Home » Advertorial » Mercy Corps Indonesia Sosialisasikan Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketahanan Petani Kopi Dairi Hadapi Perubahan Iklim

Mercy Corps Indonesia Sosialisasikan Sekolah Lapang Iklim, Perkuat Ketahanan Petani Kopi Dairi Hadapi Perubahan Iklim

Clara T S 11 Jun 2026 136

DAIRI //vokalpublika.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui kolaborasi strategis dengan Mercy Corps Indonesia. Melalui Program DIGITANI, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani kopi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan memanfaatkan teknologi digital.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Sosialisasi program tersebut digelar di Kantor Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Rabu (10/6/2026), dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Parbuluan Landong Napitu, Kepala Desa Bangun Japirin Sihotang, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Mercy Corps Indonesia turut mensosialisasikan rencana pelaksanaan Program Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Program ini bertujuan membekali petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami informasi iklim serta mengadaptasikan praktik budidaya pertanian terhadap perubahan cuaca yang semakin dinamis.

Koordinator Program DIGITANI Mercy Corps Indonesia, Nurdianto, menjelaskan bahwa perubahan iklim saat ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan usaha tani kopi. Perubahan pola curah hujan, meningkatnya suhu udara, hingga frekuensi cuaca ekstrem berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen petani.

Baca juga:  Pasca OTT Bupati Pemalang, KPK Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Penyidik

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, tetapi sudah dirasakan langsung oleh petani saat ini. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk memahami informasi cuaca dan iklim agar petani dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola lahannya,” ujarnya.

Menurut Nurdianto, perkembangan teknologi digital sebenarnya telah membuka peluang besar bagi petani untuk memperoleh informasi cuaca dan iklim secara real time. Namun demikian, masih banyak petani yang menghadapi keterbatasan akses maupun keterampilan dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.

“Melalui Program DIGITANI dan Sekolah Lapang Iklim, para petani akan belajar secara langsung di lapangan mengenai pemanfaatan teknologi digital dan informasi iklim untuk mendukung produktivitas pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga:  Belasan Papan Nama Jalan di Kota Probolinggo Raib Dibabat Maling, Dinas PUPR PKP Lapor Polisi.

Ia juga menyampaikan bahwa Program DIGITANI akan dilaksanakan di tiga desa sentra kopi di Kabupaten Dairi, yakni Desa Lae Hole, Desa Bangun, dan Desa Pegagan Julu III, dengan target sebanyak 300 petani penerima manfaat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Sekretaris Bappeda, Lasma Samosir, didampingi Kabid Perkebunan DKPPP Doody S. Tumanggor, SP, Kabid IKP Diskominfo Iswan Togatorop, serta perwakilan BPBD Dairi, menyambut baik pelaksanaan Program DIGITANI sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi dampak perubahan iklim.

Lasma berharap program ini dapat menjadi momentum bagi petani untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan dalam mengelola usaha tani dengan memanfaatkan teknologi digital. Selain itu, ia juga berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Dairi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mercy Corps Indonesia yang telah memilih Kabupaten Dairi sebagai lokasi pelaksanaan Program DIGITANI. Harapan kami, program ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak petani, tidak hanya pada komoditas kopi, tetapi juga berbagai komoditas unggulan lainnya yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dairi,” ujar Lasma.

Baca juga:  May Day di Pemalang: Ratusan Buruh dan Nelayan Siap Turun ke Jalan, Ali Afandi Tekankan Aksi Damai

Selain pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim, Program DIGITANI juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, antara lain pembentukan Komunitas Ketahanan Iklim Berbasis Digital, pelatihan penggunaan Sistem Peringatan Dini Iklim Digital BMKG, pelatihan keamanan digital, pemasaran digital, literasi keuangan digital, serta berbagai forum pembelajaran dan berbagi pengetahuan antarpetani.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Mercy Corps Indonesia, BMKG, dan masyarakat, Program DIGITANI diharapkan mampu menciptakan petani yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Dairi.

(Clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Pemko Batam Kawal Nasib 1.025 Pekerja PT Ghim Li, Amsakar Bentuk Tim Telusuri Hak dan Status Perusahaan

Redaksi

16 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Nasib 1.025 pekerja PT Ghim Li Indonesia kini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Batam setelah aktivitas produksi perusahaan garmen tersebut dilaporkan berhenti sepenuhnya sejak 7 September 2026. ADVERTISEMENT Di tengah ketidakpastian keberlangsungan perusahaan dan belum jelasnya pembayaran sejumlah hak pekerja, Wali Kota Batam Amsakar Achmad turun langsung menemui para pekerja yang menyampaikan aspirasi …

Bapenda Dairi Siapkan Lompatan PAD, Aset Daerah Tak Boleh Lagi Jadi ‘Aset Tidur’

Clara T S

16 Sep 2026

DAIRI —vokalpublika.comBadan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Dairi mulai menyiapkan langkah strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset daerah dan penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. ADVERTISEMENT Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Bapenda Kabupaten Dairi, Robot Simanullang, S.A.B., M.A.B., usai mengikuti Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI …

BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik Rawan Genangan Batam Center, Efektivitas Masih Dievaluasi

Redaksi

16 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com— Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai melakukan uji coba sistem subdrain di 18 titik yang selama ini menjadi lokasi rawan genangan di kawasan Central Business District (CBD) Batam Center. ADVERTISEMENT Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya mempercepat aliran air dari permukaan jalan menuju sistem drainase, sehingga genangan di badan jalan diharapkan dapat berkurang …

P-APBD 2026 Dairi Naik Signifikan, Bupati Vickner Soroti Sejumlah Penyesuaian Anggaran

Clara T S

16 Sep 2026

DAIRI — vokalpublika.comPemerintah Kabupaten Dairi mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Ranperda P-APBD) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Dairi. Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan meningkat Rp82,75 miliar, sementara belanja daerah bertambah Rp162,05 miliar. ADVERTISEMENT Nota Pengantar Keuangan atas Ranperda P-APBD 2026 tersebut disampaikan Bupati Dairi Vickner Sinaga dalam Sidang …

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Clara T S

16 Sep 2026

SURABAYA —vokalpublika.comKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menekankan pentingnya sinergi antara Kantor Pertanahan, pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam mempercepat pelayanan pertanahan kepada masyarakat. ADVERTISEMENT Kolaborasi tiga pihak tersebut menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari, layanan yang diluncurkan Kementerian …

LP2B Jawa Timur Capai 87,34 Persen, Menteri Nusron Minta Pemda Integrasikan ke RTRW

Clara T S

16 Sep 2026

SURABAYA —vokalpublika.comPenetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Provinsi Jawa Timur telah mencapai 87,34 persen dari Lahan Baku Sawah (LBS). Capaian tersebut telah melampaui target nasional sebesar 87 persen yang ditetapkan untuk tahun 2029. ADVERTISEMENT Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti capaian tersebut dengan mengintegrasikan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x