- BeritaBambang Diminta Cari Pembeli, Dapat Imbalan Tanah, Mengapa Terseret Kasus Surat Palsu?
- Berita
Diduga Lapak Solar Ilegal untuk Kebutuhan Alat Berat di Batukuda Mancak Dibekingi Oknum Berseragam Disorot,Ketum GWI Minta Pihak Berwenang Bertindak Tegas - BeritaDPRD Luwu Minta Proyek PSN KNMP Taati SOP: Jangan Sampai Bermasalah Hukum
- BeritaPastikan Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem, Polresta Tanjungpinang Periksa Sarana dan Perlengkapan Dinas
- BeritaKetika Hujan Masuk ke Tenda Pengungsi, Korban Gempa Menanti Hunian yang Layak
- UncategorizedRPP Pemuda Pancasila Tiga Kecamatan di Dairi Digelar, Tiga Ketua PAC Terpilih Aklamasi

Ketika Hujan Masuk ke Tenda Pengungsi, Korban Gempa Menanti Hunian yang Layak
MBAY, Nagekeo — Malam seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat. Namun bagi warga yang kehilangan rumah akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7, malam justru menjadi waktu untuk kembali bertahan.
Di bawah tenda-tenda darurat yang mereka bangun sendiri, mereka mencoba memejamkan mata dengan beralaskan karpet dan terpal yang terbentang langsung di atas tanah.
Pada Minggu malam, 20 September 2026, hujan deras dengan intensitas sedang kembali mengguyur. Air menetes dari tenda. Sebagian merembes dan mengalir melalui tanah hingga mencapai tempat tidur para pengungsi. Karpet dan terpal yang menjadi alas tidur pun tak lagi sepenuhnya kering.
Di dalam tenda-tenda sederhana itu, terdapat anak-anak dan para lansia yang harus menjalani malam dalam kondisi yang jauh dari kata layak.
Salah satunya adalah Mama Zahra Umar (64), warga Lingkungan Bago, RT 11, Kelurahan Mbay I. Mama Zahra tinggal di sebuah tenda darurat bersama kakaknya yang berusia 68 tahun dan enam anggota keluarga lainnya. Delapan jiwa harus berbagi ruang yang terbatas untuk bertahan setelah rumah mereka tidak lagi aman ditempati.
Kondisi Mama Zahra bahkan jauh lebih berat. Ia mengalami kelumpuhan setelah tertimpa reruntuhan saat gempa sebelumnya.
Ketika hujan turun pada Minggu malam, tenda yang menjadi tempat mereka berlindung tidak mampu menahan air. Mereka terpaksa memindahkan kasur dan bantal ke dalam rumah.
“Kami semalam terpaksa harus lari ke dalam rumah karena air masuk ke dalam tenda. Kasur dan bantal kami angkut ke dalam rumah,” keluh Mama Zahra.
Bagi perempuan yang mengalami kelumpuhan, situasi seperti itu bukan perkara sederhana. Ketika air mulai masuk ke tenda, ia tidak hanya menghadapi dinginnya hujan, tetapi juga keterbatasan untuk menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang miliknya.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan Yati Ibrahim (35), Ketua RT 17 Kajulaki. Sebagai ketua RT, ia mengaku pikirannya tertuju kepada warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat ketika hujan turun.
“Saya pribadi memikirkan warga saya yang masih berada di tenda darurat. Bagaimana mereka menghadapi saat hujan malam ini?” ujar Yati.
Yati sendiri masih menginap di tenda darurat. Ketika hujan turun, ia terpaksa memindahkan kasur dan beberapa alas tidur ke dalam rumah yang sebagian telah runtuh. Namun masuk kembali ke rumah yang rusak bukan berarti rasa aman kembali hadir.
“Saya sendiri masih nginap di tenda darurat. Terpaksa memindahkan kasur dan beberapa alas tidur untuk dibawa ke dalam rumah yang sebagian sudah runtuh. Rasa waswas tetap menghantui karena gempa susulan masih sering terjadi,” katanya.
Hal senada disampaikan Sarina Ndaek (40). Ia berharap pembangunan hunian sementara segera direalisasikan dengan desain dan konstruksi yang benar-benar memperhatikan kondisi cuaca, terutama saat hujan.
“Kami berharap pembangunan hunian sementara segera direalisasikan dan pembangunannya memperhatikan keadaan hujan. Sehingga tempat istirahat kami tidak dimasuki air yang mengalir lewat tanah,” harap Sarina.
Keluhan para warga tersebut menggambarkan satu kenyataan yang sama: mereka berada dalam posisi serba sulit..Tenda tidak cukup kuat menghadapi hujan. Sementara rumah yang rusak juga tidak sepenuhnya aman untuk ditempati.
Bagi mereka, tenda bukan lagi sekadar tempat berlindung sementara. Tenda telah menjadi rumah selama lebih dari sebulan—rumah yang harus mereka bangun sendiri setelah rumah sebenarnya tak lagi aman untuk ditempati karena roboh atau mengalami kerusakan parah. Namun rumah darurat itu pun belum mampu memberikan rasa aman sepenuhnya.
Gempa susulan masih terjadi.
Pada Senin pagi, 21 September 2026 pukul 08.41 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 kembali mengguncang. Getarannya dirasakan masyarakat dan kembali menghidupkan kecemasan yang belum benar-benar hilang sejak gempa utama.
Di satu sisi mereka takut kembali ke rumah yang rusak. Di sisi lain, mereka harus bertahan di tenda yang tidak mampu sepenuhnya melindungi mereka dari hujan.
Mereka seperti berada di antara dua ketakutan: takut pada rumah yang bisa runtuh dan takut pada tenda yang tak mampu menahan cuaca.
Bagi seorang anak, tenda itu adalah tempat tidur. Bagi seorang lansia, tenda itu adalah tempat bertahan. Bagi warga dengan keterbatasan fisik seperti Mama Zahra, tenda itu menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh ketika rumah tidak lagi aman.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebut berlangsung terlalu lama.
Mereka meminta agar hunian sementara (huntara) segera dibangun—bukan sekadar tempat untuk memindahkan pengungsi dari tenda, tetapi tempat yang benar-benar mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, kondisi hujan, kondisi tanah, serta kebutuhan anak-anak, lansia, dan warga dengan keterbatasan fisik. Sebab setelah kehilangan rumah, mereka setidaknya berhak memiliki tempat untuk berteduh.
Mereka tidak sedang meminta kemewahan.
Mereka hanya ingin tidur tanpa takut kehujanan, bangun tanpa genangan air di bawah tempat tidur, dan memiliki tempat yang cukup aman untuk menunggu sampai kehidupan mereka perlahan kembali pulih.
Di tengah suara hujan dan gempa susulan yang masih datang, harapan itu terus mereka titipkan kepada pemerintah:
segera hadirkan hunian sementara yang layak—sebelum tenda darurat yang mereka bangun sendiri kembali kalah oleh hujan dan waktu.
FIFA World Cup 2026
Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat
48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026
Redaksi
22 Sep 2026
Karimun, vokalpublika.com- Peran Bambang Suryadi alias Andi dalam perkara dugaan penggunaan surat palsu kembali terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Selasa (22/9/2026), dengan agenda keterangan terdakwa. ADVERTISEMENT Dalam keterangannya, terdakwa Zairan menjelaskan bahwa Bambang pada awalnya hanya diminta membantu mencarikan pembeli atas sebidang tanah. Menurut Zairan, sekitar 2013 dirinya membutuhkan dana untuk …
Diduga Lapak Solar Ilegal untuk Kebutuhan Alat Berat di Batukuda Mancak Dibekingi Oknum Berseragam Disorot,Ketum GWI Minta Pihak Berwenang Bertindak Tegas
Redaksi
22 Sep 2026
SERANG — Dugaan penggunaan dan penampungan solar yang tidak sesuai ketentuan kembali menjadi sorotan di Kabupaten Serang. Sebuah lapak di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, diduga menjadi lokasi penyediaan solar untuk kebutuhan operasional alat berat. ADVERTISEMENT Sorotan tersebut mendapat perhatian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungnya Wartawan Indonesia (DPP GWI), Syamsul Bahri. Ia meminta dugaan aktivitas …
Redaksi
22 Sep 2026
LUWU,vokalpublika.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu melayangkan peringatan keras terkait pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Nelayan Modern dan Produktif (KNMP) di Desa Karang-karangan. ADVERTISEMENT Pelaksana proyek diingatkan untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta taat regulasi agar tidak tersandung masalah hukum di kemudian hari. Sorotan ini mengemuka setelah proyek KNMP disinyalir …
Redaksi
22 Sep 2026
Tanjungpinang ,vokalpublika.com– Polresta Tanjungpinang melakukan pengecekan sarana dan perlengkapan dinas sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Tanjungpinang.Senin (22/09/2026) ADVERTISEMENT Pemeriksaan meliputi sejumlah sarana pendukung tugas kepolisian, di antaranya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta senjata api beserta amunisinya. Untuk memastikan kesiapan perlengkapan, pemeriksaan dilakukan secara langsung terhadap kondisi kendaraan …
Redaksi
21 Sep 2026
Jakarta, vokalpublika.com— Harta kekayaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun. ADVERTISEMENT Berdasarkan data LHKPN yang dirujuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta Dasco pada 2015 tercatat sebesar Rp22.946.441.418. Sepuluh tahun kemudian, dalam LHKPN periode 2025, total harta …
Alwi Assagaf
21 Sep 2026
Kebumen – Perkara dugaan penipuan cek kosong yang melibatkan Kepala Desa Bojongsari, Edi Iswadi, dan anggota DPRD Pemalang, Heru Kundhimiarso, berujung damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan sengketa bisnis sembako tersebut secara kekeluargaan dalam mediasi di Kabupaten Kebumen, Senin (21/9/2026) malam. ADVERTISEMENT Dalam mediasi tersebut, Heru Kundhimiarso beriktikad baik untuk mengganti kerugian sesuai kesepakatan. Sementara …
17 Sep 2025 5.716 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. ADVERTISEMENT Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu …
07 Oct 2025 4.599 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.961 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. ADVERTISEMENT Perkara kecelakaan maut …
05 Aug 2025 3.797 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. ADVERTISEMENT Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi …
22 May 2025 3.304 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. ADVERTISEMENT Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat …
14 May 2025 3.262 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. ADVERTISEMENT Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga …
28 Jul 2025 2.667 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. ADVERTISEMENT Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai …