panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo terus menguat. Kantor Hukum Sugiyono S.E., S.H., M.H. bersama Rumah Solusi nya …

​Dorong Fasilitas Publik Batang, Rizal Bawazier Boyong CSR BNI ke Lapangan Cokronegoro Limpung​

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

BATANG, Vokalpublika.com — Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, memfasilitasi pembangunan fasilitas olahraga berupa jogging track sepanjang 400 meter di Lapangan Cokronegoro, Desa Limpung, Kabupaten Batang. Fasilitas tersebut terealisasi berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) BNI sebagai BUMN mitra kerja Komisi VI. ADVERTISEMENT ​Rizal mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan …

Sidang Kasus Penusukan Pekalongan: Advokat Muda Willy Triatama Mendorong Pengujian Unsur Kesengajaan KUHP Baru

Alwi Assagaf

20 Sep 2026

Pekalongan, Vokalpublika.com — Sidang perdana perkara penusukan yang mengakibatkan meninggalnya Muhammad Zuhri alias Mamat Godril dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Pekalongan pada Senin (21/9/2026). Menjelang persidangan, tim kuasa hukum keluarga korban mendorong agar seluruh proses hukum diuji secara cermat, objektif, dan menyeluruh. ADVERTISEMENT ​Advokat muda Adv. Willy Triatama Bandrio, S.H., CMDF., CPLA., dari LBH Setia …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x