Home » Berita » Banyak Kontraktor Swasta Kapok Ikut Proyek Pemerintah 2025

Banyak Kontraktor Swasta Kapok Ikut Proyek Pemerintah 2025

admin 06 Jun 2025 273

JAKARTA – Aroma ketidaknyamanan mulai tercium dari ruang-ruang rapat para kontraktor swasta. Tahun ini, sejumlah perusahaan konstruksi enggan kembali terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Mereka menyebut situasi yang semakin tidak menentu: pembayaran tersendat, birokrasi berbelit, hingga perubahan aturan yang tiba-tiba.

Advertisement
ADVERTISEMENT

“Satu proyek bisa selesai enam bulan, tapi pembayarannya bisa tertahan setahun,” kata seorang direktur utama perusahaan kontraktor menengah di bilangan Jakarta Selatan. Ia memilih tak disebut namanya, tapi nada frustasinya terdengar jelas. “Kami diminta kerja cepat, tapi negara membayar lambat.

Baca juga:  AMPEDA Kawal Penimbunan Jalan Viral di Sidikalang, Siap Dukung dan Awasi Pembangunan Dairi

“Fenomena ini tidak hanya terjadi di ibu kota. Asosiasi Kontraktor Swasta Nasional (AKSN) mencatat tren penurunan minat anggotanya untuk mengikuti lelang proyek pemerintah sejak awal 2025. Ketua umum AKSN, Hendra Suryana, menyebut banyak anggotanya mengeluh tentang ketidakpastian yang makin menjadi-jadi. “Bukan hanya soal uang. Administrasi proyek sekarang seperti labirin,” ujarnya kepada Tempo, pekan lalu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum angkat bicara secara resmi. Namun, sumber internal di kementerian itu membenarkan adanya penurunan partisipasi kontraktor swasta dalam beberapa tender strategis nasional. “Kami sedang melakukan evaluasi, terutama terkait mekanisme pembayaran dan pemangkasan birokrasi,” kata pejabat eselon II yang tak ingin namanya disebutkan.

Baca juga:  LKPPI Pertanyakan Sikap Diam Dasco Soal Dugaan Judi Online: Publik Menunggu Kepastian

Sejumlah ekonom menilai, bila tren ini berlanjut, target ambisius pemerintah dalam pembangunan infrastruktur bisa terganggu. “Pemerintah terlalu banyak menggantungkan diri pada swasta, tapi tak memberi ekosistem yang sehat,” ujar Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS).

Sementara itu, para kontraktor kecil dan menengah lebih memilih proyek-proyek swasta yang nilainya lebih kecil, tapi alurnya lebih lancar. “Lebih baik untung sedikit tapi pasti,” kata pemilik CV Bangun Rakyat Mandiri di Bekasi.

Baca juga:  Tekanan Sektor Transportasi dan Keuangan Seret IHSG ke Zona Merah di Sesi I

Seakan deja vu dari masa-masa awal reformasi birokrasi, proyek pemerintah kembali jadi ladang yang dihindari. Negara membangun, tapi para pelaksana mulai pergi satu per satu.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Hak Jawab PT Anugrah Bayuarya Perkasa: Akui Ada Perbaikan Pasangan Batu, Tegaskan Progres Pekerjaan Capai 97 Persen

Redaksi

08 Sep 2026

SAMBAS, KALBAR,vokalpublika.com— PT Anugrah Bayuarya Perkasa menyampaikan hak jawab sekaligus klarifikasi atas pemberitaan dan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan yang sedang dikerjakan perusahaan di wilayah Tebas, Kabupaten Sambas. ADVERTISEMENT Klarifikasi tersebut disampaikan secara resmi melalui surat Nomor: 06/PT.ABP/IX/2026 tertanggal 5 September 2026, yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (DPD ASWIN) Kalimantan Barat. Dalam …

Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun ke Lapangan Serap Aspirasi Warga

Alwi Assagaf

08 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Tak sekadar perayaan seremonial, jajaran direksi memilih turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan mendengarkan masukan para pelanggan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door). ADVERTISEMENT ​Langkah tersebut dipimpin langsung …

​Polemik Iuran Rp500 Ribu SPPG Pemalang Disorot, Diduga Langgar Aturan BGN, Pengurus Paguyuban: Itu Sah dan Hak Organisasi

Alwi Assagaf

07 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. Kebijakan tersebut dipertanyakan karena dikhawatirkan berdampak pada kualitas porsi dan hak penerima manfaat. ADVERTISEMENT ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola dapur dari total 140 unit SPPG …

Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda, Tanjungpinggir Padukan Lomba dan Pelayanan Warga

Redaksi

07 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Batam, berlangsung meriah. Berbagai lomba yang melibatkan masyarakat digelar di Taman Wisata Tangga Seribu Habibi Dangas, Sekupang, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Meski digelar setelah momentum perayaan 17 Agustus, kegiatan tersebut tetap mendapat antusiasme warga. Lurah Tanjungpinggir, H Agus Syofian, mengatakan, …

Sekda Pemalang dan Pemcam Ulujami Apresiasi Festival Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sampaikan Pesan Pilkades Damai

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Gelaran tahunan di kawasan wisata Mina Padi tersebut dinilai sukses menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kondusivitas warga. ​Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Sekda Pemalang Bagus Sutopo menggarisbawahi …

​Penarikan Rp500 Ribu Dapur MBG Pemalang Menuai Sorotan, Aliran Dana Masih Gelap

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola dapur operasional yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. ADVERTISEMENT Transparansi pengelolaan serta urgensi pembentukan paguyuban tersebut kini dipertanyakan demi memastikan dana kas tidak memangkas ketersediaan maupun kualitas porsi bagi penerima manfaat. ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x