Home » Berita » Nelayan Pulau Buru Persoalkan Konsultasi Publik AMDAL PT Barokah Baswara Abadi

Nelayan Pulau Buru Persoalkan Konsultasi Publik AMDAL PT Barokah Baswara Abadi

admin 24 Jun 2026 427

KARIMUN, VokalPublika.com – Sejumlah nelayan Pulau Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, menyoroti pelaksanaan konsultasi publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Barokah Baswara Abadi yang digelar di Hotel Balai View, Tanjung Balai Karimun, Kamis (18/6/2026).

Advertisement
ADVERTISEMENT

Dalam siaran pers yang diterima VokalPublika.com, Senin (22/6/2026), perwakilan nelayan menilai forum tersebut belum sepenuhnya menjamin keterwakilan masyarakat yang terdampak langsung, terutama nelayan buruh di perairan Pulau Buru.

Mereka menilai jumlah nelayan yang hadir dalam konsultasi publik masih terbatas. Menurut perwakilan warga, hanya tiga nelayan buruh yang mengikuti forum tersebut, sementara peserta lainnya berasal dari sejumlah unsur masyarakat dan instansi.

Selain keterwakilan peserta, nelayan juga mempersoalkan lokasi konsultasi publik yang dilaksanakan di Tanjung Balai Karimun. Mereka menilai lokasi tersebut menyulitkan warga Pulau Buru untuk berpartisipasi karena harus menyeberangi laut dan menanggung biaya transportasi.

Baca juga:  PROJO Karimun Dukung Kebijakan Menkeu Terkait TKD: Daerah Harus Hentikan Kebiasaan Mengendapkan Dana di Bank

“Kami berharap forum sepenting ini dilakukan di wilayah yang terdampak langsung, yaitu di Pulau Buru, agar masyarakat yang menggantungkan hidup dari laut bisa memberikan masukan secara objektif,” kata salah seorang perwakilan nelayan Pulau Buru dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).

Menurut mereka, pelaksanaan forum di luar wilayah terdampak berpotensi membatasi partisipasi masyarakat pesisir. Nelayan juga menilai format pertemuan di ruang tertutup membuat masyarakat lain sulit mengikuti proses pembahasan dokumen lingkungan tersebut.

Selain proses konsultasi publik, nelayan menyoroti aktivitas lapangan yang disebut telah berlangsung di perairan sekitar Pulau Buru dalam hampir satu tahun terakhir.

Berdasarkan pemantauan nelayan, terdapat kegiatan pengambilan sampel di laut menggunakan ponton atau tongkang mini. Aktivitas itu disebut berada sekitar 200 meter dari gugusan batu karang.

Baca juga:  Isi Ceramah Subuh, Wali Kota Dokter Amin Sampaikan Manfaat Salat Subuh Bagi Kesehatan dan Efek Positif Lainnya

Nelayan menduga aktivitas tersebut menyebabkan sedimentasi yang memengaruhi kejernihan air dan pola pergerakan ikan di area tangkap tradisional. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan kajian teknis dari instansi yang berwenang.

Warga juga mempertanyakan legalitas operasional armada yang digunakan dalam kegiatan tersebut, termasuk durasi aktivitas di lapangan. Mereka meminta pihak perusahaan membuka informasi mengenai perizinan serta menjelaskan batas antara kegiatan pengambilan sampel ilmiah dan aktivitas eksploitasi.

Dalam siaran pers itu, nelayan menyebut telah meminta penjelasan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Namun, informasi mengenai laporan teknis aktivitas di lapangan disebut belum diperoleh secara rinci. Hal tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak DKP.

Nelayan meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup melakukan evaluasi terhadap proses konsultasi publik AMDAL pada 18 Juni 2026, termasuk terkait keterwakilan masyarakat terdampak.

Baca juga:  Ricuh Demo Tuntut Bupati Pati Mundur, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Mereka juga mendorong PT Barokah Baswara Abadi menggelar forum dialog tambahan di Pulau Buru dengan melibatkan nelayan, masyarakat pesisir, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya.

Selain itu, nelayan mengusulkan adanya mediasi multipihak untuk membahas mitigasi dampak lingkungan serta perlindungan ruang tangkap nelayan.

Hingga berita ini diterbitkan, VokalPublika.com masih berupaya menghubungi manajemen PT Barokah Baswara Abadi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh tanggapan atas keberatan yang disampaikan nelayan Pulau Buru.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Pemerhati Lingkungan: Reklamasi Kawasan Hutan Kewajiban Mutlak, Sejak Kapan Harus Menunggu Perpanjangan PPKH?

Alwi Assagaf

27 Aug 2026

Pemalang – Polemik pemulihan lingkungan pasca-tambang galian C di kawasan hutan Desa Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, memantik reaksi keras dari pemerhati lingkungan setempat, Suripto alias Ripto Anwar. Ia menepis keras dalih pihak pemrakarsa atau pengelola yang dinilai sengaja mengulur kewajiban reklamasi dengan alasan proses administratif. ADVERTISEMENT ​Ripto Anwar menegaskan, argumen yang menyatakan aktivitas reklamasi harus menunggu …

Sungai Suso Dicabik, Forkopimda ‘Dicuekin’Dugaan Uang Ketuk Pintu Bikin PETI Bajo Barat “Aman””

Redaksi

27 Aug 2026

LUWU, volalpublika.com— Surat kesepakatan itu baru berumur empat hari. Bertanggal 22 Agustus 2026, dokumen berkop Bupati Luwu itu ditandatangani delapan pimpinan Forkopimda, termasuk Bupati H. Patahudding dan Kapolres Luwu. Isinya tegas, menolak dan menindak Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Bajo Barat. ADVERTISEMENT Tapi di lapangan, jauh di bantaran Sungai Suso dan lereng-lereng curam …

Jaksa Garda Desa, Diperkuat Kawal Program Prioritas Nasional di Kepri

Redaksi

27 Aug 2026

Tanjungpinang,Vokalpublika.com Kegiatan Optimalisasi Jaga Desa serta Pengukuhan DPD-DPC ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa se-Provinsi Kepulauan Riau digelar di Ballroom Hotel Bintan Agro Resort, Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (26/08/2026). ADVERTISEMENT Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) diperkuat untuk mendukung pengawalan program prioritas nasional, khususnya Jaga Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Jaga Indonesia Pintar. …

Presiden Prabowo Cek Dapur Lapangan Polri dan Water Treatment di Posko Pengungsian Danga

Redaksi

27 Aug 2026

Nagekeo, NTT — Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo mengunjungi Posko Pengungsian Terpadu di Lapangan Berdikari, Danga, Kabupaten Nagekeo, dalam rangka meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo. ADVERTISEMENT Kunjungan Presiden RI tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan bencana berjalan secara optimal, …

Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

Redaksi

26 Aug 2026

Bekasi, vokapublika.com- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam mempercepat penanganan persoalan sampah melalui pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang. ADVERTISEMENT Zulhas menilai, groundbreaking pembangunan PSEL menjadi langkah strategis di sisi hilir untuk mengurangi beban pengelolaan sampah …

Kejati Kalbar Klarifikasi Hibah Gedung Parkir, Tegaskan Transparansi dan Kepentingan Masyarakat

Redaksi

26 Aug 2026

Pontianak, vokalpublika.com— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat memberikan klarifikasi terkait pembangunan gedung parkir dan fasilitas penunjang pelayanan yang bersumber dari hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. ADVERTISEMENT Klarifikasi tersebut disampaikan Kepala Kejati Kalbar, Dr. Emilwan Ridwan, didampingi Koordinator Hendri, SH., MH., menyusul adanya aspirasi masyarakat yang disampaikan Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat. Aspirasi tersebut disampaikan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x